Menu

Mode Gelap

Lombok Timur · 20 Sep 2022 18:56 WITA ·

Stunting di Lotim Turun Jdi 17 Persen, Kepala BKKBN RI Bangga


					Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).pkp Perbesar

Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).pkp

Selong,DS- Salah satu isu dalam percepatan penurunan angka stunting di Indonesia adalah meningkatkan konvergensi, intervensi sensitif dan spesifik. Peraturan Presiden Nomor 7 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting mengingatkan pentingnya konvergensi program dan kegiatan dalam mencapai target penurunan stunting tahun 2024 menjadi 14%.

Lombok Timur memiliki 152.696 keluarga berisiko stunting dari 255.891 keluarga sasaran (59,67%). Sementara itu jumlah sasaran pendampingan sebanyak 9.970 calon pengantin, 25.887 ibu hamil dan 25.887 ibu pasca salin.

Bupati Kabupaten Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy pada acara Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Bergerak yang berlangsung secara hybrid Selasa (20/9), menyampaikan tahun 2018 angka stunting di Lombok Timur mencapai 47% dan berhasil turun menjadi 17% hingga pekan kedua September. Dari 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi NTB, Lombok Timur berhasil mencapai urutan ke-6 dari sebelumnya di posisi ke-9. Mengoptimalkan penurunan itu Bupati juga meminta arahan kepala BKKBN yang hadir pada kegiatan tersebut secara daring.

Keberhasilan Lombok Timur menurunkan prevalensi stunting tersebut mendapat apresiasi Kepala BKKBN Republik Indonesia, Hasto Wardoyo. Ia mengaku bangga kepada Lombok Timur karena sebelumnya kabupaten ini memiliki angka stunting yang lebih tinggi diantara kabupaten lainnya serta yakin, tahun ini posisi Lotim akan naik.

Dalam arahannya Hasto mengingatkan keberhasilan upaya penurunan stunting adalah dengan bergotong-royong dan penekanan pada upaya pencegahan.

”Gotong-royong bersama masyarakat dan seluruh jajaran, baik swasta maupun pemerintah itu menjadi kunci yang penting,” ujarnya. Menurutnya upaya pencegahan relatif lebih mudah dibanding penanganan, begitu pun penanganan stunting untuk usia di bawah dua tahun.Kepala BKKBN juga meminta mengoptimalkan berbagai potensi yang ada, termasuk dana alokasi khusus (DAK).

Sementara itu Kepala Dinas P3AKB, H. Ahmat, dalam laporannya menyampaikan Kabupaten Lombok Timur memiliki 3.063 Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader PKK dan kader KB yang tersebar di 21 kecamatan dan 254 desa/kelurahan. Ia optimis Lombok Timur dapat meraih target 14% sesuai target nasional.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Wanita itu diisi pula penandatanganan komitmen sekaligus dikukuhkannya Bupati Lombok Timur H. M. Sukiman Azmy sebagai Orang Tua Asuh Pencegahan Stunting oleh Kepala BKKBN RI. Selain itu Ketua TP PKK Hj. Hartatik Sukiman Azmy dinobatkan sebagai duta pencegahan stunting di kabupaten Lombok Timur, sementara Ketua GOW Hj. Siti Kudsiah Rumaksi sebagai duta pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, dan Ketua Dharma Wanita Hj. Siti Nurhidayati Juaini Taofik sebagai duta Gender Champion Lotim.

Kegiatan yang dihadiri pula jajaran OPD teknis, dan Forkopimda ini diikuti pula oleh kepala desa, camat, PLKB, kader, dan seluruh pemangku kepentingan.hmlt

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

5 Oktober 2022 - 18:11 WITA

Tiga Raperda Disetujui Seluruh Fraksi Dewan Lotim

5 Oktober 2022 - 18:05 WITA

Lima OPD Dibawah 50 Persen, Bupati Lotim Target Realisasi APBD 97 Persen

4 Oktober 2022 - 17:59 WITA

Digitalisasi Penting Dorong Inklusi Keuangan

4 Oktober 2022 - 17:53 WITA

Guru Ngaji di Lotim akan di-BPJS-kan

3 Oktober 2022 - 19:37 WITA

Hari Kesaktian Pancasila 2022 di Kabupaten Lombok Timur

1 Oktober 2022 - 12:38 WITA

Trending di Lombok Timur