Berbagi Berita Merangkai Cerita

Songsong HUT ke 125 Lotim, Sekda Paparkan Program Prioritas 2021

38
Juaini Taofik

SELONG, DS – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke 125 Lombok Timur, Pemerintah daerah tetap menyelenggarakan berbagai acara untuk memeriahkan hari lahirnya kabupaten dengan penduduk terbanyak di NTB ini. Namun, kegiatan yang digelar tetap menerapkan protokol kesehatan dalam pelaksanaannya.

Acara yang digelar antaranya lomba sepeda gunung yang diikuti oleh 125 peserta dan pemberian bantuan sosial kepada 125 orang. Pemilihan jumlah tersebut sebagai makna simbolis usia Lombok Timur yang telah mencapai 125 tahun.

Dalam gelaran jumpa pers Jumat (28/08/2020), Sekda Lombok Timur, M. Juaini Taofik memaparkan sejumlah prioritas pembangunan pemerintah daerah di tahun 2021.

Seperti pembenahan infrastruktur yang masih menjadi bagian utama prioritas di tahun depan. “Kita masih fokus untuk meningkatkan dan meratakan infrastruktur kita,” pungkas Taofik.

Selanjutnya, sektor kesehatan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Terlebih, saat ini RSUD dr. R. Soedjono Selong, telah berhasil menaikkan status akreditasi, yang sebelumnya menyandang status RS type C, kini menjadi type B.

Dengan meningkatnya status akreditasi RSUD dr. R. Soedjono Selong, diharapkannya menjadi bagian dari peningkatan pelayanan kesehatan di rumah sakit milik daerah tersebut.

“Dengan naiknya type RSUD dr. Soedjono Selong, tentu kualitas pelayanan, dan kapasitas pelayanan harus ditingkatkan juga. Karena itu yang diinginkan masyarakat kita,” tandasnya sembari menyebutkan hal yang demikian harus dilakukan di RSUD Lombok Timur, yang belum lama beroperasi.

Disamping itu, program satu desa satu lapangan dan BUMDes juga menjadi sekala prioritas di tahun 2021. Karena merupakan bagian dari program pemerintahan Sukiman-Rumaksi yang telah dikampanyekan pada gelaran Pilkada lalu.

Mekanisme untuk perwujudan satu desa satu lapangan adalah dengan menjadikan tanah pecatu sebagai lapangan. Sementara itu, telah dilakukan pendataan juga untuk desa yang tidak memiliki tanah pecatu.

“Konsepnya adalah merubah tanah pecatu menjadi lapangan desa. Terkait adanya beberapa desa yang tidak punya pecatu, itu sudah terinventarisir. Dan akan fokus kita selesaikan di 2021,” bebernya. Dd

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.