Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sidak Proyek Jalan Rembiga-Pemenang, Komisi IV DPRD NTB Sesalkan Dinas PUPR Lalai Urus Dokumen Lingkungan Proyek

104

FOTO. Anggota Komisi IV DPRD NTB H. Ruslan Turmudzi saat mengecek progres pembangunan jalan Rembiga-Pemenang yang didanai oleh APBD NTB. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Komisi IV DPRD NTB bidang Fisik, Pembangunan dan Pertambangan melaksanakan inspeksi mendadak (Sidak) pada sejumlah proyek pembangunan jalan yang masuk program percepatan jalan dan jembatan NTB tahun 2020-2020 di Wilayah KLU. Salah satunya pembangunan jalan Rembiga ke Pemenang.

Sidak yang dipimpin politisi lima periode PDI Perjuangan, H. Ruslan Turmudzi itu menemukan manakala proyek dengan panjang 21, 68 kilo meter dengan nilai kontrak Rp 34 miliar lebih tersebut, nampaknya tidak dilengkapi dengan dokumen perizinan yang diterbitkan oleh OPD lainnya.

Sejumlah dokumen yang belum dilengkapi. Diantaranya, dokumen Amdal, IPPKH, perhitungan tegakan oleh dinas Lingkungan Hidup (LH) dan pembebasan lahan di tikungan (Letter S).

“Ada ketidak cermatan yang dilakukan Dinas PUPR dengan OPD lainnya. Jadi, kekurangan dokumen itu akan berdampak bisa merugikan rakyat,” kata Anggota Komisi IV DPRD NTB H. Ruslan Turmudzi pada wartawan usai sidak, Selasa (20/4).

Ia mengatakan, terdapat tiga jenis pekerjaan di proyek pembangunan jalan yang masuk program percepatan jalan dan jembatan NTB tahun 2020-2020 di Wilayah KLU. Yakni, berkala, rutin dan pembangunan.

Hanya saja, kebiasan Dinas PUPR NTB yang mendahulukan proses lelang dan melanjutkan pekerjaan dilakukan oleh pelaksana terlebih dahuli. Namun mengabaikan perizinan lainnya, sangat beresiko.

“Ini berbahaya jika terus dilakukan. Apalagi, jalan poros Rembiga dan Pemenang itu merupakan jalan yang sangat beresiko karena jika dibiarkan maka jadi penghalang. Sebab, alat berat yang diturunkan di lapangan sebenarnya belum ada izin,” ujar Ruslan.

Ia meminta agar Gubernur perlu mengevaluasi kinerja Kadis PUPR NTB. Sebab, jalan poros Rembiga hingga Pemenang itu masuk salah satu ruas jalan yang beresiko di NTB. Salah satunya longsor.

Selain itu, Ruslan tidak menghendaki agar jalan ruas Rembiga-Pemenang itu tidak bermasalah seperti halnya proyek jalan Pendidikan di Kota Mataram yang kini banyak ditebang oleh Dinas PUPR untuk proyek pelebaran jalan.

“Jalan akses Rembiga ke Pemenang itu, khususnya di Pusuk sering longsor. Disini harus ada perhitungan lingkungan hidup. Tapi, kita sayangkan semuanya belum ada. Maka, pilihan untuk mengevaluasi Kadis PUPR harus dilakukan Gubernur NTB secepatnya,” tandas Ruslan Turmudzi. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.