Berbagi Berita Merangkai Cerita

Soal 152 Tenaga Medis Terpapar Corona, Wagub Jadi Warning Tak Remehkan Anjuran Pemerintah

68

MATARAM, DS – Gugus Tugas Pengendalian Covid 19 NTB menyebutkan jumlah pasien positif di NTB mencapai 757 kasus pada Kamis (5/6) malam.

Selain itu, sebanyak 152 tenaga medis di tercatat positif terinfeksi virus corona baru atau Covid-19 yang tersebar di 10 rumah sakit dan dua Puskesmas di Wilayah NTB.

Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalilah mengatakan, tenaga medis yang terinfeksi Covid-19 tak bertugas menangani pasien Covid-19.

“Lebih dari 150 orang terpapar dan dari tracing yang dilakukan ternyata yang terpapar ini bukan orang yang secara langsung menangani Covid-19, tetapi justru orang yang bertugas di IGD, dokter praktik,” ujar Rohmi dalam siaran tertulisnya, Jumat (5/6).

Ia mengatakan, sumber penularan virus yang menjangkit tenaga medis belum diketahui. Sebagian lagi terpapar secara tidak sengaja dari pasien umum atau orang tanpa gejala (OTG).

OTG tersebut diduga menulari tenaga medis tersebut. “Sehingga, tenaga medis yang terinfeksi menularkan virus ke rekan-rekannya,” kata Wagub.

Menurut dia, sebanyak 7.138 OTG tercatat di NTB hingga saat ini. Selain itu, terdapat 2.125 orang dalam pemantauan (ODP).

Oleh karena itu, Rohmi mengingatkan hal itu menjadi warning bagi Provinsi NTB. Apalagi, pasien Covid-19, umumnya kelihatannya sehat-sehat saja.

“Jadi, jangan heran bahwa ada pemberitaan yang menyebutkan penyakit Covid-19 ini sanksi sosialnya lebih besar dari pada apa yang dirasakan. Karena memang orang tersebut memang tidak kelihatan gejalanya, kelihatan baik-baik saja,” ucapnya.

Rohmi menuturkan, masyarakat harus paham tidak semua pasien Covid-19 dalam kondisi parah dan menggunakan alat bantu pernapasan.

Banyak di antara mereka yang tak mengalami gejala. Meski begitu, mereka tetap berpotensi menularkan virus ke orang lain yang masuk dalam kelompok rentan, seperti anak-anak dan lansia.

Oleh karena itu, masyarakat harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona baru atau Covid-19.

“Kedisiplinan adalah modal utama tanpa ini, tidak mungkin kita bisa menangani Covid-19,” kata Rohmi.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB Nurhandini Eka Dewi menambahkan, sebanyak 152 tenaga medis ini berasal dari 10 rumah sakit dan dua Puskesmas

Selain tertular dari OTG, ada dua orang tenaga medis di NTB yang tertular dari klaster Gowa.

“Bahkan, Aada juga  tenaga medis yang tertular dari lingkungan rumahnya kemudian menularkan ke rekan kerjanya,” ujarnya.

Mantan Kadis Kesehatan Lombok Tengah itu mengatakan, saat ini merupakan bulan keempat para tenaga medis bekerja menangani Covid-19. Akibatnya, daya tahan tubuh mereka pun mulai turun. “Sehingga, memang rentan terpapar Covid-19,” kata Dokter Eka.

Terkait APD bagi para tenaga medis. Menurut dia, mereka selalu bekerja menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai standar.

Selain tertular dari orang tanpa gejala, kemungkinan tenaga medis tertular pada saat membuka APD.

Ada 28 langkah cara membuka APD agar petugas kesehatan tidak terkontaminasi kuman atau virus.

“Kemungkinan karena kecapekan, 28 langkah ini ada yang kelewatan, di situlah mereka terkontaminasi (virus Covid-19),” tegas Dokter Eka.

Ia merincikan, dari total sebanyak 152 tenaga medis yang terpapar Covid-19 itu, saat ini, sudah ada sebanyak lima tenaga medis dinyatakan sembuh.

Sementara sisanya masih dirawat di rumah sakit yang tersebar di NTB.

“Mereka akan kembali bekerja melayani pasien, setelah dinyatakan sembuh dan menjalani isolasi selama 14 hari,” tandas Dokter Eka.

“Semoga tidak ada lagi tenaga medis yang terinfeksi Covid-19 kedepannya,” sambung dia. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.