Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sukseskan Pilkada Sehat dan Damai di Mataram SALAM” Gelar Atraksi Barongsai dan Flashmob “Jilbab Ijo”

25

FOTO. Inilah kampanye Kreatif untuk pilkada sehat dan damai di Kota Mataram yang ditujukan paslon Selly-Manan (SALAM)  melalui atraksi Barongsai Flashmob di wilayah Cakranegara, Kota Mataram, kemarin. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram Nomor Urut 2, Hj Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (SALAM) atau yanv dikenal dengan paslon Jilbab Ijo terus berinovasi kreatif mendukung pilkada sehat dan damai di wilayahnya. 

Kali ini, paslon yang diusung koalisi PKS dan PDIP itu menyuguhkan atraksi mobile flashmob dengan varian kemasan mewakili entitas multi etnik untuk keberagaman warga Kota Mataram melalui suguhan “The Barongsai Flashmob SALAM” di wilayah Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (6/10) kemarin.

Dipilihnya wilayah Cakranegara lantaran, dihajatkan sebagai bentuk penghormatan untuk warga Tionghoa yang banyak berdomisili di wilayah itu guna mendukung program menuju Mataram Zona Hijau. 

Tercatat, enam flashmober dan satu regu Barongsai,  dilepas dari perempatan Karang Jangkong menuju perempatan Cakranegara. Melintas sepanjang jalan Pejanggik, kawasan pusat pertokoan dan bisnis Cakranegara.

Atraksi simpatik The Barongsai SALAM, memukau netizen dan pengguna jalan sekaligus menjadi hiburan bagi warga Kota Mataram.

“Sangat menghibur, anak-anak bisa menonton Barongsai untuk mengurangi kejenuhan karena covid-19 plus dapat pembagian masker kain gratis yang berkualitas baik ” kata Haryati, salah seorang warga pada wartawan, kemarin.

Dalam atraksi flashmob itu, tim relawan SALAM menyosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19. Anjuran jaga jarak, pakai masker dan rajin cuci tangan disuarakan dengan gaya yang ceria diselilingi pembagian masker disepanjang jalan yang dilalui.

Sementara itu, satu tim lain The Barongsai SALAM lainnya juga dilepas dari perempatan Bunut Baoq menuju perempatan Hotel Aston Inn di Jalan Panca Usaha . 

Calon Wakil Wali Kota Mataram, TGH Abdul Manan mengatakan, atraksi flashmob yang dilakukan tim relawan SALAM ini merupakan bagian upaya SALAM mendorong pilkada sehat dan damai sesuai anjuran pemerintah melalui Mendagri Tito Karnavian. 

Selain itu, SALAM menginginkan agar konstestasi pilkada kota dibuat enjoy dan menyenangkan semua orang agar tingkat partisipasi pemilih meningkat.

Tuan Guru Manan mengaku,  simbol The Barongsai harus dimaknai sebagai tekad dan spirit SALAM yang ingin memperkuat persatuan dalam keberagaman warga Mataram. 

“Sebagai ibukota Provinsi NTB, Kota Mataram ibarat taman sari ke- bhinnekaan dengan beragam berpenduduk yang heterogen, multi kultur dan keyakinan beragama yang hidup damai berdampingan dan saling tenggang rasa/toleransi,” kata dia.

“Kali ini temanya Barongsai, karena SALAM ingin menyapa saudara-saudara kita dari Tionghoa untuk menambah pesona keindahan multi kulturisme Kota Mataram,” sambung Tuan Guru Manan.

Kawasan Cakranegara adalah pusat perniagaan, jantung perekonomian di Kota Mataram. Pertumbuhan ekonomi yang didukung dengan kondusifitas di kawasan ini tentu bagian ikhtiar dari masyarakat heterogen yang ada, baik masyarakat asli Mataram, maupun warga Tionghoa di sana.

TGH Manan menambahkan, selain Barongsai, mobile flashmob yang digelar tim relawan SALAM juga sudah mengangkat tema budaya Sasak, Samawa, dan Mbojo (SASAMBO). Ke depan budaya masyarakat diaspora yang ada di Mataram juga akan menjadi tema. Misalnya saja, seni Kuda Lumping atau Reok Ponorogo untuk menyapa diaspora Jawa di Mataram.

“Tentu saja pesannya adalah Pilkada ini pesta rakyat yang harus ceria. Meski saat ini kita harus adaptasi di masa pendemi dan menerapkan protokol kesehatan, namun esensi keceriaan harus tetap terjaga agar daya imunitas tubuh juga terjaga baik,” jelas pria yang juga Ketua MUI kota Mataram.

Melalui sejumlah kampanye kreatif di Kota Mataram, pasangan SALAM juga ingin membangun kesadaran bersama masyarakat agar bisa bersatu dan bersinergi dalam menekan dan mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Mataram.

Selanjutnya Manan mengatakan, membangun kesadaran bersama tak cukup hanya dengan sosialisasi satu arah semata. Harus semua pihak turut berpartisipasi terutama masyarakat Kota Mataram sendiri.

“SALAM ingin menggugah kesadaran bersama. Mari semua masyarakat Kota Mataram taat dan disiplin menerapkan protokol kesehatan di masa pendemi ini,” ucapnyam

Sementara itu salah satu tim relawan Flashmob Selly-Manan,  Wawan mengatakan kampanye dengan cara Atraksi mobile flashmob sangat efektif terlebih ditengah pandemi covid-19 yang mengharuskan untuk lebih kreatif.

“Ini sudah satu pekan kami lakukan, untuk membantu program pemerintah mewujudkan kota mataram hijau dan sekaligus sebagai program dari paslon Selly-Manan,”ungkap Wawan

Satu kelompok Atraksi mobile flashmob di lakukan oleh sepuluh orang agar tidak ramai sehingga dapat dapat mencegah penyebaran covid-19.

“Kami memilih dengan cara seperti ini, dikarenakan keselamatan warga masyarakat lebih penting,” ungkapnya.

Sementara itu Koordinator The Barongsai Flashmob SALAM , Alimin menambahkan Pemilu terkadang menguras emosi juga pikiran. Flashmob yang dikombinasikan dengan seni Barongsai menjadi cara Tim kreatif pendukung SALAM membuat suasana politik, road to Pilwalkot menjadi cair dan menghibur.

“Bersaing secara sehat dengan menunjukan program unggulan bagus dipentaskan, apalagi membuat masyarakat terhibur dengan pagelaran seni ataupun Happening Art yang dilakukan SALAM dalam kontestasi Pilwalkot,” urai Alimin

Ia menuturkan Hadirnya pentas flashmob dan Barongsai diharapkan dapat membuat suasana panas mejadi sejuk dan cair. 

“Insya Allah, cara-cara kreatif akan kami tempuh untuk mengenalkan paslon SALAM berikut program kerjanya,” tandas Alimin. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.