Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal Fasilitas SMAN 11 Mataram yang Memprihatinkan, Dikbud NTB Jamin Tertangani Tahun Ini

96

FOTO. H. Aidy Furqan. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Ketiadaan ruang kelas belajar (RKB) yang representatif dan fasilitas laboratorium serta tidak adanya ruang guru dan kepala sekolah di SMAN 11 Mataram, nampaknya bakal menjadi perhatian serius Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB.

Kadis Dikbud NTB H. Aidy Furqan mengaku, berterima kasih atas kepedulian para anggota DPRD NTB, khususnya dapil Kota Mataram, Ir Made Slamet yang telah mengunjungi sekolah yang berlokasi di belakang TMP Majeluk di Kota Mataram itu.

Ia menegaskan, akan segera mengajukan anggaran untuk penambahan sejumlah ruang kelas, termasuk laboratorium.

“Insyaallah di ahun pelajaran 2021 ini, segera kita ajukan anggarannya untuk menambah kelas dan laboratorium,” tegas Aidy pada wartawan, Senin (14/6).

Aidy membenarkan, manakala pembangunan sekolah yang dibangun pada APBD Perubahan tahun 2018 lalu, tidak lain mengakomodir para siswa yang berasal dari zonasi Kecamatan Cakranegara.

Sebab, memang di wilayah setempat tidak ada sekolah SMAN yang terbangun hingga kini.

“Jadi, pada awal tahun penerimaan siswa sebelumnya dititip di SMAN 6 Mataram sambil menunggu proses pembangunan gedung sekolah itu selesai,” kata dia.

Aidy mendaku, pada sekitar pertengahan tahun 2019 lalu, sekolah yang letaknya tidak jjauh dari pusat Kota Mataram itu, mulai digunakan. Yakni, hanya sebanyak empat lokal yang sudah bisa dipergunakan.

“Memang benar, ruangan untuk para guru, kepala sekolah dan laboratorium belum ada disana. Untuk sementara, bangunan yang ada hanya untuk melayani kelas 1 dan 2 saja. Itupun mereka bergantian caranya masuk kelas,” ungkapnya.

Aidy menegaskan, sebenarnya pada tahun anggaran 2020, pihaknya sudah melakukan perencanaan untuk menambahkan lokal bangunan baru. Namun lantaran, terkendala anggaran, maka realisasi pembangunan fisiknya tidak bisa dilakukan.

“Maka, cara yang kita lakukan untuk mengatasi minimnya ruang kelas. Ya, kita pinjam ke BPAKD untuk menggunakan beberapa rumah dinas yang ada didekat sekolah untuk bisa digunakan sebagai ruang guru dan kantor. Dan sudah, kita susun anggaran tahun ini, untuk kita bisa ajukan kembali ke TAPD Pemprov untuk bisa terwujud kekurangan kelas dan fasilitas lainnya,” jelasnya.

Terkait sudah banyaknya siswa di zonasi setempat yang sudah masuk mendaftar malalui jalur Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran ini. Menurut Aidy, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah sekolah yang berdekatan dengan wilayah setempat agar bisa ditampung untuk sementara waktu.

Apalagi, lanjut dia, pada tahun ini, SMAN 11 Mataram telah menerima empat kelas dalam PPDB kali ini. Oleh karenanya, pengisian kebutuhan ruang belajar di Dapodik pusat maupun usulan melalui Siplah.

“Maka, pilihan sistem double shift dengan sekolah terdekat harus kita lakukan. Ini sambil kita menunggu pengesahan anggaran melalui APBD Perubahan tahun ini yang tengah berproses,” tandas Aidy Furqan.

Diketahui, SMA Negeri 11 Mataram kondisinya sangat memprihatinkan. Itu menyusul, ruang kelas belajar (RKB) disekolah tersebut masih sangat kurang.

Selain itu, ruang laboratorium, ruang guru, ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, ruang tata usaha (TU) bahkan tidak dimiliki.

Akibatnya, para siswa di SMAN setempat harus bergantian menggunakan ruangan untuk belajar. Parahnya, bangunan atau ruang kelas yang ada saja temboknya sudah retak.

Mirisnya lagi, seperti pagar, buku, meja, kursi, papan tulis dan lain sebagainya merupakan sumbangan dari sejumlah sekolah lain.

Oleh karenanya, secara tegas, Anggota DPRD NTB dapil Kota Mataram Ir Made Slamet yang datang bersama Anggota DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati ke sekolah itu, menyuarakan pada Pemprov NTB melalui Dinas Dikbud setempat agar memperhatikan persoalan ini untuk disikapi sesegera mungkin.

“Saya minta kepada pak gubernur dan wakil gubernur agar hal ini segera diperhatikan. Saya sebagai anggota dewan di dapil ini (Kota Mataram) merasa tersinggung. Tolong ini diperhatikan,” tegas politisi PDIP dengan lantang.

“Ini penting, tolong jangan yang lain-lain. Bila perlu SDM yang ada dibawa kesini (SMAN 11 Mataram. Sekali lagi tolong ini diperhatikan,” sambung Made Slamet. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.