Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal Paket Cagub/Cawagub Poros Tengah Mulai Beda Pendapat

0 16

MATARAM, DS – Pernyataan Ketua DPW PAN NTB H Muazzim Akbar yang menyebut parpol Koalisi Poros Tengah sudah final mengusung pasangan H Ahyar Abduh sebagai bakal calon gubernur (Bacagub) dan H Qurais H Abidin sebagai bakal calon wakil gubernur (Bacawagub) NTB 2018, belum bisa dipertanggungjawabkan.Terjadi beda pendapat antara PAN dan PKB.

Ketua DPW PKB NTB, H Lalu Hadrian Irfani atau Lalu Ari, mengatakan hingga kini belum memfinalkan dukungan terhadap para kandidat bacagub dan bacawagub NTB tertentu. Pasalnya, PKB yang masuk dalam koalisi parpol poros tengah bersama PPP dan Partai Hanura, baru merampungkan penutupan pendaftaran Bacagub dan Bacawagub NTB.

“Kalau ada pernyataan kita dukung salah satu pasangan yang sudah final, mana buktinya pak H Qurais H Abidin mendaftarkan ke kami. Prinsipnya, PKB akan memproses para figur Bacagub dan Bacawagub NTB yang telah mendaftarkan diri. Disitu, sampai penutupan, tak ada nama pak H Qurais H Abidin,” tegasnya menjawab wartawan melalui pesan Whatsapp, Kamis (25/5).

Lalu Ari mengaku belum sekalipun diajak berkomunikasi oleh Ketua DPW PAN NTB H Muazzim Akbar terkait pernyataan yang telah berani menyebutkan jika telah final dukungan Koalisi Poros Tengah ke bacagub dan bacawagub tertentu tersebut.

“Sampai sekarang belum ada komunikasi apapun. Prinsipnya, kita berkoalisi karena ada komitmen bersama terkait mekanisme pendaftaran dan pengusungan calon gubernur dan calon wakil gubernur dilakukan bersama-sama di internal parpol masing-masing,” ujarnya.
Diketahui, secara tiba-tiba pada Rabu (24/5) lalu, HM. Muazzim Akbar selaku Ketua DPW PAN NTB menegaskan koalisi poros tengah telah mengerucutkan dukungan untuk mengusung H Ahyar Abduh dan H Qurais H Abidin sebagai calon gubernur dan wakil gubernurnya.

Ia menyebutkan ada sejumlah alasan sehingga koalisi poros tengah yang terdiri atas PAN, PKB, Hanura, PPP dan Gerindra solid bersepakat mendukung keduanya menjadi calon gubernur dan wakil gubernur di Pilkada NTB 2018. Di antaranya, keduanya sama-sama pasangan petahana karena menjabat selama dua periode sebagai Wali Kota Mataram dan Wali Kota Bima.

Selain itu, menurut Muazzim, keduanya dinilai sama-sama mewakili suara masyarakat di dua pulau, yakni Lombok dan Sumbawa. Selanjutnya, kapasitas keduanya sudah tidak di ragukan lagi, karena berhasil memimpin sebagai wali kota di daerahnya masing-masing. “Jadi mereka ini sudah dua periode memimpin sebagai wali kota,” ujar Muazzim.

Disinggung bagaimana dengan dukungan partai-partai koalisi poros tengah lain yang sejak awal memberi sinyal akan mengusung Ahyar Abduh dan Mori Hanafi, Muazzim menegaskan kalau semua itu tidak ada.

“Memang ada keinginan untuk mengusung, tetapi tidak mungkin. Karena keduanya berasal dari partai yang sama Gerindra. Kita tahu Ketua DPD Gerindra merupakan kakak kandung H Ahyar Abduh. Tidak mungkin ada dua kader Gerindra,” jelasnya.

Hal demikian juga dengan posisi H Qurais H Abidin yang masih menjadi Ketua DPD Demokrat Kota Bima. Bagi Muazzim tidak menjadi soal.”Itu terserah H Qurais kalau soal Demokrat. Kita tidak ikut-ikut,” tegasnya. fahrul

Leave A Reply