Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 31 Okt 2019 04:55 WITA ·

Sukseskan Zero Waste, Wagub NTB Resmikan “The Gade Clean and Gold”


					Wagub NTB pada peresmian Perbesar

Wagub NTB pada peresmian "The Gade Clean and Gold" di Bank Sampah Bintang Sejahtera Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram

MATARAM,DS – Wakil Gubernur NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, bersama Kepala Wilayah VII PT. Pegadaian Nuril Islamiyah, SE., MM, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dan Kota Mataram, meresmikan “The Gade Clean and Gold” di Bank Sampah Bintang Sejahtera Jalan Lingkar Selatan, Kota Mataram, Rabu (30/10/2019). Peresmian ini merupakan bagian dari program Pegadaian untuk mendukung program Zero Waste di NTB.

The Gade Clean and Gold merupakan program “Memilah Sampah Menjadi Emas Menuju Baitullah” yang dicanangkan PT. Pegadaian untuk ikut ambil bagian menyukseskan program Zero Waste di NTB.

Wakil Gubernur NTB menyambut gembira hadirnya program tersebut. Menurutnya program ini sangat luar biasa. Hal ini akan menjadi motivasi untuk menambah semangat masyarakat mewujudkan NTB bebas sampah. “Dengan energi positif ini, kita semua optimis di NTB sebentar lagi akan bebas sampah, ini sudah di depan mata,” ujarnya.

Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi ini berharap program “Memilah Sampah Menjadi Emas Menuju Baitullah” dapat segera berjalan di seluruh wilayah NTB, bukan hanya di Kota Mataram. Program ini bisa menjadi penyemangat untuk mengelola sampah dengan baik, karena dengan tabungan sampah orang bisa menunaikan ibadah haji.

“Dengan menabung 3,5 gram emas dari hasil sampah, sudah bisa membuka jalan untuk menunaikan ibadah haji. Dengan hal ini akan meningkatkan semangat kita untuk mengumpulkan sampah,” ungkapnya.

Untuk menyukseskan program ini, peran PT. Pegadaian, pemda dan PT. Bintang Sejahtera harus lebih luas, terutama untuk membentuk Bank Sampah dengan mendorong peranan desa dan kelurahan membentuk minimal satu unit Bank Sampah. Selain itu, ia juga meminta Bank Sampah tidak hanya menangani sampah plastik saja namun mampu juga mengolah sampah organik menjadi pupuk dan pakan ternak dengan magot yang menghasilkan cacing.

Umi Rohmi menyakini dengan pengolahan sampah organik dengan baik, program zero waste akan menuju kepada zero cost untuk pertanian dan peternakan.

“Selama ini tingginya cost pertanian di pupuk, sedangkan untuk peternakan tingginya cost itu ada pada biaya pakan ternak. Kalau bisa mengolah sampah untuk pupuk dan pakan ternak maka kita akan bisa mewujudkan NTB zero cost untuk perternakan dan pertanian,” katanya seraya berharap masyarakat NTB wawasannya, bahwa sampah bukan penyebab musibah tapi sumber daya yang mendatangkan manfaat dan berkah, apabila mampu dikelola dengan baik.

Wagub menekankan bahwa kunci dari keberhasilan semua hal itu dengan mulai melakukan pemilahan sampah. Bank Sampah harus terdepan dalam memilah sampah di tingkat masyarakat. Selain itu juga harus gencar melakukan kampanye pilah sampah dari rumah. “Semoga program ini bisa diperluas di seluruh wilayah NTB, sehingga masyarakat NTB bisa menabung untuk menunaikan cita-citanya untuk naik haji,” harapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Wilayah VII PT. Pegadaian Bali-Nusra, Nuril Islamiyah, SE., MM menjelaskan, program “The Gade Clean and Gold” merupakan wujud nyata kepedulian Pegadaian melalui CSR terhadap lingkungan. “Pegadaian tidak semata untuk mencari duit, tapi juga nama baik. Pegadaian memberikan kemanfaatan disamping secara bisnis dan sosial kemasyarakatan,” katanya.

Nuril mengatakan program ini merupakan komitmen bersama antara Pegadaian dan pemerintah dalam memberikan kemanfaatan seluas luasnya kepada masyarakat. Dengan mengajak masyarakat memlilah sampah menabung emas menuju Baitullah.

Ia menjelaskan program ini merupakan wujud nyata Pegadaian peduli lingkungan dengan lebih fokus masuk ke Bank Sampah dan membangun mitra. Sebagai kontribusi memberikan kemanfaatan seluas- luasnya bagi suksesnya program pemerintah di NTB.

“Pagadaian mengajak warga Mataram untuk peduli kepada sampah. Hanya sengan membawa 5 kg sampah perhari, maka dalam waktu 5 bulan atau 3,5 gram emas, bisa dijadikan jaminan berangkat ke Baitullah,” ungkapnya sembari mengungkapkan bahwa selain di Kota Mataram, juga akan segera dibangun Bank Sampah di Sumbawa Besar dan Selong, Lombok Timur. “Momentum sinergi Pemerintah Provinsi dan Kota Mataram dengan masyarakat ini akan membuka wawasan dan mata kita semua untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Pegadaian juga menyerahkan mobil operasional Bank Sampah kepada PT. Bintang Sejahtera, dana CSR Bank Sampah sebesar Rp 250 juta, CSR peduli sarana prasarana media pembelajaran untuk PAUD “Qanak Muchtar” sebesar Rp 30 juta dan CSR sarana prasarana jalan dan gorong-gorong untuk Lingkungan Otak Desa Ampenan.hm

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‘Begawe Ngujur’ Cara Nelayan Ampenan Sambut Kunjungan PLN

21 Mei 2022 - 15:36 WITA

Sarapan di Mataram, The Sultan Food Aja

20 Mei 2022 - 17:36 WITA

PT DNA akan Menyerap Semua Jagung Petani

18 Mei 2022 - 16:39 WITA

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Trending di Ekonomi