Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal Instruksi Mendikbud Gunakan Dana BOS untuk Beli Kuota Internet Siswa, Dikbud NTB Serahkan Pihak Sekolah Tentukan Besaranya

0 71

MATARAM, DS – Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim yang memperbolehkan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) digunakan untuk pembelian kuota internet, menuai atensi Kepala Dinas Dikbud NTB, H Aidy Furqan.

Aidy mengaku, pembelian paket data/kuota internet bagi para guru maupun siswa menggunakan dana Bos telah diatur dalam Permendikbud Nomor 19 Tahun 2020 atas Perubahan Permendikbud sebelumnya, yakni Nomor 18 Tahun 2020 yang mengatur tata cara penggunaan dana BOS.

“Adanya aturan itu, maka dana BOS bisa digunakan untuk membeli kuota internet siswa. Begitu juga untuk guru,” ujarnya pada wartawan diruang kerjanya, Senin (20/4).

Menurut Aidy, terbitnya instruksi Mendikbud ini merupakan salah satu solusi agar proses belajar mengajar dalam situasi pandemi Covid-19 ini tetap berjalan seperti biasanya.
Hanya saja, terkait kisaran nominal yang boleh dipergunakan, pihak sekolah yang menentukan untuk disesuaikan dengan kekuatan Dana BOS sendiri.

“Misalnya, di kisaran Rp 20 hingga Rp 30 ribu persiswa. Dengan kisaran tersebut, pihak sekolah juga harus mengukur, kuota tersebut untuk berapa lama bisa digunakan. Jadi, kita semua tahu sendiri, jumlah paket itu tergantung dari sisi penggunaannya, dan bisa bertahan berapa lama. Itu semua harus diukur juga (kapasitas kuota). Sehingga proses pembelajaran dalam sistem online itu berjalan baik dan lancar,” jelas Aidy.

Ia berharap, Dana BOS bisa dapat digunakan oleh pihak sekolah. Itu demi kelangsungan proses KBM. Selain itu pula, Aidy Furqan juga meminta pihak sekolah agar tetap berkomunikasi dengan para orang tua siswa. Sehingga penggunaan jatah pulsa bagi siswa dapat dikontrol bersama.

“Perlu juga kolaborasinya. Supaya paket yang diberikan oleh sekolah, bisa digunakan anak-anak benar-benar untuk belajar. Begitu juga pulsa/kuota untuk para guru. Intinya pihak sekolah bisa merincikan atau mendata setiap penggunaan Dana BOS, sehingga nantinya dapat di pertanggungjawabkan sebagai laporan,” kata Aidy.

Terkait dengan siswa yang tidak memiliki smartphone, menurut Aidy, pihaknya juga sudah memberikan arahan kepada pihak sekolah. Selain menggunakan sistem daring, sekolah juga bisa menerapkan sistem konvensional.

Teknisnya, kata dia, setiap materi pembelajaran bisa diserahkan ke siswa. Minimal kata Aidy, ketua kelas diberikan materi pembelajaran dan dihantarkan ke siswa yang lainnya.

“Tapi pola ini, harus tetap mengedepankan sikap waspada. Hal ini mengingat situasi dan kondisi saat ini. Makanya, protap jaga jarak, gunakan masker, rajin cuci tangan dan lainnya seperti apa yang telah dianjurkan oleh pemerintah. Jika keluar, itupun jika ada hal yang penting atau mendesak. Namun alangkah baiknya tetap berdiam diri dulu dirumah,” ungkapnya.

Aidy menuturkan, sejauh ini belum ada siswa di NTB yang terpapar virus Corona atau Covid-19. Hal ini, menandakan tingkat kesadaran masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan sudah sangat baik dan perlu ditingkatkan.

“Alhamdulillah, sejauh ini siswa kita tidak ada yang yang terjangkit. Mudah-mudahan jangan pernah ada. Semoga musibah ini segera berlalu,” tandas Aidy Furqan. RUL.

Leave A Reply