Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal Kelanjutan Jadup Korban Gempa, Sekda NTB Enggan Berspekulasi

0 40

MATARAM, DS – Pemberian jaminan hidup (jadup) untuk korban gempa di wilayah terdampak gempa di NTB hingga kini belum ada kabar lebih lanjut. Sekda NTB H. Lalu Gita Ariadi mengatakan, masih menunggu kabar dari Pusat dan enggan berjanji terkait realisasi dana jadup tersebut.

“Pokoknya, kami enggan berspekulasi macam-macam. Karena seluruh ikhtiar, termasuk menyampaikannya ke pak Wapres KH. Ma’ruf Amin saat berkunjung ke Kota Mataram beberapa hari lalu juga telah kita lakukan. Sementara, saya enggak mau berbicara terlalu jauh terkait kelanjutan dana jadup ini,” ujar Sekda menjawab wartawan, Kamis (12/3).

Menurut Sekda, Pemprov NTB telah melakukan berbagai upaya, termasuk bersurat ke Pemerintah Pusat terkait kelanjutan dana jadup ini. Hal itu dipicu sudah ada sebagian masyarakat menerima dana jadup namun sebagian lainnya dengan jumlah yang besar, justru belum menerima dana bantuan tersebut.

“Kami bukan tinggal diam. Segala upaya telah kita lakukan, tapi memang kelanjutannya yang belum ada. Makanya, kawan-kawan wartawan kalau ingin tahu detailnya, silahkan ke OPD terkait, yakni Kadis Sosial dan Kepala BPBD NTB karena, sejauh ini saya belum tahu respon surat atas surat yang kita layangkan beberapa waktu lalu itu,” tegas Gita.

Sekda menuturkan, sejauh ini pemda kabupaten/kota terdampak gempa bumi telah mulai melengkapi semua persyaratan yang diminta oleh pihaknya. Namun ia juga tidak bisa memastikan kapan jadup itu akan bisa keluar secepatnya.

“Sekali lagi, saya enggak mau janji-janji nanti takut salah. Yang pasti, kita akan terus kawal surat yang kita layangkan terkait kelanjutan dana jadup itu,” tandas Sekda Gita Ariadi.

Khusus di Kota Mataram selaku daerah terdampak gempa di NTB, terpantau sudah ada sebanyak 1.077 kepala keluarga (KK) yang akan menerima jadup di Kota Mataram. Ini merupakan jumlah berdasarkan hasil verifikasi dari Pemerintah Kota Mataram. Masing-masing anggota keluarga akan diberikan jadup sebesar Rp 10 ribu/hari. Namun hingga hari ini jadup itu belum diketahui kabarnya.RUL.

Leave A Reply