A place where you need to follow for what happening in world cup

Soal Kebijakan Ganti Warna Plat Nomer untuk Sistem Tilang Online, SJP Desak Pemerintah dan Polisi Lakukan Audit

32

FOTO. Suryadi Jaya Purnama. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Pemberlakukan sistem tilang online di beberapa wilayah di Indonesia membutuhkan beberapa penyesuaian diantaranya warna tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB), khususnya untuk kendaraan pribadi diubah dari warna dasar hitam dan tulisan putih menjadi warna dasar putih dengan tulisan hitam.

Hal ini bertujuan agar TNKB lebih mudah terekam oleh kamera apabila terjadi pelanggaran. Sedangkan, untuk angkutan umum tetap berwarna dasar kuning dengan tulisan hitam dan mobil dinas pemerintah berwarna dasar merah dengan tulisan putih.

Selain perubahan warna, juga terdapat perbaikan bahan dan cat yang akan diganti menggunakan stiker.

Kewenangan terkait registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor itu sendiri dilaksanakan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai Pasal 64 ayat 4 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sehingga pergantian warna TNKB ini tercantum dalam Peraturan Kepolisian Nomor 7 Tahun 2021 tentang Registrasi dan Identifikasi Kendaraan Bermotor yang berlaku mulai tanggal 5 Mei 2021. Namun hingga saat ini masih ditunda implementasinya karena masih dalam proses persiapan.

Terkait hal ini, Fraksi PKS DPR memberikan catatan bahwa adanya rencana pergantian warna, serta bahan dan cat TNKB tersebut agar dilakukan secara bertahap.

“Dan jangan sampai membebani masyarakat dengan menaikkan biaya TNKB,” ujar Anggota Fraksi PKS DPR RI, Suryadi Jaya Purnama ST dalam siaran tertulisnya, Minggu (15/8).

Politisi asal Lenek, Lombok Timur mengingatkan, seyogyanya dalam jangka panjang, perlu berbagai perubahan dilakukan. Hal ini, bersamaan dengan diberlakukannya sistem tilang online dapat berdampak dalam mengurangi tingkat kecelakaan.

Diantaranya, lanjut SJP, dengan melakukan penindakan yang tegas pada kendaraan yang melebihi batas kecepatan, kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL), serta berbagai pelanggaran lainnya.

Sebab, kata dia, menurut data BPS sejak 2014 hingga 2019 angka kecelakaan selalu meningkat dari 95.906 kecelakaan pada 2014 menjadi 116.411 kecelakaan pada 2019.

“Pada tahun 2020 angka kecelakaan cenderung menurun karena banyaknya pembatasan pergerakan orang akibat pandemi,” kata Suryadi.

Ia menuturkan, beberapa faktor penyebab kecelakaan sendiri. Di antaranya, sebanyak 61% akibat faktor manusia dan 9% karena faktor kendaraan. “Khusus di Jalan tol, 60% angka kecelakaaan di ruas tol disebabkan oleh kendaraan Over Dimension Over Load,” ucap SJP.

Menurut dia, FPKS berpendapat selain pergantian warna TNKB, berbagai perubahan ini harus diiringi dengan perbaikan sistem secara terus menerus dan perluasan wilayah pemberlakuan tilang online.

Selain itu, agar sistem tilang online ini dapat beroperasi secara akurat perlu didukung oleh personil yang profesional agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukan penindakan.

Sehingga, pihaknya juga memandang perlunya audit sistem secara berkala terhadap tata kelola sistem tilang online untuk memastikan sistem ini selalu dalam performa terbaik.

“Tentunya, hal ini bertujuan, memperbaiki secara terus menerus tingkat keselamatan lalu lintas di jalan raya” pungkas Suryadi Jaya Purnama. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas