Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Sudah 49 Orang Meninggal Akibat Corona, Sekda NTB Minta Masyarakat Jangan Bandel

13

MATARAM, DS – Kasus kematian akibat terpapar Covid-19 di NTB bertambah dua orang pada Rabu malam (24/6). Penambahan jumlah pasien yang meninggal itu menyebabkan total kasus kematian akibat virus mematikan asal Wuhan, negara China itu mencapai sebanyak 49 orang meninggal dunia.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi NTB mencatat, sebanyak dua pasien yang meninggal dunia yaitu pasien nomor 1110, inisial Tn. M, laki-laki, usia 53 tahun, penduduk Kelurahan Mataram Barat, Kecamatan Mataram, Kota Mataram.

Selanjutnya, yakni pasien nomor 1116, inisial Ny. S, perempuan, usia 64 tahun, penduduk Desa Bajur, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat. Pasien memiliki penyakit komorbid.

“Kami minta masyarakat tidak “pagah” atau bandel. Ingat, angka kematian sudah mencapai 49 orang akibat Covid-19 saat ini. Dan tambahan yang meninggal berasal dari Kota Mataram dan Lombok Barat,” ujar Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTB, H. Lalu Gita Ariadi, dalam siaran tertulisnya, Kamis dini hari (25/6).

Menurut Gita, terdapat tambahan 17 kasus baru terkonfirmasi positif, 6 pasien sembuh, dan dua kasus kematian baru, pada Rabu malam (24/6). Oleh karena itu, adanya penambahan tersebut maka jumlah pasien positif Covid-19 di Provinsi NTB sampai hari ini sebanyak 1.119 orang.

“Dengan perincian 769 orang sudah sembuh, 49 orang meninggal dunia, serta 301 orang masih positif dalam perawatan dan dalam kondisi baik,” kata Sekda NTB itu.

Gita menjelaskan, pada Rabu malam (24/6) telah pula diperiksa di Laboratorium PCR RSUD Provinsi NTB, Laboratorium PCR RS Unram, Laboratorium PCR RSUD Kota Mataram, Laboratorium TCM RSUD Provinisi NTB, Laboratorium TCM RSUD H.L. Manambai Abdulkadir, dan Laboratroium TCM RSUD R. Soedjono Selong sebanyak 127 sampel. Dengan hasil 97 sampel negatif, 13 sampel positif ulangan, dan 17 sampel kasus baru positif Covid-19.

Ia merincikan, sebanyak 17 Kasus baru positif tersebut. Diantaranya, pasien nomor 1103, inisial Ny. WW, perempuan, usia 25 tahun, penduduk Kelurahan Dayan Peken, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang bergejala Covid-19. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Darurat Asrama Haji dengan kondisi baik.

Selanjutnya, pasien nomor 1104, inisial Tn. AG, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Desa Taman Sari, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RSUD Patut Patuh Patju dengan kondisi baik.

Berikutnya, pasien nomor 1105, inisial Tn. IEY, laki-laki, usia 30 tahun, penduduk Kelurahan Rembiga, Kecamatan Selaparang, Kota Mataram. Pasien tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Riwayat kontak dengan orang sakit Covid-19 belum teridentifikasi. Saat ini dirawat di Ruang Isolasi RS Bhayangkara Mataram dengan kondisi baik.

“Untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan Covid-19, petugas kesehatan tetap melakukan Contact Tracing terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif,” tandas Gita Ariadi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.