Berbagi Berita Merangkai Cerita

“Suka” Terganjal Melaju jadi Calon Peserta Pilkada Dompu

243

FOTO. Inilah bapaslon Syaifurrahman Salman-Ika Risky Veryani (Suka) yang dinyatakan TMS oleh KPU Dompu

MATARAM, DS – Satu bakal pasangan calon (Bapaslon) di Pilkada Dompu dipastikan gagal melanjutkan langkah sebagai peserta dalam kontestasi Pilkada Serentak pada 9 Desember mendatang.

Satu bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat alias TMS oleh KPU Dompu itu, yakni Syaifurrahman Salman-Ika Risky Veryani (Suka).

Komisioner KPU NTB Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM, Agus Hilman, mengatakan, dengan tidak lolosnya satu bapaslon di Pilkada Dompu, maka Pilkada di wilayah setempat akan diikuti oleh dua bapaslon saja. Yakni, bapaslon Eri Aryani-H Ichtiar dan Abdul Kadir Jaelani-Syahrul Parsan.

“Khusus di Kabupaten Dompu ada satu bapaslon tidak lolos karena TMS. Jadi, pilkada disana akan diikuti oleh dua bapaslon saja,” ujarnya menjawab wartawan, Rabu petang (23/9).

Agus mengatakan, sesuai informasi dari pihak KPU Dompu, maka Syaifurrahman Salman selaku Bakal Calon Bupati, justru tersangkut statusnya sebagai mantan narapidana.

Oleh karena itu, sesuai ketentuan PKPU, calon kepala daerah yang berstatus mantan terpidana yakni harus menunggu masa jeda selama 5 tahun setelah melewati atau menjalani masa pidana penjara.

“Sementara, jika dihitung dari masa jedanya, maka pak Syaifurrahman belum mencapai lima tahun,” tegas Agus.

Ia menjelaskan, pihak KPU Kabupaten Dompu, sejatinya telah melakukan klarifikasi langsung dengan Kalapas Kelas 2 Mataram pada sekitar tanggal 10 September 2020 lalu. 

Dimana, Syaifurrahman tercatat terlibat tindak pidana korupsi pasal 2 UU nomor 31 tahun 1996 dengan hukuman 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta.

“H Syaifurrahman pertama kali ditahan pada tanggal 13 Mei 2011 dan menjalani pembebasan bersyarat 27 Oktober 2015 sedangkan pembebasan akhir pada 28 Maret 2016,” ucap Hilman.

Meski dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk menjadi pasangan calon, Syaifurrahman-Ika masih memiliki upaya hukum dengan melakukan penyelesaian sengketa ke Bawaslu. Pengajuan sengketa dilakukan 3 hari setelah penetapan calon.

“Kami sudah sarankan KPU Kabupaten Dompu untuk menunggu terkait apakah Pak Syaifurrahman akan melakukan upaya hukum yang lain. Masih ada kalau ada upaya sengketa di Bawaslu. Pengajuan sengketa di Bawaslu 3 hari setelah penetapan calon. Dan hingga 12 hari mulai dari pengajuan hingga penyelesaian sengketa,” tandas Agus Hilman.

“Dan, kalau di Bawaslu tidak mereka dapatkan, bisa ke PTUN bahkan sampai kasasi ke Mahkamah Agung,” sambungnya.

Diketahui, pasangan Syaifurrahman-Ika Reaky alias SUKA yang tak lolos karena TMS diusung oleh koalisi Partai Golkar (3 kursi), PPP (3 kursi), Partai Demokrat (3 kursi), dan PAN (3 kursi).

Sedangkan, dua rivalnya yang dinyatakan lolos oleh KPU. Yakni, Pasangan Abdul Kadir Jaelani-Syahrul Parsan atau AKJ Syah diusung 3 partai politik (parpol) dengan 10 kursi Dewan. Yaitu partai Gerindra (4 kursi), partai Nasdem (4 kursi), dan partai Hanura (2 kursi).

Sementara, pasangan Eri Aryani-H Ichtiar diusung lima gabungan parpol dengan total 10 kursi. Yakni PBB (dua kursi), PKB (empat kursi), PKS (dua kursi), PDI-P (satu kursi) dan Berkarya versi Muchdi PR (satu kursi). RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.