Menu

Mode Gelap

Religi · 10 Sep 2021 18:15 WITA ·

Makam Selaparang, Makam Keramat Raja Tak Bernama


					Makam Selaparang, Makam Keramat Raja Tak Bernama Perbesar

Makam Selaparang di Desa Selaparang Kecamatan Suela Lombok Timur (Foto : Kusmiardi).

SELONG, DS -Kompleks Makam Selaparang dikenal juga dengan sebutan Makam Keramat Raja, merupakan tempat pemakaman raja-raja beserta keluarganya dari Raja Selaparang yaitu Kerajaan Islam pertama di Lombok. Walaupun demikian, tidak ada informasi mengenai siapa raja-raja yang dimakamkan di kompleks Makam Selaparang tersebut.

Namun, ada satu makam yang dikenal sebagai Penghulu Gading (Ki Gading) yang menjabat sebagjai Perdana Menteri Kerajaan Selaparang. Dalam salah satu nisan makam terdapat inskrip (candrasengkala) yang berbunyi : Laa ilaaha illallah wa Muhammadur rasulullah maesan gagawean para yuga yang bernilai angka 1142 H (1723 M). Angka ini dihubungkan dengan Raja Selaparang yang meninggal enam tahun sebelumnya (1723 M).

Makam Selaparang (6 km dari Desa Ketangga/Pusat Kerajaan Selaparang Islam) ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya pada tahun 2011, sebagaimana juga disampaikan Jupel (Juru Pelihara) Makam Selaparang. Banyak warga masyarakat setempat dan luar daerah berkunjung dengan hajat masing-masing, baik pribadi, keluarga, maupun bersama rombongan. Biasanya ramai ketika musim haji yang dilakukan oleh para Calon Jamaah Haji (CJH) bersama rombongan.

“Mereka berzikir dan berdo’a bersama memohon dan meminta kepada Allah Swt di dalam lokasi Makam Selaparang,” kata Lalu Wardana, Jupel Makam Selaparang, Rabu (1/11/2021). Dia mengakui tak bisa berbicara lebih jauh terkait dengan Makam Selaparang secara khusus.

“Kalau itu, silahkan ke tokoh masyarakat yang mengetahui banyak tentang Kerajaan Selaparang termasuk Makam Selaparang ini, tiang hanya menyampaikan sekadar saja mengingat juga sebatas sebagai Jupel di Makam ini,” akunya.

Sementara itu, Baiq Nursilah, salah seorang dari tokoh masyarakat yang tak jauh dari lokasi Makam Selaparang menyebutkan bahwa, dirinya adalah saudara dari almarhum Lalu Wirakarnom (tokoh masyakat Desa Selaparang/mantan Kades Selaparang).

“Beliau (almarhum Lalu Wirakarnom) dan dari Mamiq kami berpesan untuk senantiasa menjaga dan merawat tradisi, termasuk adanya benda peninggalan bersejarah dari Kerajaan Selaparang yang ada di Desa Selaparang ini,” katanya, sembari memperlihatkan sekilas sebuah rumah tak berpenghuni tempat penyimpanan barang bersejarah pada masa Kerajaan Selaparang tak jauh dari lokasi makam itu.

Menurutnya, Makam Selaparang tempat petilasan Raja Selaparang, Patih Gajah Mada, dan tempat dikuburkannya para petinggi Kerajaan Selaparang; perdana menteri, panglima, patih, penghulu. “Itu saja yang dapat tiang sampaikan,” katanya penuh kehati-hatian.

Diketahui bahwa, Kerajaan Selaparang didirikan oleh Sayyid Zulkarnain/Syaikh Abdurrahman, putra dari Asy Syaikh As-Sayyid Nururrasyid Ibnu Hajar Al-Haytami atau biasa dikenal oleh masyarakat Lombok dengan sebutan Ghaus Abdurrazak (Muballigh dari Kota Bagdad Iraq) yang masuk ke Lombok, tepatnya di sebuah perbukitan dan bertangga-tangga (istilah pertanian : terasering/kontur) yang selanjutnya ditata sedemikian rupa sebagai desa tertua dan diberinama Ketangga. Desa ini pulalah kemudian menjadi pusat Kerajaan Selaparang (Islam). Di Desa Ketangga inilah ditemukan bukti dan saksi bisu adanya Kerajaan Selaparang, berupa Masjid Pusaka Ketangga-Selaparang dan rumah/gedeng Raja Selaparang serta tempat berhalwatnya Sang Raja usai Shalat lima waktu.

Dari beberapa sumber, Ghaus Abdurrazaq dengan pernikahan pertama melahirkan keturunan : 1). Sayyid Umar, yang menjadi Datu Kerajaan Pujut, Loteng. 2). Sayyid Amir, yang menjadi Datu Pejanggik Loteng. 3). Syarifah Qomariah atau Dewi Anjani. Dengan pernikahan keduanya, memiliki keturunan : 1). Sayyid Zulkarnain (Syaikh Abdurrahman) disebut juga Ghaus Abdurrahman 2). Syarifah Lathifah atau Denda Rabi’ah (Kusmiardi/bersambung).

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 368 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Islamic Center Masih jadi Pesona Pelaksanaan Shalat Ied

2 Mei 2022 - 17:53 WITA

Dua Tahun Tanpa Pawai Takbiran, Masyarakat Kota Mataram Meluber GemakanTakbir, Ini Pesan Gubernur NTB

2 Mei 2022 - 00:16 WITA

Ajang MTQ Nasional TNI AD 2022, Duta Kodam Udayana Raih Juara Harapan 1

24 April 2022 - 00:08 WITA

BAZNAS NTB buka Pelayanan Zakat di Ramadhan Festival

18 April 2022 - 18:09 WITA

Jajaran Korem 162/WB Berbagi Takjil selama Ramadhan

17 April 2022 - 18:13 WITA

Gubernur NTB Bikin Kaget AHY dan Masyarakat Kota Bima, Ini yang Terjadi

15 April 2022 - 23:24 WITA

Trending di Religi