Menu

Mode Gelap

Ekonomi · 4 Okt 2019 20:37 WITA ·

Sidak Distributor, Disdag-Ditreskrimsus Polda NTB Temukan Semen Tiga Roda Kosong di Gudang


					Dialog antara Kadis Disdag dengan pengelola gudang Perbesar

Dialog antara Kadis Disdag dengan pengelola gudang

MATARAM, DS – Dinas Perdagangan (Disdag) NTB bersama dengan Ditreskrimsus Polda NTB melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke pergudangan milik empat distributor semen di Kota Mataram dan Lombok Barat pada Jumat (4/10).

Sidak dilakukan menyusul kelangkaan semen di pasaran sejak tiga bulan lalu. Harga eceran pun melonjak dari harga normal antara Rp 53.000-Rp54.000 per sak. Kini, naik menjadi Rp 80.000-Rp 100.000 per saknya khusus semen merek Tiga Roda.

Salah satu dari empat pergudangan semen di Mataram dan Lobar yaitu milik PT Saka Agung yang berlokasi di Jalan TGH Faisal Lingkungkan Lendang Lekong Timur, Kelurahan Mandalika, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram. Distributor semen merek Tiga Roda itu terpantau gudangnya kosong sejak dua bulan lalu.

Menurut pengelolanya, pasokan semen yang banyak disukai masyarakat NTB tersebut tak kunjung datang dari pabriknya. Meski demikian, mereka mengklaim jika penjualan semen ke toko dan pelanggan hanya berkisar pada harga normal, yakni antara Rp 53.000-Rp 54.000.

“Tadi, pemiliknya pak Imran mengaku ke saya jika kelangkaan semen tiga roda dipicu pabrik semen yang berada di wilayah Kalimantan masih mengalami kerusakan. Dan memang, pas kita cek di gudangnya langsung memang stok semen tidak ada alias kosong,” ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani, menjawab wartawan usai sidak itu.

Menurut dia, besarnya permintaan masyarakat terhadap semen merek ini justru tidak sesuai dengan jumlah semen yang dialokasikan dan dikirim oleh pabriknya ke distributornya. Bahkan, keterlambatan pengiriman semen dari tempat pengiriman ke Pelabuhan Lembar untuk bongkar muatnya juga menjadi pemicu kelangkaan semen saat ini.

“Tadi, langsung kita warning distributornya agar jangan main-main atas kondisi kelangkaan semen ini untuk selanjutnya berani memanfaatkan kondisi yang ada. Apapun kondisinya, semen tidak boleh naik harganya,” tegas Selly.

Pada sidak berikutnya ke pergudangan milik semen Tonasa di Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Lombok Barat, menurut Selly, sejatinya semen Tonasa saat ini pada posisi sedang bongkar muat sekitar 2.500 ton. Sementara, harga yang dijual berkisar Rp 58.000 per saknya.

“Tadi, kita pantau, pihak perusahaan berkomitmen mengutamakan toko-toko yang sudah menjadi pelanggan mereka. Artinya, posisi semen merek Tonasa ini masih stabil dan tidak langka kayak semen tiga roda,” jelas Selly.

Ia menjelaskan, semen merek lainnya, Bosowo dan semen Gresik terpantau tengah melakukan bongkar muat barang di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat. Kata Selly, untuk semen merek Bosowo harga jualnya mencapai Rp 55.000 per saknya. Sedangkan, semen merek semen Gresik harga jualnya dipatok pada kisaran Rp 56.500 per saknya.

Terkait semen yang datang berkisar sebanyak 5.000 ton untuk semen Gresik. Namun untuk semen merek Bosowo, bagian administrasi mengaku posisi stok yang pegang datanya adalah pihak managernya. “Pastinya, kedua merek semen itu juga sama mengutamakan penjualan pada toko langganan mereka selama ini,” kata Selly.

Ia menjelaskan, pada seluruh distributor semen yang beroperasi di Pulau Lombok, pihaknya tetap tidak akan kompromi. Hal itu menyusul, surat panggilan untuk kros cek barang akan tetap dilayangkan mengingat saat ini semen mengalami kelangkaan serta harganya juga kian meroket.

“Semen yang saat ini sedang dibutuhkan masyarakat untuk renovasi/membangun rumah pascagempa. Kelangkaanya memang disebabkan terjadinya kerusakan pada pabrik semen di Kalimantan. Selain itu, pengiriman semen yang jumlahnya tidak sesuai dengan permintaan kebutuhan. Bahkan pengirimannya sering terlambat terkait proses bongkar muat kapal yang sering menjadi kendala tetap menjadi atensi kami,” terang Selly.

“Faktor terbatasnya Pelabuhan lembar, yakni tempat khusus bongkar muat juga menjadi kendalanya. Sehingga, kami membuat surat pemanggilan pada pihak Pelindo III yang dilakukan oleh Polda NTB melalui jajaran Ditreskrimsus,” sambungnya. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

‘Begawe Ngujur’ Cara Nelayan Ampenan Sambut Kunjungan PLN

21 Mei 2022 - 15:36 WITA

Sarapan di Mataram, The Sultan Food Aja

20 Mei 2022 - 17:36 WITA

PT DNA akan Menyerap Semua Jagung Petani

18 Mei 2022 - 16:39 WITA

JMSI Apresiasi KBRI Madrid dan Dubes RI Kerajaan Spanyol Bangun Poros Global

17 Mei 2022 - 17:49 WITA

Tambah Satu Mobil Tangki Lagi, HBK PEDULI Tingkatkan Suplai Air Bersih Gratis untuk Warga Terdampak Kekeringan di Lombok

17 Mei 2022 - 17:09 WITA

Harga Jagung Anjlok, Gubernur NTB Beri Solusi Jalur Ekspor

15 Mei 2022 - 19:09 WITA

Trending di Ekonomi