Berbagi Berita Merangkai Cerita

SID Percepat Pelayanan Adminduk Masyarakat, SOP Pelayanan Perlu Disosialisasikan

0 26

Selong,DS-Sistem Informasi Desa (SID) memiliki kelebihan dalam memberikan pelayanan cepat kepada masyarakat. Untuk kembuat KK misalnya, hanya perlu manfaatkan NIK sehingga tidak perlu waktu lama pembuatan KK bisa dilakukan.

Hal itu dikemukakan Ketua Forum SID Lombok Timur yang juga Kasi Pemerintahan Desa Rarang Selatan, Muhammad, pada Bimtek Maksimalisasi Peran BPD, PPKD dan Pokja Adminduk Desa dalam Implementasi SOP Penyelenggaraan Pelayanan Adminduk di Desa, Kamis (16/1). Acara yang dihadiri Kabid Pendaftaran Kependudukan Dinas Dukcapil Lombok Timur itu berlangsung di Desa Suradadi.

Di Rarang Selatan sendiri pemanfaatan SID masih berjalan. Dalam adminduk, Rarang Selatan sudah menggunakan data terpilah kepemilikan dokumen adminduk warga, baik jumlah warga yang sudah dan belum memiliki akta kelahiran, KK, KTP, akta kematian, dan lain-lain. Hal ini diyakini mempermudah pelayanan pemerintah kepada masyarakat karena informasi itu bisa diperoleh secara terbuka.

Namun, Muhammad mengemukakan pemerintah desa harus melakukan sosialisasi secara berkelanjutan tak hanya pada saat ada program melainkan secara kontinu. Pemanfaatan SID mampu mewujudkan pelayanan prima kepada masyarakat. “Dari sini masyarakat diketahui identitasnya, siapa tak punya KTP maupun sedang menunggu perekaman sudah ada di SID,” katanya. “Kini semua desa sudah menggunakan SID sebagai alat pelayanan prima,” lanjutnya.

Menurut Muhammad, keberadaan Pokja Adminduk sangat besar pengaruhnya. Dalam kaitan ini, pendataan warga yang belum memiliki dokumen memiliki alur yang diatur dalam SOP yang dibuat masing-masing desa dan harus disosialisasikan.

Karena itu, masing-masing harus mengetahui perannya seperti BPD, Pokja dan PPKD. Pokja misalnya melakukan pendataan, sedangkan tugas ke Dukcapil dijalankan PPKD. “Kalau tak ada masalah 3 hari (dokumen) jadi,” cetusnya seraya mengapresiasi UPTD Dukcapil Kecamatan Terara yang masih melakukan pelayanan sampai jam 6 sore.

Pengaruh pendampingan LPA NTB-Kompak sangat besar dalam membangun antusiasme warga. Kini, kata dia, banyak warga melirik dokumen adminduk. Suasana psikologis tersebut sangat berbeda dibandingkan dulu.

Warga berbondong-bondong melakukan pengurusan dokumen identitas hukum karena banyak diantara mereka memiliki masalah dari sisi nama yang berbeda antara nama pada akta kelahiran dan ijazah. Kepedulian pemerintahan desa di Rarang Selatan sendiri berupa insentif Rp 50 ribu sebulan bagi petugas pendata. Tahun 2020 para kader akan diberikan tas dan pulpen.

Kabid dafduk Disdukcapil Lotim, Saeful, dalam kesempatan itu mengemukakan pelayanan adminduk menjadi bagian dari upaya membahagiakan masyarakat. Dokumen kependudukan sendiri digunakan untuk hampir segala kebutuhan sehingga wajib hukumnya dimiliki. Ia menceritakan seorang pegawai bank kehilangan dompet yang didalamnya terdapat KTP dan lain-lain. Ia merasa susah karena kehilangan dokumen itu membuat berbagai urusannya terganjal.

Sosialisasikan SOP

Sementara itu Kompak Distrik Lotim, Dra.Nanik Muntohiyah, mengemukakan perlunya SOP pelayanan adminduk di desa disosialisasikan kepada masyarakat terutama pada tokoh-tokoh yang berperan di dalamnya agar mereka mengetahui tanggung jawbnya. SOP itu sendiri dibuat di masing-masing desa.

Nanik mengapresiasi sudah adanya perubahan cara pandang masyarakat maupun aparat pemerintah berkenaan dengan adminduk. Dari sisi masyarakat sudah muncul kesadaran dan antusiasme melakukan pengurusan dokumen demi melihat begitu pentingnya identitas hukum itu dimiliki. “Dari pihak pemerintah sudah nampak keseriusan mengurusi dokumen warga,” katanya.

Kepemilikan dokumen identitas hukum di Lotim pun menanjak dari tahun ketahun. Dari 400.480 anak usia 0 – 18 tahun pada data Desember 2016, sebanyak 275.561 (66,8 %) miliki akta kelahiran, tahun 2017 dari 406.540 anak usia 0-18 tahun, sebanyak 291.392 (71 %) memilik akta kelahiran. Tahun 2018 dari 427.475 anak usia 0 – 18 tahun sebanyak 321.462 (75,20 %) anak memiliki akta kelahiran. Sedangkan tahun 2019 dari sebanyak 449.153 anak usia 0-18 tahun, 378.700 (84,31 %) diantaranya memiliki akta kelahiran. Hal ini menunjukkan terjadinya lonjakan yang cukup tinggi mengingat jumlah penduduk di Lotimhampir sama dengan jumlah penduduk di Pulau Sumbawa. ian

Leave A Reply