Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal Perubahan Nama Bandara Lombok, NU-NW Sepakat Serahkan ke Pemerintah

1.000

FOTO. Kapolda NTB bersama para tokoh ormas NU dan NW saat silaturrahmi dan doa bersama di halaman Mapolda NTB. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Polemik atas pergantian nama Bandara Internasional Lombok (BIL) menjadi Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) terus menggelinding beberapa pekan terakhir. Perubahan nama itu mulai menggiring dua ormas besar di NTB yakni, Nahdlatul Ulama dan Nahdlatul Wathan (NU-NW).

Keterangan yang dihimpun menyebutkan, pihak-pihak yang tidak setuju menurunkan papan nama bandara terbesar di NTB tersebut.Tak sampai di situ, ulah penurunan papan nama ini juga dibawa-bawa ke ranah hukum. Tindakan itu dianggap upaya melanggar hukum lantaran merusak fasilitas milik negara.

Sadar dengan potensi konflik yang ditimbulkan dari gesekan ini, Polda NTB mempertemukan kedua tokoh ormas tersebut. Kedua pihak dipertemukan dalam kegiatan silaturrahmi dan doa bersama.

Perwakilan tokoh NU, TGH Ma’arif Makmun Diranse mengatakan, persoalan penggantian nama BIL hendaknya semua pihak menempatkan faktor kedamaian. Jangan sampai keributan ini membenturkan pemuka NU dan NW. “Kami masih ada hubungan emosional, sahabat dan teman,” kata dia, Rabu (6/1) kemarin.

Menurut TGH Ma’rif,  sejatinya antara NU dan NW memiliki adanya hubungan silsilah keguruan di antara kedua ormas tersebut. Untuk itu, Ketua Baznas Lombok Tengah itu meminta agar kisruh nama bandara jangan dikait-kaitkan dengan kedua ormas yang punya hubungan kedekatan itu

“Mari kita serahkan kepada pemerintah dan yg berwenang,” tegas Pimpinan Ponpes Manhalul Ma’arif Darek itu.

Sementara itu, perwakilan organisasi Nahdlatul Wathan (NW), TGH Yusuf Makmun mengatakan, dalam kehidupan selalu beriringan dengan masalah. Namun permasalahan tidak semestinya menjadikan tercerai berai. Terlebih lagi jika berakhir dengan konflik sosial berkepanjangan.

Ia berharap perbedaan yang ada khususnya terkait nama bandara disikapi dengan arif dan bijaksana.

“Semoga perbedaan jangan menjadikan suatu masalah, karena sudah sewajarnya dalam hidup pasti ada masalah. Mari jadikan perbedaan menjadi sebuah kebersamaan,” ungkapnya.

Terkait penggantian nama bandara, pihaknya meminta agar dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya. “Tugas ini, merupakan tugas pemerintah bersama instansi terkait lainnya,” ucap TGH Yusuf Makmun.

*Kedamaian

Terpisah,  Kapolda NTB Irjen Pol Mohammad Iqbal, selaku inisiator kegiatan menyebut, silaturrahmi dan doa bersama ini langkah mewujudkan kedamaian bersama tokoh NU-NW serta semua elemen masyarakat.

Ia menyinggung peran penting para ulama dan tokoh masyarakat. Peranan ini sangat terasa dan menjadi kunci utama  dalam penyelesaian setiap permasalahan yang ada.

“Kami tidak bisa bekerja dengan maksimal apabila tidak dibantu oleh semua stakeholder dan semua elemen. Sekaligus yang paling penting terutama adalah doa dan peran para ulama, para tuan guru,” ungkapnya.

Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan, hampir semua undangan kegiatan silaturrahmi dan doa bersama hari ini hadir. Lantaran itu, pihaknya merasa sangat bahagia atas pertemuan tersebut.

Di hadapan majelis, Iqbal menyebut dirinya dinasehati oleh TGH Lalu Muhammad Turmudzi Badruddin. Dalam nasehatnya, sepuh NU itu mengingatkan agar tugas yang dijalani Kapolda diniatkan dengan baik.

“Pak Kapolda, Insyaallah kalau niatnya baik, Allah akan mengatur dan menyusun apa yang menjadi atau diniatkan,” ungkap Kapolda.

Mantan Kadiv Humas Polri itu mengatakan, silaturrahmi dan doa bersama yang digelar merupakan salah satu upaya dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas). “Dengan silaturrahmi ini, maka masalah yang terjadi bisa ada solusi,” tegas Kapolda.

Senada dengan Iqbal. Gubernur NTB H Zulkieflimansyah menuturkan saat awal kepemimpinannya. Dimana perekonomian NTB pada kwartal III tahun 2018 paling rendah se-Indonesia. Penyebabnya tidak lain karena bencana gempa bumi yang menyebabkan kontraksi ekonomi berada di angka 13,39 persen.

“Saya mengetahui nilai ekonomi sebesar itu, bikin merinding. Yang terbayang adalah kemiskinan, pengangguran tidak bisa dibendung,” tegasnya.

Namun berkat doa para ulama, cobaan itu disebutnya bisa dilalui. Kedepan, Bang Zul berharap perkembangan NTB terus menunjukan kemajuan, terutama untuk kesejahteraan masyarakat. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.