Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal Putusan Bawaslu NTB, Paslon Mo-Novi Minta Semua Pihak Hormati Putusan Hakim dengan Lapang Dada

56

FOTO. Sambirang Ahmadi saat memberikan keterangan persnya. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Putusan Bawaslu NTB yang menolak semua dalil yang dituduhkan pasangan calon (Paslon) Bupati Sumbawa nomor urut 5, Syarafuddin Jarot–Mokhlis terhadap paslon Mahmud Abdullah–Dewi Noviany (Mo-Novi) pada kasus laporan dugaan pelanggaran Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM), menuai atensi tim pemenangan paslon Mo-Novi.

Ketua Umum Tim Pemenangan Mo-Novi, Sambirang Ahmadi mengatakan, sedari awal pihaknya sudah memprediksi pelaporan yang dilakukan paslon Jarot-Mokhlis bakal ditolak oleh majelis hakim Bawaslu NTB.

Hal itu menyusul, barang bukti dan saksi-saksi yang diajukan tidak terlihat memenuhi unsur TSM seperti yang diadukan selama persidangan yang berlangsung terbuka untuk umum tersebut.

Apalagi, saksi paslon Jarot-Mokhlis sejatinya di semua TPS di Sumbawa justru telah menanda tangani hasil perhitungan suara.

“Saya kira putusan Bawaslu menurut kami sudah klear and klean. Ini adalah proses demokrasi yang harus kita hormati dan terima dengan lapang dada. Yakni, Mo-Novi tidak terbukti melakukan tindakan dan perbuatan yang dituduhkan oleh pelapor,” kata Sembirang pada wartawan, Selasa (12/1).

Menurut Politisi PKS itu, pihaknya menghargai sikap paslon Jarot-Mokhlis yang mengajukan persoalan dugaan pelanggaran TSM Pilkada Sumbawa ke Bawaslu NTB.

Hanya saja, dengan telah adanya putusan  yang menolak semua gugatan pelapor, seyogyanya hasil itu juga harus diterima oleh para pihak. Khususnya, paslon Jarot-Mokhlis sebagai pelapornya.

“Proses sidang pembuktian yang cukup panjang sudah semua kita tempuh dan lalui bersama-sama. Maka, jika sekarang sudah ada hasilnya, ya baiknya putusan bahwa paslon Mo-novi sebagai bupati dan wakil bupati terpilih Sumbawa perlu juga diterima dengan fair,” tegas Sembirang.

Terkait dengan telah didaftarkannya gugatan sengketa hasil Pilkada Sumbawa ke Mahkamah Konstitusi (MK), lantaran selisihnya tipis. Menurut Sembirang, pihaknya juga menghargai langkah hukum lanjutan yang dilayangkan paslon Jarot-Mokhlis.

Meski demikian, antara persidangan di Bawaslu dan MK memiliki perbedaan signifikan. Yakni, jika gugatan Bawaslu akan berhadapan dengan paslon. Namun di MK, berhadapannya adalah dengan pihak penyelenggara. Yakni, KPU dan Bawaslu.

“Insya Allah, kami masih sangat optimis, proses di MK juga akan siap kita hadapi dan menangkan seperti halnya di Bawaslu NTB. Apalagi, kuat dugaan kami yang dipersoalkan di MK juga sama seperti yang di Bawaslu,” ungkap Sembirang

Terkait adanya dugaan intervensi pada majelis hakim di Bawaslu NTB untuk memenangkan Mo-Novi, Sembirang membantah hal itu.

Pasalnya, sejak awal persidangan di Bawaslu setempat berjalan terbuka dan transparan. Bahkan, disiarkan juga secara langsung melalui laman facebook Bawaslu NTB, sehingga masyarakat dari kalangan manapun dapat mengakses informasi di persidangan tersebut.

“Soal adanya pro dan kontra, serta tudingan apapun akan sulit dibuktikan. Kawan-kawan wartawan kan juga melihat bagaimana proses persidangan itu berlangsung secara live.  Pastinya, kita boleh berbeda, tapi dalam kehidupan sebaiknya kita saling merangkul dalam kehidupan bermasyarakat kedepannya,” tandas Sembirang Ahmadi.

Senada dengan Sembirang. Dewan Penasehat Tim Koalisi Mo-Novi, H. Asa’at Abdullah menegaskan, kemenangan paslon nomor urut 4 dalam persidangan di Bawaslu kali ini, adalah merupakan kemenangan rakyat Sumbawa.

Pihaknya memastikan, ditolaknya gugatan paslon Jarot-Mokhlis tidak akan dirayakan pihaknya melalui eufhoria yang berlebihan. Mengingat, saat ini, masih dalam situasi pandemi Covid-19.

“Paslon Mo-Novi sedari awal menjunjung penuh protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. Jadi, kalaupun kita menang, ya kita syukuri sebagai kemenangan masyarakat Sumbawa dan tanpa harus hura-hura. Sebab, kami juga ingin mengajak semua paslon, termasuk Jarot-Mokhlis untuk membangun dan mewujudkan Sumbawa Gemilang,” tegas Asa’at menjelaskan.

Terpisah, Ketua Tim Advokasi dan Hukum Mo-Novi, Kusnaini menambahkan, ditolaknya semua gugatan pelapor dalam sidang putusan Bawaslu NTB terkait dugaan TSM Pilkada Sumbawa, terlihat sangat sesuai dan serasi dengan kesimpulan yang dilayangkan pihaknya pada sidang sebelumnya. 

“Kami syukuri Alhamdulillah, karena semua dalil pelapor tidak ada yang terbukti. Sehingga, jawaban kesimpulan kami selaras dan serasi dengan majelis hakim pemeriksa,” kata dia.

Menyinggung gugatan lanjutan di MK yang juga telah dilayangkan paslon Jarot-Mokhlis. Kusnaini menghormati langkah yang telah dilakukan paslon nomor urut lima tersebut. 

“Insya Allah, kami sudah menyiapkan tim hukum di persidangan MK. Prinsipnya, Mo-Novi akan siap melakukan pembelaan dan jawaban terkait tudingan yang akan dituduhkan di persidangan kedepannya,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.