Berbagi Berita Merangkai Cerita

Stunting Bukan Hanya Soal Makan Tetapi juga Soal Jamban

0 11

MATARAM,DS-Penanganan stunting bukan hanya masalah makanan ataupun gizi buruk tetapi berhubungan juga dengan soal sanitasi, air bersih dan jamban. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus melakukan intervensi dan dukungan terhadap segala upaya yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota dalam menanganan dan penurunan angka stunting.

Pemerintah Provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) bekerjasama dengan Sekretariat Nasional AKKOPSI (Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi Indonesia) dan Mitra Samya (Mitra kerja UNICEF) menyelenggarakan diskusi dan pendidikan serta belajar atau Advocacy Horizontal Learning (AHL) Percepatan Pencapaian Buang Air Besar Sembarangan Nol (BASNO) di NTB dan Implementasi Pengelolaan Sanitasi Aman di KSB.

Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi NTB Marjito, S.Si., SKM., M.Kes dalam konfrensi pers Jum’at (28/2/2020) di Lesehan Taliwang Nada Kota Mataram, mengatakan Provinsi NTB mendukung upaya ini menjadikan dan mewujudkan KSB menjadi kabupaten Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) ditingkat provinsi dan nasional.

Diakuinya, saat ini stunting menjadi salah satu prioritas pemerintah secara nasional, termasuk di NTB. Stunting menjadi isu primadona yang selalu menjadi perbincangan hangat. Bahkan kunjungan Kerja Wakil Presiden RI KH. Makruf Amin di NTB pertengahan Januari 2020 yang lalu, meminta Pemprov. NTB menurunkan angka stunting 33,43 persen dibawah angka stunting nasional 27 persen.

Data Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya korelasi antara stunting atau tumbuh pendek pada anak dengan sanitasi. Perilaku Buang Air Besar Sembarangan (BABS) berkontribusi pada asupan nutrisi yang tidak optimal.

Sanitasi yang buruk juga dapat memicu kerusakan dinding usus akibat paparan bakteri. Akibatnya hal ini turut mengganggu penyerapan zat gizi makanan. Hal ini berdampak pada gangguan tumbuh kembang pada bayi dan balita, sehingga berakibat stunting.

Sedangkan di NTB, KSB merupakan salah satu kabupaten yang memiliki angka stunting terendah dengan angka 18 persen. “Makanya kegiatan AHL kegiatan yang cukup strategis,” jelas Marjito seraya berharap keberhasilan KSB akan diikuti oleh daerah lain di NTB. Bahkan KSB menjadi prioritas yang dikunjungi daerah lain di Indonesia untuk study banding dalam mengelola sanitasi dan BASNO.

“Rencananya, Gubernur NTB Dr.H.Zulkieflimansyah, SE.M.Sc akan membuka kegiatan AHL di KSB pada tanggal 4 Maret 2020 sebagai bentuk keseriusannya,” terang Marjito.

Sementara itu, ketua panitia, Amry Rakhman, mengatakan program ini awalnya merupakan ikhtiar Bupati KSB dalam 100 hari kerjanya. Dengan kerjasama dan sinergi semua pihak dan kesadaran masyarakat program ini berhasil. Bahkan mampu meningkatkan indek kesehatan masyarakat KSB.

Kata Kadis PUPR KSB, sampai Februari 2019, masyarakat NTB yang terakses jamban sebanyak 86,70 %. KSB satu-satunya daerah di Provinsi NTB yang telah mencapai BASNO sejak tahun 2016 seiring penerapan Program Jambanisasi dengan membangun 6.212 jamban baru. Tahun 2017-2019 dilakukan peningkatan kualitas jamban 18.660 unit melalui Program Hibah Air Limbah Setempat dari Kementerian PUPR.

Pencapaian ini menjadi pemacu Pemerintah KSB untuk mencapai pengelolaan sanitasi aman sejak awal tahun 2019. Atas proses dan hasil penanganan kualitas sanitasi tersebut, Pemerintah KSB mendapat perhatian dan apresiasi dari Pemerintah, Dunia Usaha dan NGO, termasuk UNICEF-PBB. Pengalaman dari Program ini sangat penting untuk dibagi kepada daerah lainnya.

Ia juga menjelaskan tujuan kegiatan ini untuk berbagi pengalaman dan pembelajaran pada setiap kabupaten/kota se-Indonesia umumnya dan Provinsi NTB khususnya, termasuk Lounching Roadmap BASNO NTB Tahun 2020-2024.

Kegiatan yang menghadirkan 200 orang, Bupati/Walikota se-NTB, OPD lingkup Pemrov NTB dan peserta lainnya di seluruh Indonesia, berlangsung tanggal 3 – 4 Maret 2020, mengusung tema “Tuntaskan BASNO Provinsi NTB, Hentikan Buang Air Besar Sembarangan Menuju Pengelolaan Sanitasi Aman”. Kegiatan ini juga akan diisi dengan diskusi yang menghadirkan pembicara dari Menteri PPN/Bappenas, Bupati KSB, Kementerian PUPR dan Kementerian Kesehatan.

Peserta Kegiatan AHL juga diajak berkunjung ke Kelurahan STBM, Lembaga Pendidikan Sanitasi, IPTL (Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja), dan Pabrik Pembuatan Septic Tank Sanitasi Aman KSB, yang merupakan program industrialisasi di NTB.

“Kami berharap, agenda Nasional ini dapat memperkenalkan destinasi wisata yang ada di Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, apalagi menghadapi event Internasional Motor GP di Mandalika,” tutup Kadis PUPR KSB didepan Karo Humas dan Protokol Setda NTB, Najamuddin Amy, Kasat Pol PP Provinsi NTB, Lalu Dirjaharta dan insan media. Edy

Leave A Reply