BSK Samawa

Soal Proyek SPAM, Bank Dunia Pertanyakan Komitmen Pemda Bangun 7000 Sambungan

Perwakilan bank dunia (Word Bank) meninjau progres pembangunan SPAM Pantai Selatan Lombok Timur

Selong,DS – Bank Dunia belum puas melihat progres pengerjaan proyek SPAM Pantai Selatan Lombok Timur (Lotim) yang sampai sekarang belum kunjung tuntas. Mereka mempertanyakan komitmen Pemkab Lotim mengawal keberlanjutan proyek ini. Terlebih lagi Pemkab Lotim juga telah mendapatkan dana pendampingan untuk menuntaskan proyek tersebut.

Perwakilan Word Bank kembali turun meninjau progres pembangunan SPAM Pantai Selatan Lombok Timur (Lotim) pada Senin (26/2/24) dan mempertanyakan komitmen Pemkab Lotim untuk keberlanjutan proyek utamanya terkait dengan distribusi air ke masing-masing rumah warga, yaitu komitmen pembangunan 7000 sambungan rumah.

“Kita mempertanyakan Komitmen Pemkab Lotim terkait dengan pembangunan 7000 sambungan rumah tersebut,” ujar Evi selaku perwakilan Bank Dunia.

Menurutnya, Pemkab Lotim harusnya bisa mempresentasikan informasi yang lebih komperehensif dan mendalam tentang rencana dan realisasi 7000 sambungan rumah itu di setiap desa sasaran.

“Harusnya kita diberikan data secara representatif akan gambaran yang komprehensif dari komitmen itu. Harusnya berbagai pihak terkait yang mengawal proyek ini bisa memberikan penjelasan secara detail terkait rencana keberlanjutan pengelolaan dan pemeliharaan proyek ini,” kata Evi.

Tidak hanya sambungan rumah, Evi juga mempertanyakan bisnis plan dari PDAM. Hal ini untuk memastikan kelancaran program untuk 5 tahun ke depan dalam pengelolaannya.

“Kami meminta supaya dipaparkan 900 SR yang sudah disambungkan oleh Pemkab Lotim, bagaimana skemanya apakah sudah dipetakan. Dengan demikian maka kita akan tahu target yang dicapai, tapi ini tidak. Apa yang telah dijanjikan pada tahun 2022 itu sampai sekarang kami belum dapatkan progressnya ,” ujar Evi.

Dia meminta supaya pemasangan SR proyek SPAM dipercepat. Begitu halnya dengan perhitungan Detail Engineering Design (DED) supaya segera direalisasikan sesuai dengan apa yang telah dipaparkan Pemkab Lotim di akhir tahun 2023 lalu.

“DED jika memungkinkan 1 bulan. Kalau tidak demikian target tidak tercapai. Lelang 3 bulan selanjutnya konstruksi 6 bulan. Sudah masuk akhir tahun dong,” katanya.

Pada kesempatan itu ia juga meminta di sisa waktu pengerjaan dua bulan ini supaya bisa dimaksimalkan dengan sebaik baik mungkin agar proyek SPAM bisa tuntas 100 persen. Pasalnya, progres pengerjaan sekarang ini terbilang belum begitu memuaskan karena baru sekitar diangka 81 persen. Itu artinya jauh dari pencapaian yang diharapkan.

“Kita minta Pemkab Lotim dan BPPW NTB supaya segera menuntaskan kegiatan yang sudah diprogramkan. Terutama berkaitan dengan target 8.000 sambungan yang menggunakan dana pendampingan,” pungkasnya.

Sementara itu Kadis PUPR Lotim, Achmad Dewanto Hadi, yang hadir dalam pertemuan itu belum bisa memberikan penjelasan secara rinci berkaitan dengan berbagai hal yang dipersoalkan oleh Bank Dunia.

“Kami akan upayakan untuk menyampaikan berbagai persoalan tersebut melalui zoom meeting. Yang jelas kami berkomitmen untuk menuntaskannya,” imbuhnya.li

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.