Berbagi Berita Merangkai Cerita

Songsong Pemilu 2024, PSI NTB Jaring Milenal sebagai Caleg dan Kader Partai

146

FOTO. Dian Sandi Utama (DSU). (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Kekuatan kaum milenial sangat diperhitungkan oleh semua partai politik. Bahkan partai Solidaritas Indonesia (PSI) terus berkomitmen untuk menggaet generasi milenial bergabung ke dalam partai dan ikut berkontribusi di dunia politik.

“Kekuatan milenial dan generasi Z ini jadi pertimbangan setiap partai politik. Inilah dasar kami menjadikan mereka aset masa depan partai,” ujar Ketua DPW PSI NTB Dian Sandi Utama (DSU) pada wartawan, Kamis (26/8).

Menurut pria lajang kelahiran Lombok Tengah itu, pihaknya terus intensif bersama kader partai membuat aksi nyata dengan para milenial di sejumlah wilayah di NTB untuk membagikan paket sembako pada warga miskin terdampak Pandemi Covid-19.

Selain itu, pelatihan kepada milenial yang sudah bergabung dengan partainya juga mulai dilakukan.

“Kita harapkan, dengan pelatihan bagi para milenal itu merupakan bukti bahwa kita mau mempersiapkan kader-kader yang terbaik,” kata DSU.

Ia mengatakan adanya pelatihan itu membuat kemampuan politik kader muda PSI akan lebih mumpuni. Bahkan, diyakini bakal memberikan pengaruh pada anak muda lainnya bergabung ke partainya.

“Pelatihan semangat kebangsaan dan cinta Pancasila yang akan dan sudah dilakukan partai PSI. Tentunya, akan mencetak kader-kader muda potensial jelas akan membuktikan bahwa ada anak-anak Indonesia siap untuk berkontribusi secara nyata di level kepemimpinan di legislatif dan juga eksekutif di wilayah NTB,” jelas DSU.

DSU menegaskan tahun ini partainya melakukan rekrutmen besar-besaran. “Kami membuka pintu bagi siapapun yang punya ketertarikan, keterpanggilan untuk mengabdi dan untuk berbuat untuk bangsa dan negara dimanapun mereka berada,” tegasnya.

Ia menambahkan, ilmu itu bisa didapatkan dan dibawa para milenial ke ajang pemilihan maupun untuk kepemimpinan di swasta. “Jadi kita dorong anak-anak muda yang dimana itu adalah kekuatan Indonesia. Ke depan adalah tahun bonus demografi kita harus maksimalkan, karena ini adalah kekayaan bangsa dan negara. Disitu sorot PSI sebagai partai milenal akan membersamai mereka sebagai saluran politiknya,” tandas Dian Sandi Utama.

Diketahui, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) adalah partai yang baru didirikan usai pemilihan umum (Pemilu) 2014. Partai ini membawa identitas kebajikan dan keberagaman sebagai DNA-nya.

Partai yang lahir pada 16 November 2014 ini menargetkan kaum milenial dan perempuan Indonesia lintas agama untuk menjadi anggota partainya. Bahkan, partai beideologi Pancasila dan pluralisme ini melibatkan perempuan secara aktif dalam mengambil keputusan politik.

Partai ini dibentuk oleh Grace Natalie, seorang mantan presenter dan jurnalis. Anggota PSI aktif menggunakan media sosial Twitter dan Facebook untuk mengundang kaum milenial berpartisipasi dalam kegiatan politik. Hal ini mengingat mayoritas pemilih pada Pemilu Legislatif 2019 mendatang berusia 40 tahun ke bawah.

Salah satunya tagar #Merdeka100Persen yang dikampanyekan pada Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Tagar ini mengusung semangat solidaritas dalam keberagaman. Ada pula tagar #KepoinPilkada untuk meningkatkan sikap kritis dan jumlah partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal Pemilihan Umum Kepala Daerah serentak 2015.

Uniknya lagi, PSI tidak ingin ada mantan politikus dari partai lain yang bergabung, dan membatasi usia pengurus maksimal 45 tahun. Saat ini rata-rata usia anggota PSI adalah 20-30 tahun. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.