Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sisa Setahun Kurangi Kemiskinan 87.040 Orang di NTB

0 12

MATARAM, DS – Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi M.Comm, menilai, bertambahnya warga miskin di NTB menjadi 87.040 orang atau bertambah 1.820 orang sesuai data BPS pada Maret 2017, dipicu perekonomian nasional tengah mengalami kelesuan.  Meski ada pertumbuhan mencapai 5 persen secara nasional, hal tersebut  hanya dinikmati segelintir orang saja.

“Wajar jika Pak Presiden Jokowi berulang kali mengingatkan kepala daerah di Indonesia harus fokus, karena pertumbuhan ekonomi saat ini, memang malah tidak merata. Termasuk di NTB, masih ada kesenjangan dan akses pemerataan yang belum sempurna. Makanya, angka warga miskinnya bertambah 1.820 orang,” ungkap Mori menjawab wartawan usai mengikuti upacara HUT RI di Lapangan Bumi Gora, Komplek Kantor Gubernur NTB, Kamis (17/8).

Menurutnya, hingga kini terpantau daya beli masyarakat mengalami kemerosotan. Akibatnya, program-program yang digulirkan untuk mengurangi angka kemiskinan mengalami stagnasi alias tidak bergerak signifikan.  Oleh karena itu, diperlukan dalam mengatasi bertambahnya warga miskin tersebut.

Politisi Gerindra itu menuturkan, hanya ada dua program yang harus difokuskan dikembangan untuk mengurangi angka kemiskinan di NTB. Yakni, pariwisata dan pertanian.

Khusus di pertanian, kata Mori, dalam pantauannya belum signifikan digarap serius oleh pemprov NTB. Padahal, 45 persen masyarakat NTB banyak bergerak di sektor tersebut. “Hanya pembangunan pertanian secara integrasi dengan sektor lainnya, sebagai upaya mewujudkan kemerdekaan dan kedaulatan pangan di Indonesia akan mampu mengurangi angka kemiskinan di NTB,” tegasnya.

Meski demikian, lanjut Mori, dengan sisa pengabdian TGB-Amin yang menyisakan setahun lagi. Ia menambahkan, sangat sulit pengurangan angka kemiskinan dapat dikurangi sesuai target RPJMD. “Pembangunan pertanian terintegrasi itu butuh waktu, kalau sisa setahun agak berat. Tapi, bukan saya bilang TGB-Amin gagal, namun sulit akan bisa mengurangi angka kemiskinan dengan situasi birokrasi saat ini,” tandas Mori Hanafi.

Diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan provinsi itu mencapai 387.040 orang atau bertambah 1.820 orang pada Maret 2017.

“Tapi secara persentase turun dari 18,20 persen pada Maret 2016 menjadi 17,53 persen pada Maret 2017 karena jumlah penduduk bertambah,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) NTB Hj Endang Tri Wahyuningsih.

Sementara, kata dia, jumlah penduduk miskin di perdesaan dari 406.730 orang berkurang 12.500 orang dibanding Maret 2016 sebanyak 419.230 orang. Namun, secara persentase naik 15,17 persen.

Secara keseluruhan, jumlah penduduk miskin di perkotaan dan perdesaan NTB pada Maret 2017 sebanyak 793.780 orang. Jumlah tersebut berkurang 10.670 orang atau 0,41 persen dibandingkan Maret 2016 sebanyak 804.400 orang.fahrul

Leave A Reply