SKETSA PAMERAN LUKISAN, Puisi H.Dienullah Rayes

H.Dienullah Rayes

Air terjun itu
kalau jatuh berbusana warna putih jernih
pamerkan lukisan jempolan
gegas bangun binarkan cahaya senyuman.

Awan hitam itu
menyimpan ribuan tempayan
berisi penuh cairan air misteri
Dia maha tinggi gaungkan firman:
Kun-Fayakun hujan pun serentak turun
akar-akar rindu mengisap mata air
pohon peradaban cinta semesta
berbuah kasih Maha Pengasih.

Langit desember hujan air mata
mulut-mulut mengunyah kata-kata mentah
remah-remah puisi menabur di atas debu
dijotok burung-burung yang hilang sarang
hidup pun dalam girang gersang.

Ribuan pot ditumbuhi pohon yang dibonsai
pun ada sekian pot tak berarti
tanpa sepotong pohon bernapas
ini sebuah cangkang tanpa sari dan putih telur.

Cangkang kosong melompong
usai sari kerang dicabut tangan Maha Pesona Kuasa.

Siang hari yang berlari
bulan gadai mimpi
di pendopo agung sang matahari.

Malam hari yang gelap gemerlap
matahari istirah urat saraf yang tegang
di kafe anggun bulan yang agung.

Sinar membinar
cahaya melegenda
bianglala di bola mata-MU.

Haiku dicintai-mencintai
kunang-kunang terbang merendah
mencium bibir dedaunan
memacari puteri embun
kasmaran dengan siapa pun
bila mengangguk senyum
membuka kelopak bunga cinta
di alam semesta.

Di bawah awan mengarak Nataru
semoga tahun depan kita jumpa mesra
bulan purnama merekah senyum alam semesta.

Di kaki langit Sumbawa
NTB Gemilang
25 Desember 2023

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.