Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Sudah  67 Tenaga Medis NTB Terpapar Covid-19, Kadikes Minta Masyarakat NTB “Ndak Pagah”

0

MATARAM, DS – Sekitar 67 orang tenaga kesehatan dari total sebanyak 7.648 orang yang diterjunkan untuk menangani pasien Covid-19 di Provinsi NTB terinfeksi Coronavirus. Mereka kini telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Darurat di Asrama Haji Kota Mataram.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, mengatakan jumlah tenaga medis yang terpapar virus Corona jika dikalkulasi dengan kasus positif di NTB maka angka rasio yang diperoleh ada sebesar 11 persen. Pihaknya, merasa prihatin akan terus meningkatnya tenaga medis yang terifeksi virus tersebut.

“Dari jumlah 67 orang tenaga medis itu, sekitar 64 orang diantaranya masih menjalani perawatan intensif. Jujur, kita cukup prihatin dengan kondisi ini,” ujar Nurhandini saat memberikan keterangan persnya di Posko Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 NTB di Gedung Sangkareang, Komplek kantor Gubernur di Mataram, Rabu (27/5) petang.

Ia mengatakan dalam teknis penanganan Covid-19,  jika ada tenaga kesehatan yang terinfeksi Corona maka satu regu tenaga kesehatan akan diliburkan (off-kan). Dimana, masing-masing regu berjumlah 10-15 orang tenaga medis. Selain itu, ruangan (Poli) yang dipergunakan oleh tenaga medis yang terkonfirmasi positif juga akan ditutup.

Dokter Eka menuturkan, sejauh ini, puluhan tenaga kesehatan yang terpapar virus mematikan asal Wuhan Negara Tiongkok itu, tersebar di tujuh sarana kesehatan di NTB. Diantaranya, enam Rumah Sakit dan satu Puskesmas.

“Maaf kami tidak menyebutkan mana-mana saja sarana kesehatannya karena ini untuk menjaga pelayanan pasien terhadap publik agar tetap berjalan. Prinsipnya, selain melayani pasien positif Covid-19, sarana kesehatan juga masih menerima pasien terkatagori sakit sedang dan berat. Jadi, memang inilah resiko yang dihadapi oleh teman-teman tenaga mendis baik di rumah sakit maupun puskesmas,” tegas Kadikes menjelaskan.

Jika merujuk jumlah pasien positif di NTB mencapai sebanyak 537 orang hingga Rabu (27/5) malam maka rasio tenaga medis yang terpapar virus Corona di NTB mencapai kisaran 11 persen.  Mantan Kadis Kesehatan Lombok Tengah itu merincikan, jumlah tenaga medis yang positif masing-masing  sebanyak delapan orang dokter, paramedis sebanyak 54 orang, dokter gizi sebanyak satu orang, tenaga apoteker sebanyak tiga orang dan satu orang tenaga radiologi.

Sedangkan, jenis kelamin tenaga medis yang positif, masing-masing berjenis kelamin laki-laki sebanyak 29 orang dan perempuan sebanyak 38 orang.

“Jadi, umumnya tenaga medis yang terpapar virus Corona berjenis kelamin perempuan. Bahkan, sampai hari ini, beberapa di antara mereka sudah menulari keluarganya juga,” ucap Dokter Eka.

Terkait rasio umur tenaga medis yang terpapar virus Corona, antara umur 21-30 tahun sebanyak 28 orang. Sementara, umur antara 31-40 tahun sebanyak 25 orang. Untuk umur antara 41-50 tahun sebanyak 12 orang. “Dan di atas 50 tahun ada sebanyak dua orang. Jadi, waspadalah kalian semua, tenaga kesehatan yang pakai APD saja bisa tembus dari virus. Apalagi kalian yang tidak pakai masker,” ungkapnya seraya  berharap agar masyarakat benar-benar mematuhi imbauan pemerintah terkait protokol kesehatan Covid-19, yakni menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menerapkan physical distancing serta memperbanyak aktifitas di rumah.

“Sekali lagi, kerja tenaga medis itu berat, bayangkan saja mereka yang punya APD lengkap bisa tembus oleh virus ini. Maka, masyarakat jangan pagah (ngeyel) dan ngampahan (menggampangkan) untuk tidak mematuhi imbauan pemerintah itu,” pungkas Dokter Eka.

Sementara itu,  Dirut RSUD NTB dr HL. Hamzi Fikri mengatakan, sejauh ini,  APD yang dipergunakan untuk menangani pasien poistif Corona di RSUD NTB telah sesuai standar serta jumlahnya telah mencukup dengan jumlah personil tenaga medis di rumah sakit terbesar di Provinsi NTB tersebut.

“Khusus di RSUD Provinsi NTB sudah ada sekitar 19 orang tenaga media yang sudah kita off-kan sampai hari ini. Teknisnya, mereka yang terkonfirmasi positif akan kita kumpulkan di Graha Mandalika RSUD Provinsi untuk selanjutnya kita bawa ke Rumah Sakit Darurat di Asrama Haji Kota Mataram di Jalan Lingkar Selatan,” tandas Hamzi Fikri. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.