Berbagi Berita Merangkai Cerita

Stadion Malomba Milik Sah Pemprov Bukan TNI AL

0 76

MATARAM, DS – Status kepemilikan Lapangan Malomba di Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, dipastikan masih merupakan salah satu bagian aset milik Pemprov NTB. Hal itu merujuk penelusuran Panitia Khusus (Pansus) retribusi daerah DPRD NTB atas sejarah, serta pengakuan para ahli waris yang memastikan jika lahan Stadion yang kini diklaim oleh TNI Angkatan Laut (AL) itu telah berpindah tangan dari Sukemi selaku pemilik pertama Islo di Malomba yang telah diserahkan ke Pemda NTB.

“Klaim jika lahan Stadion Malomba itu milik TNI AL, saya pastikan tidak benar. Jadi, sangat wajarlah jika pihak BPN mengeluarkan sertifikat yang menunjukkan Malomba adalah bagian aset pemprov NTB,” tegas Anggota Pansus retribusi daerah DPRD NTB, HL. Darma Setiawan menjawab wartawan, Jumat (14/7).

Ia mengaku, saat rapat klinis dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB pada Kamis (13/7) sore lalu, terkuak jika SKPD terkait, belum bisa memanfaatkan Stadion Malomba tersebut, lantaran hingga kini, seluruh aset tersebut telah dipasangi plank oleh pihak TNI AL.

Politisi Golkar itu menuturkan, saat dirinya kecil, ia acap kali menonton pertandingan sepakbola di Stadion tertua di Pulau Lombok itu. Dimana, saat itu, lapangan itu bernama Islo yang dimiliki Sukemi. Sedangkan, pihak AL dibentuk pada tahun 1968 yang awalnya bernama Angkatan Laut Daerah yang dikomandoi oleh Suparno. “Dan kantor markas Angkatan Laut Daerah di wilayah sekitar Malomba menempati kantor Fajar Bakti yang memang dibeli oleh TNI AL, serta bukan lapangannya,” ungkap Darma.

Ia mengaku heran atas penguasaan lapangan Malomba oleh pihak TNI AL yang dilakukan hingga kini. Selain itu, bagi masyarakat yang ingin melakukan aktifitas berolahraga atau sekadar menggunakan fasilitasnya untuk suatu kegiatan tertentu harus menyewa ke pihak TNI AL.

Padahal, pemprov melalui kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB telah mengantongi sertifikat kepemilikannya. “Ini yang aneh bagi saya, tidak mengantongi surat resmi, kok berani mengklaim dan melakukan pungutan sewa kepada pihak yang menggunakan Stadion yang bukan miliknya,” kata Darma.

Menurutnya, jika memang pihak TNI AL memang ngotot memiliki bukti kepemilikan atas Stadion Malomba, sebaiknya hak tersebut segera dipublikan ke masyarakat. Sebab, di belakang areal itu terdapat barak Kompi B milik TNI Angkatan Darat (AD) yang hingga kini, mereka masih belum berani mengklaim jika lahan tersebut adalah miliknya.

“Di barak Kompi B yang dipakai oleh TNI AD untuk perumahan prajurit dan perwiranya malah disitu terpampang lahan milik pemprov NTB. Ini karena, jajaran petinggi TNI AD sangat paham akan sejarah dan penguasaan lahan itu. Tapi, yang saya heran, aparat TNI AL ini, kok masih ngotot mengusai lahan yang bukan milik mereka,” ujar Darma.

Pemprov, kata dia, jelas dirugikan atas pengusaan lahan Stadion Malomba oleh pihak TNI AL tersebut, lantaran meski tercatat dalam dokumen aset daerah, namun hingga kini, belum ada obyek tersebut memberilkan kontribusinya bagi pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita desak, pemprov harus berani memfungsikan lahan Stadion Malomba itu sebagai aset miliknya. Insya Allah, jika ada keseriusan untuk melakukan negoisasi dengan TNI AL, mereka akan mau. Kecuali jika ngotot, baru kita perkarakan ke pengadilan,” tandas Darma Setiawan.fahrul

Leave A Reply