Berbagi Berita Merangkai Cerita

Siapakah yang Berhak Dipuji?

19

Dr.H.Moch. Ali bin Dachlan

Siapakah yang berhak dipuji? Dewasa ini banyak pujian pada manusia karena rasa kagum yang berlebihan.

Rektor Universitas Gunung Rinjani (UGR), Dr.H.Moch.Ali bin Dachlan, dalam akun facebooknya menilai ada banyak terdengar belakangan. Masing masing kelompok memuji pimpinan kelompoknya secara berlebihan.

“Cara ini dilakukan secara berantai,dari pimpinan ke pimpinan,dari generasi ke generasi meniru cara pemasaran MLM,” kata mantan Bupati Lombok Timur ini

Ali menegaskan tak ada yang berhak dipuji kecuali Allah.

Ia pun memaparkan tentang Rabiah, seorang tokoh sufi dari Basrah menulis puisinya

Dua macam kasihku padaMu.Untuk kebahagiaanku,dan kasihku padaMu karena hakMu.Kasih untuk kebahagiaanku membawa aku untuk tidak berbuat apapun,kecuali mengingatMu.Tak ada puji ini,puji itu hakku,tidak.HakMu lah segala puji dan puja”.Mari kita mengaji dengan tenang.Tenang dan merenungkan.

Paparan yang dkemukakan Ali menuai respon dari netizen.

Muhir yang mengaku izin nimbrung mengatakan :

Kalau kita mendalami kata yang #Berhak #dipuji tsb, tentunya yang #berhak untuk dipuji hanya #Dia yang #Haq saja. Tak lain dan tak bukan…

“Terkait dengan pujian kepada sesama yang bapak katakan itu, semata semata penghormatan belaka atas apa yang dianggap layak untk dihormati oleh sang pemuji. Pujian kepada seseorang ( hamba) juga merupakan pujian terhadap sang pemilik pujian tsb. Dalam pengertian, bahwa sang pemuji melihat sesuatu pada hamba yang dipujinya tsb ada pemilik pujian yang hak,” katanya.

Muhir pun mencontohkan memuji Ali BD karena hal yang diperbuatnya terkandung dua hal. 1.#memuji Tuhan yang memberi hidayah kpd seorang hamba-nya yang dapat melakukan pekerjaan Tuhan, kpd individu lainnya..LAA Af’al Ilalloohu. ( Tiada pekerjaan selain pekerjaan Alloh)2.#sipemuji, yang seorang individu juga melakukan pekerjaan Tuhan, yang juga memuji hambanya, memuji dirinya sendiri. Puji Qodim bagi QodimPuji Qodim bagi hadisPuji hadis bagi qodimDan puji hadis bagi hadis.

Dan ingatlah ketika tuhan berfirman, sesungguhnya akan menciptakan manusia sebagai Khalifah ….. ( Al Baqarah)Kata Khalifah dalam tafsir Al Misbah di maknai sebagai #Pengganti Tuhan di atas dunia. Maknanya adalah menggantikan Tuhan untuk melakukan pekerjaan Tuhan. Dan untuk peran pengganti tsb, Tuhan menganugrahi manusia dengan seluruh anugrah yang telah di berikan kepada alam semesta di tambah dua anugrah yang tak di miliki oleh alam semesta dan isinya Sebelum Adam di ciptaan. Apa tambahan tsb, Akal dan Pikiran yang merupakan wujud dari seindah indah penciptaan ( Kholaqol insani akhtsani Taqwin. Attin)Naah, dari persfektif apa kita memandang individu lain yang memuji memuji individu lainnya… Maka tatkala engkau memuji akan seorang itu, maka sesungguhnya engkau memuji tuhan dan memuji dirimu sendiri.. Begitulah salah satu bait syair hikayat, yang pernah saya baca….

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.