Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sikapi Aksi Dugem Viral di Medsos BTNGR Tutup Savana Propok Sejak Kamis

64

MATARAM, DS- Aksi belasan anak muda-mudi yang menggelar dugem massal di Savana Propok di kawasan Gunung Rinjani yang viral di media sosial (Medsos), serta menuai kecaman masyarakat. Akhirnya, disikapi pihak Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) yang akan menutup obyek wisata alam non-pendakian, Savana Propok mulai Kamis (6/8).

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Dedy Asriady menegaskan, penutupan dilakukan karena tempat wisata itu telah melanggar panduan kunjungan wisata di dalam kawasan TNGR pada masa pandemi Covid-19.

“Sesuai Standar Operasional Prosedur, jika terjadi pelanggaran, maka akan kami tutup,” ujar Dedy saat dihubungi wartawan melalui telpon selulernya, Kamis (6/8).

Ia mengatakan, penutupan Savana Propok akan berakhir setelah evaluasi dilakukan. Namun, ia tak mengisyaratkan kapan tempat dengan pemandangan eksotis itu akan dibuka kembali.

Penutupan Savana Propok telah tertuang dalam Surat Pengumuman BTNGR Nomor PG.034/T.39/TU/KSA/08/2020 tentang Penutupan Destinasi Wisata Alam Non-Pendakian Savana Propok Resort Aikmel, SPW II, Taman Nasional Gunung Rinjani, Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur.

Keputusan tersebut menindaklanjuti pantauan di media sosial dan laporan Kepala Seksi Pengelolaan Wilayah (SPW) II dan Kepala Resort Aikmel terkait dugaan pelanggaran terhadap Panduan Kunjungan Wisata di dalam TNGR pada masa pandemi Covid-19.

Keputusan itu juga telah memperhatikan Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal (Dirjen) Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Nomor SE 9/KSDAE/PJLHK/KSA 3/6/2020.

SE tersebut berisi tentang Arahan Pelaksanaan Reaktivasi Bertahap di Kawasan Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan Suaka Margasatwa untuk Kunjungan Wisata Alam pada Masa New Normal Pandemi Covid-19.

Selama penutupan, pihak TNGR akan melakukan evaluasi dan mengambil kebijakan lebih lanjut dengan memerhatikan hasil evaluasi.

Sebelumnya, beredar sebuah video yang menunjukkan sekelompok orang berpesta pada malam hari dengan diiringi pengeras suara dan memainkan senter seperti dugem.

Kejadian itu terjadi di salah satu obyek wisata dalam kawasan TNGR, Nusa Tenggara Barat, yaitu Savana Propok.

Menurut Dedy, lokasi video itu benar terjadi di Savana Propok dan terjadi pada Sabtu (1/8) lalu.

“Memang benar, ada sekelompok pemuda-pemudi yang memakai pengeras suara. Videonya itu sudah dihapus, tetapi saya telusuri lagi bersama teman-teman,” ucapnya.

*Panggil Kelompok Pemuda

BTNGR juga berencana akan memanggil pengunjung yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi terhadap kejadian tersebut.

“Seiring proses evaluasi nanti, kami akan pastikan. Kami punya catatan siapa saja yang berkunjung ke sana saat itu,” ungkap Dedy.

Meski demikian, mereka yang dipanggil tidak akan dihukum langsung dan hanya dimintai klarifikasi karena bisa saja hanya ikut-ikut.

Proses pemanggilan akan dilakukan dengan cara seperti mendidik anak karena sebagian besar pengunjung tersebut adalah anak.

“Ini anak-anak muda, jangan langsung dicekoki dengan peraturan dan hukuman begitu. Harus berimbang. Klarifikasi yang pasti, baru prosesnya berjalan,” tandas Dedy.

Namun, dirinya mengakui bahwa tindakan anak-anak muda tersebut tetap salah, salah satunya tidak menerapkan protokol kesehatan saat pandemi Covid-19.

“Mereka ini anak-anak muda yang lagi euforia. Kesalahannya tidak memenuhi protokol Covid-19. Satu lagi, salahnya bukan buang sampah, tetapi menimbulkan polusi suara,” pungkas Dedy.

“Jadi, polusi suara ini lah yang mengganggu pengunjung Savana Propok lainnya yang ingin menikmati keheningan,” sambungnya. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.