Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sikapi Meningkatnya Kasus Kematian, Harus Lebih Disiplin dan Waspada

19

MATARAM,DS-Wakil Gubernur NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M.Pd mengajak dan mengingatkan seluruh masyarakat agar lebih disiplin lagi dan terus membangun kesadaran kolektif untuk mematuhi protokol kesehatan secara tertib, bahkan harus dijadikan sebagai pola hidup baru. Sehingga dapat memperkecil kemungkinan terpapar Covid 19.

Warning tersebut disampaikan Wagub yang akrab disapa Umi Rohmi, menyusul meningkatnya angka kasus kematian pada pasien Covid 19 di NTB dalam kurun waktu belakangan. Berdasarkan update data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Provinsi NTB yang dipaparkan Kepala Dinas Kesehatan, dr. Nurhandini Eka Dewi, bahwa hingga Selasa (16/6-2020) tercatat 41 orang pasien Covid 19 meninggal dunia.

Dari kasus kematian tersebut, sebagian besar memang atau sebanyak 26 orang pasien Covid 19 yang meninggal karena memiliki komplikasi dengan penyakit penyerta lain ( komorbid), seperti diabet, jantung coroner, kanker dll.

Sedangkan 13 orang meninggal tanpa komorbid dan 2 orang belum diketahui jenis penyakit penyerta lainnya. Angka kematian terbanyak terjadi di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat.

Menyikapi adanya kasus kematian pasien positif Covid 19 tanpa komorbid tersebut, Wagub Umi Rohmi sekali lagi menekankan agar masyarakat tidak lengah.
“Jangan pernah anggap remeh atau enteng wabah Covid 19 ini. Apalagi telah terjadi transmisi lokal dan adanya kematian murni tanpa komorbid. Ini perlu menjadi perhatian bersama,” tegasnya saat memimpin rapat evaluasi update penanganan Covid 19 bersama sejumlah Tim Kesehatan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 dalam rapat di Ruang Anggrek, Kantor Gubernur NTB (16/6/2020).

Umi Rohmi mengajak seluruh jajarannya untuk melakukan desiminasi dan edukasi lebih masif kepada masyarakat dari kota hingga ke tingkat desa dan dusun. Agar semua masyarakat bisa memahami dan menerapkan protokol kesehatan secara benar untuk menghindari penularan lebih luas, pintanya.

“Para kader posyandu juga perlu dibekali keterampilan dan pemahaman yang utuh terkait teknis protokol kesehatan, termasuk memahami pelaksanaan isolasi mandiri, dan bisa ikut aktif mengedukasi masyarakat di lingkungannya. Sehingga masyarakat benar benar bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik.

Menurut Wagub, pola edukasi perlu dilakukan dengan pendekatan pendekatan yang benar, agar tidak menimbulkan kepanikan atau paranoid ditengah masyarakat. Tetapi dengan edukasi dan komunikasi yang baik diharapkan tumbuh kesadaran bersama untuk melakukan pencegahan sesuai standar kesehatan, pungkasnya.

Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, menyebutkan angka kasus meninggal dunia ini menjadi catatan bersama bagi seluruh elemen masyarakat yang ada di NTB untuk tetap waspada dan disiplin melakukan pencegahan. Eka menjelaskan, dengan cara yang sederhana yakni dengan tetap menggunakan masker, jaga jarak, cuci tangan, menjaga kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat serta menciptakan lingkungan yang bersih, adalah langkah paling efektif yang dapat dilakukan oleh semua orang.

Lebih lanjut, dr. Eka menilai, sejak diberlakukannya New Normal di beberapa tempat ibadah dan di pasar-pasar besar di Kota Mataram, tingkat kedisiplinan masyarakat terpantau mulai longgar serta mengabaikan protokol kesehatan Covid-19 yang menjadi kunci dalam mencegah penularan virus ini.

“Lemahnya pengawasan dan kesadaran menjadi atensi kita semua. Bagaimana caranya strategi baru, memberikan sosialisasi edukasi dengan tidak menakut-nakuti masyarakat dalam mengajak masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, seperti yang disampaikan Ibu Wagub tadi,” ungkap dr. Eka.

Khusus Kota Mataram, menurutnya Kota Mataram awalnya cukup sigap dalam mengendalikan kasus Covid-19. Namun akhir-akhir ini sudah mulai kendor. Akibatnya kasus di kota Mataram tidak turun-turun, malah terus meningkat.
Oleh karenanya, diperlukan perhatian dan kerja sama dari semua pihak. Tidak hanya tim medis, tetapi juga seluruh stake holder dan pemerintah daerah setempat.san

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.