Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal Program Zero Waste, Pemkot Mataram Ajukan Permintaan Ini

32

FOTO. Wali Kota Terpilih Mataram H. Mohan Roliskana (kiri) saat berdiskusi dengan Wagub Sitti Rohmi Djalilah di Pendopo Wagub di Panji Tilar, Kota Mataram. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Wali Kota Mataram terpilih, H Mohan Roliskana berharap Pemprov NTB membantu truk sampah untuk penanganan sampah di Kota Mataram. Permintaan yang langsung disampaikan ke Wakil Gubernur NTB, Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah, itu berkenaan dengan program NTB Zero Waste yang sudah berjalan sejak akhir 2018.

Wakil Gubernur NTB Dr Hj Sitti Rohmi Djalilah mengundang Walikota Mataram terpilih, H Mohan Roliskana dan jajaran untuk membahas masalah pengelolaan sampah di Ibukota NTB.Mohan hadir bersama PLH Wali Kota dan jajaran Pemkot Mataram, sementara mendampingi Wagub Rohmi, turut hadir Assisten II H Ridwansyah, Assisten I Hj Baiq Eva Nur Cahyaningsih, dan Kadis LHK NTB H Madani Mukarom.

“Saya pikir dengan pertemuan ini kita semua sudah satu visi dalam penanganan sampah. Kalau soal backup Pemprov untuk kota nanti bu Wagub yang jawab. Tapi saya minta bantu kami dengan sarana operasional, paling tidak satu unit truk pengangkut saja. Karena selama ini belum ada bantuan dari Pemprov,” kata Mohan dalam pertemuan hari Senin (22/2) itu.

Mohan mengatakan, jika ada bantuan truk pengangkut sampah itu akan diberi tulisan “Bantuan Pemprov NTB”, dan “Menuju NTB Gemilang”, sebagai bentuk kampanye dan sosialisasi program NTB Zero Waste di Kota Mataram.

Ia menegaskan, terkait penanganan sampah, sudah cukup banyak upaya kongkrit yang dilakukan Kota Mataram. Salah satunya dengan adanya Rumpil Inges di Kelurahan Mataram Barat dan pengelolaan sampah terpadu di Kelurahan Dasan Cermen.

“Model pengelolaan di Mataram Barat ini akan kita replikasi ke yang lainnya. Di Sandubaya juga kelompok budidaya ikan sudah menggunakan pakan pelet dari sampah organik,” katanya.

Dalam pertemuan, Mohan Roliskana juga meminta agar Pemprov NTB juga melakukan koordinasi yang sama dengan Pemda Kabupaten Lombok Barat. Sebab penanganan sampah harus dilakukan holistik dan lintas daerah Kabupaten dan Kota.

“Ini fakta dan situasi yang kita hadapi. Misalnya warga yang ada di perbatasan (Lobar-Mataram), mungkin karena sampahnya tidak terlayani dengan baik, akhirnya Kota Mataram jadi bak sampah besar. Ini tidak masalah, tetapi lama-lama kan menumpuk juga di Mataram. Sehingga kami juga berharap Pemprov membicarakannya dengan Lombok Barat,” katanya.

Menanggapi permintaan Wali Kota Mataram terpilih, Wagub Rohmi mengatakan akan berikhtiar mensupport kebutuhan Mataram.

“(Soal truk) kalau bicara anggaran, jelas kita kernyitkan dahi, karena banyak anggaran di-recofusing. Tapi InsyaAllah kita akan ikhtiarkan. Kita akan bantu, tapi tak bisa mengambil alih, karena apa yang sudah dilakukan Kota Mataram (dalam pengelolaan sampah) jauh lebih besar,” katanya.

Menurutnya, anggaran Zero Waste kelihatannya memang besar. Namun sebagian besar anggaran tersedot untuk pengelolaan TPA Regional.

“Tapi nanti tetap kita ikhtiarkan. Yang terpenting pertemuan ini kita punya semangat yang sama tentang pengelolaan sampah hulu dan hilir. Paradigma angkut dan buang harus dirubah, sehingga yang diangkut itu hanya residu karena sudah dikelola lebih dulu di hulu,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.