A place where you need to follow for what happening in world cup

Makam Selaparang, Makam Keramat Raja Tak Bernama

675

Makam Selaparang di Desa Selaparang Kecamatan Suela Lombok Timur (Foto : Kusmiardi).

SELONG, DS -Kompleks Makam Selaparang dikenal juga dengan sebutan Makam Keramat Raja, merupakan tempat pemakaman raja-raja beserta keluarganya dari Raja Selaparang yaitu Kerajaan Islam pertama di Lombok. Walaupun demikian, tidak ada informasi mengenai siapa raja-raja yang dimakamkan di kompleks Makam Selaparang tersebut.

Namun, ada satu makam yang dikenal sebagai Penghulu Gading (Ki Gading) yang menjabat sebagjai Perdana Menteri Kerajaan Selaparang. Dalam salah satu nisan makam terdapat inskrip (candrasengkala) yang berbunyi : Laa ilaaha illallah wa Muhammadur rasulullah maesan gagawean para yuga yang bernilai angka 1142 H (1723 M). Angka ini dihubungkan dengan Raja Selaparang yang meninggal enam tahun sebelumnya (1723 M).

Makam Selaparang (6 km dari Desa Ketangga/Pusat Kerajaan Selaparang Islam) ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya pada tahun 2011, sebagaimana juga disampaikan Jupel (Juru Pelihara) Makam Selaparang. Banyak warga masyarakat setempat dan luar daerah berkunjung dengan hajat masing-masing, baik pribadi, keluarga, maupun bersama rombongan. Biasanya ramai ketika musim haji yang dilakukan oleh para Calon Jamaah Haji (CJH) bersama rombongan.

“Mereka berzikir dan berdo’a bersama memohon dan meminta kepada Allah Swt di dalam lokasi Makam Selaparang,” kata Lalu Wardana, Jupel Makam Selaparang, Rabu (1/11/2021). Dia mengakui tak bisa berbicara lebih jauh terkait dengan Makam Selaparang secara khusus.

“Kalau itu, silahkan ke tokoh masyarakat yang mengetahui banyak tentang Kerajaan Selaparang termasuk Makam Selaparang ini, tiang hanya menyampaikan sekadar saja mengingat juga sebatas sebagai Jupel di Makam ini,” akunya.

Sementara itu, Baiq Nursilah, salah seorang dari tokoh masyarakat yang tak jauh dari lokasi Makam Selaparang menyebutkan bahwa, dirinya adalah saudara dari almarhum Lalu Wirakarnom (tokoh masyakat Desa Selaparang/mantan Kades Selaparang).

“Beliau (almarhum Lalu Wirakarnom) dan dari Mamiq kami berpesan untuk senantiasa menjaga dan merawat tradisi, termasuk adanya benda peninggalan bersejarah dari Kerajaan Selaparang yang ada di Desa Selaparang ini,” katanya, sembari memperlihatkan sekilas sebuah rumah tak berpenghuni tempat penyimpanan barang bersejarah pada masa Kerajaan Selaparang tak jauh dari lokasi makam itu.

Menurutnya, Makam Selaparang tempat petilasan Raja Selaparang, Patih Gajah Mada, dan tempat dikuburkannya para petinggi Kerajaan Selaparang; perdana menteri, panglima, patih, penghulu. “Itu saja yang dapat tiang sampaikan,” katanya penuh kehati-hatian.

Diketahui bahwa, Kerajaan Selaparang didirikan oleh Sayyid Zulkarnain/Syaikh Abdurrahman, putra dari Asy Syaikh As-Sayyid Nururrasyid Ibnu Hajar Al-Haytami atau biasa dikenal oleh masyarakat Lombok dengan sebutan Ghaus Abdurrazak (Muballigh dari Kota Bagdad Iraq) yang masuk ke Lombok, tepatnya di sebuah perbukitan dan bertangga-tangga (istilah pertanian : terasering/kontur) yang selanjutnya ditata sedemikian rupa sebagai desa tertua dan diberinama Ketangga. Desa ini pulalah kemudian menjadi pusat Kerajaan Selaparang (Islam). Di Desa Ketangga inilah ditemukan bukti dan saksi bisu adanya Kerajaan Selaparang, berupa Masjid Pusaka Ketangga-Selaparang dan rumah/gedeng Raja Selaparang serta tempat berhalwatnya Sang Raja usai Shalat lima waktu.

Dari beberapa sumber, Ghaus Abdurrazaq dengan pernikahan pertama melahirkan keturunan : 1). Sayyid Umar, yang menjadi Datu Kerajaan Pujut, Loteng. 2). Sayyid Amir, yang menjadi Datu Pejanggik Loteng. 3). Syarifah Qomariah atau Dewi Anjani. Dengan pernikahan keduanya, memiliki keturunan : 1). Sayyid Zulkarnain (Syaikh Abdurrahman) disebut juga Ghaus Abdurrahman 2). Syarifah Lathifah atau Denda Rabi’ah (Kusmiardi/bersambung).

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.

Lewat ke baris perkakas