Menu

Mode Gelap

Hukum · 31 Mei 2022 19:50 WITA ·

Setubuhi Anak, Pria Bejat di Mataram Terancam Dibui Belasan Tahun


					Polisi menunjukkan barang bukti terjadinya pencabulan. md Perbesar

Polisi menunjukkan barang bukti terjadinya pencabulan. md

Mataram,DS-Malang benar nasib SS. Pasalnya, perempuan yang mengalami keterbelakangan mental itu, diusia 11 tahun harus menambah beban mentalnya akibat perbuatan seorang pria bernama Aw (34 tahun), asal Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram.

AW yang lama dikenalnya tersebut tega merusak keceriaannya hanya karena nafsu syetannya. Sehingga, gadis kecil ini menjadi korban kelakuan bejat pria yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencabulan.

Pada konferensi pers, Selasa (30/5), didampingi Kasi Humas Polresta Mataram, Wakasat Reskrim serta Unit PPA Polresta Mataram, Kasat Reskrim Polresta Mataram, Kompol Kadek Adi Budi Astawa SIK, menjelaskan bahwa peristiwa ini terjadi 18 Mei lalu saat AW membonceng SS untuk diajak ke salah satu homestay di Cakranegara Kota Mataram.

“Saat berada di situlah AW melakukan awalnya percobaan persetubuhan. Namun akibat diiming-imingi uang dan sempat dimarah hingga ingin memukul korban SS dengan Sapu, maka akhirnya korban yang memang anak-anak tersebut menurut. Hingga terjadi persetubuhan hingga 2 kali,”jelas Kadek.

Setelah sampai di rumah korban — setelah kembali dari bepergian dengan tersangka — ibu korban merasa curiga melihat gelagat anaknya (SS). Setelah ditanya berkali-kali oleh sang Ibu, SS akhirnya menjawab bahwa sudah disetubuhi oleh AW.

Atas kejadian itu Ibu kandung korban langsung melaporkan ke Polresta Mataram dan ditangani oleh unit PPA Reskrim Polresta Mataram.

Dari hasil visum di Rumah Sakit Bhayangkara diketahui kelamin SS mengalami pendarahan. Dengan bukti-bukti ada, tim Ops langsung menggelandang tersangka di kediamannya.

Atas tindakannya tersangka dijerat pasal 81 Jo 76 D UU no 35 tahun 2014 atas perubahan UU no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Jo UU no 17 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU no 23 tahun 2002 dengan ancaman hukuman setinggi-tingginya 15 tahun penjara.md

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polda NTB akan Dalami Kasus Pencabulan yang Dilaporkan Sejumlah Mahasiswi

1 Juli 2022 - 12:36 WITA

Kuliah Umum Cegah Korupsi, Kejaksaan Sudah Petakan Pola Korupsi

29 Juni 2022 - 09:20 WITA

Turunkan 307 Personel Polresta Mataram Amankan Aksi Unjuk Rasa

10 Juni 2022 - 07:27 WITA

Desa Kumbang, Lombok Timur Calon Percontohan Desa Antikorupsi

7 Juni 2022 - 17:44 WITA

LPAI Klarifikasi Tidak Tersangkut Pelaporan Masyarakat di Polda Jatim

3 Juni 2022 - 16:30 WITA

Pilih Santai Soal Gugatan Lahan di Belakang Kantor Imigrasi Mataram

3 Juni 2022 - 15:38 WITA

Trending di Hukum