Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal Kemenangan Achintya Nilsen di Miss Indonesia 2017 TGB : Pemda NTB Harus Dilibatkan Agar Tak Simpang Siur di Masyarakat

0 8

MATARAM, DS – Gubernur Dr. TGH. Muhamad Zainul Majdi angkat bicara atas kemenangan Achintya Nilsen sebagai Miss Indonesia 2017 yang kini menuai perdebatan di kalangan masyarakat NTB. TGB mengaku, menyambut baik gagasan dan kontribusi semua pihak, termasuk kalangan swasta yang ikut memajukan pariwisata di daerahnya.

Meski demikian, jika menyangkut nama daerah, sebaiknya perlu ada role of game dan aturan yang jelas. Apalagi, setelah ditelisik, ternayata Achintya Nielsen yang mampu mengalahkan dua finalis lain dari Bengkulu dan Sulawesi utara dalam acara yangdisiarkan langsung stasiun televisi RCTI, milik pengusaha Hary Tanoe pada Sabtu malam (22/4) lalu, justru ia bukan berasal dari NTB.

“Saya sendiri tidak tahu, kenapa kok bisa ia (Achintya Nielsen) dapat mewakili NTB, karena saya memang nggak ngerti dan tidak mendalami berita itu. Saya hanya mendengar sekilas namun, kita hargai semua kontribusi siapapun. Tapi, jika merepresentasikan daerah, maka tentulah harus ada pula pelibatan daerah yang jelas. Ini penting agar tidak menimbulkan simpang siur dan keresehan di masyarakat,” ungkap Gubernur menjawab wartawan usai menghadiri Temu Inovasi Inspirasi dari Guru di Gedung Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB, Selasa (25/4).
Gubernur mengatakan, dirinya mendukung penuh kegiatan konstentasi dan ajang pemilihan Miss Indonesia tersebut. Hanya saja ada syarat yang harus tetap dikedepankan pihak penyelenggara. Diantaranya, sisi kecerdasan, kepedulian dan ketanggapannya terkait persoalan yang kini dihadapi masyarakat dan pemda di Indonesia.

“Sekali lagi, adanya ajang pemilihan itu, jangan hanya bersifat mengeksploitasi, sisi lahiriah terkait kecantikannya semata. Kalau yang itu dikedepankan, maka saya tidak sependapatlah,” tegas Zainul Majdi.

TGB berharap kedepannya, pihak penyelenggara kontes danpemilihan Miss Indonesia harus lebih dahulu melakukan pembicaraan dengan pihak pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata serta stake holder pariwisata lainnya. Hal ini penting agar tidak terulang saling ketersinggungan antar daerah dan masyarakat.

“Kasus kemenangan Achintya Nilsen sebagai Miss Indonesia 2017 merupakan koreksi bagi semua pihak. Utamanya, penyelenggara dari kontes itu, sehingga marilah kita saling menghargai dan jangan pernah lagi tidak melibatkan pemda di ajang yang mengangkat harkat dan martabat daerahnya,” ujar Gubernur.

Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov NTB Yusron Hadi, mengaku, jika Achintya Nilsen bukan wakil dari NTB. “Kami tegaskan bahwa Achintya Holte Nilsen bukan wakil NTB,” kata dia menjawab wartawan, Selasa (25/4).

Pemprov, kata dia, menghargai upaya semua pihak mempromosikan daerahnya yang kini makin dikenal sebagai tujuan wisata halal. ‘Sebagai pionir wisata halal di tanah air, haruslah kita semua berhati-hati menyematkan nama NTB dalam ajang seperti ini,” tegas Yusron.

Penolakan Achintya sebagai wakil NTB didasari beberapa alasan. Pertama Achinya Nilsen tidak bermukim di NTB seperti yang dipersyaratkan kepada setiap peserta ajang Miss Indonesia. Kedua, pemerintah provinsi NTB tidak pernah mengetahui proses pemilihan Miss Indonesia.

Ketiga, penyelenggara tidak berkoordinasi langsung dengan pemerintah daerah dalam menyematkan nama NTB kepada yang bersangkutan. Kalau memakai nama NTB, Yusron meminta itu adalah bentuk keterlibatan pemerintah daerah NTB.

Kemenangan Achintya Nilsen itu memancing perdebatan di kalangan masyarakat NTB. Dian Sandi Utama, 31 tahun asal Bondir Kabupaten Lombok Tengah yang mengatasnamakan Aliansi Pemuda NTB-Jakarta menyatakan keikutsertaan Achintya adalah sepihak mengatas namakan NTB.

Achintya Nilsen finalis dari Nusa Tenggara Barat, memenangi kontes kecantikan Miss Indonesia 2017 yang diselenggarakan di Jakarta pada Sabtu, 22 April 2017 malam. Acara disiarkan langsung di stasiun televisi RCTI, milik pengusaha Hary Tanoe. Achintya Nielsen mengalahkan dua finalis lain dari Bengkulu dan Sulawesi utara.

Gadis yang masih kelas 3 SMA ini lahir di Denpasar, 1 Januari 1999. Prestasinya antara lain Regional Finals Tennis 2009-2011, BSSA Soccer 15+ Girls 1st Place 2015, BSSA Volleyball 15+ Girls 1st Place 2014 & 2016. Selain di bidang olah raga, Achintya Nielsen juga berprestasi di bidang lainnya, seperti menjadi Delegate of Colombia Bali Model United Nation (MUN) III tahun 2013, Delegate of Ukraine Bali MUN IV tahun 2014, dan Delegate of Indonesia TAIMUN XIII tahun 2015.

“NTB merupakan provinsi yang membutuhkan pertumbuhan ekonomi. Harapan saya adalah untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat luas dengan cara mengkembangkan sustainable tourism beserta program-program lain yang langsung bisa dirasakan oleh masyarakat” kata Achintya Nilsen seperti dikutip lamanmissindonesia.co,id
Achintya Nilsen yang berdarah campuran Bali dan Norwegia ini menguasai bahasa Inggris dan Norwegia. Sebagai Miss Indonesia 2017, Achintya Nilsen akan mewakili Indonesia di ajang Miss World 2017.fahrul

Leave A Reply