BSK Samawa

Soal Kemalingan 60 Unit AC, DPRD Desak Dirut RSUP NTB Perbaiki Tata Kelola Manajemen Internal

FOTO. Akhdiansyah. (FOTO. RUL/DS)).

MATARAM, DS – Komisi V DPRD NTB yang membidangi pendidikan dan kesejahteraan rakyat (Kesra), menyayangkan hilangnya sejumlah pendingin ruangan atau AC milik Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB yang digondol maling pada 12 Desember 2021 lalu. Apalagi, jumlah yang dicuri tak tanggung-tanggung mencapai sebanyak 60 unit.

“Insiden kehilangan 60 AC dan katanya ada juga aki itu enggak bisa dibiarkan begitu saja. Kasus ini sangat kita sayangkan, maka Pak Dirut RSUP harus bertanggung jawab atas kasus kemalingan tersebut,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah pada wartawan saat dihubungi melalui telpon selulernya, Jumat (7/1) .

Menurut Politisi PKB itu, sesuai informasi dari pihak kepolisian bahwa AC itu hilang secara bertahap terletak pada aspek manajemen pengawasan di RSUP NTB.

Sebab, lanjut Akhdiansyah, kabarnya peristiwa kehilangan puluhan fasilitas negara tersebut terjadi saat Dirut RSUP NTB tengah fokus berada di Sirkuit Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah untuk mengawal proses ajang balapan dunia, yakni WSBK pada tahun 2021 lalu.

Oleh karena itu, ia menduga ada unsur kelengahan dan kelalain di dalam manajemen di RSUP setempat. Mengingat, tenaga keamanan yang bertugas di rumah sakit terbesar di Provinsi NTB tersebut, relatif cukup banyak jumlahnya.

“Peristiwa kemalingan 60 unit AC dan aki ini enggak bisa dibiarkan. Ini akan jadi bahan kami saat menggelar rapat internal komisi dengan mitra pada Senin Minggu depan. Salah satunya pada Dirut RSUP NTB dalam waktu dekat ini,” ujar Akhdiansyah.

Terkait apakah perlu posisi Dirut RSUP NTB dilakukan evaluasi lantaran lalai pada tugas dan tanggung jawabnya. Menurut dia, pihaknya belum sampai pada kesimpulan tersebut. Hanya saja, ia meminta agar Dirut RSUP NTB lebih fokus memperbaiki kerja jajarannya.

“Nanti lah hal itu setelah kita dengar jawaban langsung dari Pak Dirut. Kita enggak sampai ke arah meminta Pak Gubernur mengevalusi kerja Pak Dirut. Yang ada kita minta Pak Dirut fokus menuntaskan kewajibanya melayani kesehatan di Rumah Sakit dan bukan ngurus hal lain diluar kewenangannya,” tandas Akhdiansyah.

Diketahui, kasus kehilangan 60 unit AC terjadi pada 12 Desember 2021 lalu. Maling beraksi di bagian timur rumah sakit dan mengambil 60 AC outdoor. Uniknya, tidak ada security di bagian timur rumah sakit yang melihat kejadian tersebut.

Kasus tersebut baru terungkap dari CCTV yang melihat ada pria yang tengah mencongkel dan mengambil AC.

Polisi kemudian melakukan olah TKP, memeriksa beberapa saksi dan melihat rekaman CCTV. Di mana total kerugian mencapai angka Rp 100 juta. Hasilnya, dua pria berhasil diidentifikasi diduga pelaku berinisial WPP (25 tahun) asal Lingkungan Bebidas, Mataram dan AAM (21) asal Babakan Mataram.

“Kedua tersangka berhasil diamankan di rumahnya. Kini sudah menjalani pemeriksaan,” ujar kata Kasi Humas Polsek Cakranegara, Aipda Andri Prasetya, Kamis (4/1).

Dari keterangan kedua tersangka, mereka mengakui melakukan aksi pencurian dengan cara membuka AC yang terpasang menggunakan obeng.

“Pelaku mengaku membuka AC dengan obeng, yang selanjutnya dikumpulkan di keranjang sampah dan ditutup dengan sampah,” kata Aipda Andri.

Pelaku dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. RUL.

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.