Berbagi Berita Merangkai Cerita

Siswa Pendaftar ke SMK Harus Diterima

0 42

MATARAM, DS – Sekretaris Fraksi PDIP DPRD NTB, Ir Made Slamet MM, meminta pihak sekolah jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar bisa menerima seluruh siswa yang mendaftar melalui skema Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

Menurut Made, penerimaan siswa pendaftar untuk jenjang SMK itu penting, menyusul SMK tidak dibatasi sistem zonasi. Bahkan untuk jurusan khusus, seluruh siswa bisa masuk di SMK mana saja.

“Kita khawatir jika para siswa yang sudah mendaftar di SMK tidak diterima. Nantinya, jumlah pengangguran bakal bertambah karena memang sudah tidak ada lagi SMK Swasta kecuali berstatus Negri saat ini, ” ujar Made menjawab wartawan, Minggu (7/7).

Secara umum jika merujuk Permendikbud No 14/2018 tentang PPDB tidak mengatur penerimaan siswa baru dengan sistem zonasi. Dengan ini maka seluruh sekolah SMK berhak menerima siswa-siswi baru dari daerah mana saja.

Menurut Made, sejatinya siswa lulus SMP yang berkeinginan memilih jenjang pendidikan ke SMK karena ingin langsung bekerja. Sehingga, secara umum, tidak ada aturan pembatasan (PPDB) berdasarkan zonasi bagi siswa SMK tersebut.

Kata dia, kewenangan SMU/SMK kini berada di tangan Pemprov NTB. Oleh karena itu, asas keadilan dengan melihat keinginan anak bersekolah haruslah yang lebih dikedepankan.

“Kami minta siapapun siswa yang mendaftar ke SMK itu diterima saja. Kalau soal jurusan siswa jangan sampai ada pembatasan, sehingga siswa akan bisa berekpresi sesuai kemampuan dan bakat yang mereka miliki kedepanya,” kata Made.

Diketahui, jarak rumah ke sekolah sesuai ketentuan zonasi menjadi persyaratan seleksi PPDB untuk jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA. Permendikbud No 14 juga mengatur sekolah yang dikelola pemerintah daerah wajib menerima calon peserta didik yang berdomisili pada radius zona terdekat minimal 90% dari total jumlah keseluruhan peserta didik yang diterima.

Permendikbud Nomor 14 Tahun 2018, beberapa hal yang perlu diperhatikan mengenai syarat masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk sekolah yang dikelola pemerintah daerah dalam PPDB 2018. Diantaranya, usia maksimal 21 tahun dan tes minat bakat

Made Menuturkan, pihak sekolah dapat melakukan seleksi bakat dan minat sesuai dengan bidang keahlian/program keahlian/kompetensi keahlian yang dipilihnya dengan menggunakan kriteria yang ditetapkan sekolah dan institusi atau asosiasi profesi.

Hanya saja, seleksi bakat dan minat itu jangan dipaksakan. Misalnya, siswa itu bakat di bidang tata boga namun dipindahkan ke jurusan melukis karena alasan kelas melukis kekurangan siswa.

“Pokoknya jangan sampai ada lagi kebijakan pemindahan siswa ke jurusan tertentu karena kelas itu kurang siswa. Kami menghendaki pihak sekolah lentur akan keinginan siswa memilih apa jurusan yang mereka kehendaki sesuai jalur dan bakatnya masing-masing,” tandas Made Slamet. RUL.

Leave A Reply