Menu

Mode Gelap

Pendidikan · 5 Okt 2022 19:38 WITA ·

Seru, Kuliah Umum Mahasiswa FH UGR


					Kuliah Umum Mahasiswa FH UGR.ian Perbesar

Kuliah Umum Mahasiswa FH UGR.ian

Selong,DS-Kuliah Umum mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gunung Rinjani (UGR) dengan narasumber Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Efi Laila Kholis, SH, MH, pada Rabu (5/10), berlangsung seru. Pasalnya, kuliah umum itu lebih condong menjadi ajang dialog yang seru antara pemateri dan mahasiswa.

Para mahasiswa Fakultas Hukum UGR yang dikenal vokal sangat bersemangat ketika diberi kesempatan untuk berdialog terkait integritas. Dalam setiap momen untuk mengajukan pendapat, mereka bersemangat mengangkat tangan untuk menanggapi maupun berpendapat. Riuh rendah itu membangun suasana kuliah umum menjadi hidup.

Pada kesempatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri Lombok Timur, Efi Laila Kholis memaparkan tugas utama perguruan tinggi adalah membangun integritas. “Kalau tak ada integritas sama dengan nol,” katanya

Ia mengemukakan data 80 persen koruptor dari 1.298 kasus di Indonesia merupakan tamatan perguruan tinggi. Hal ini mengesankan seolah-olah perguruan tinggi melahirkan orang cerdas namun setelah masuk birokrasi berubah.

“Inkonsistensi kebijakan politik bernegara disebabkan mutu pendidikan. Orang bisa jadi inkonsisten karena mata kuliah integritas jarang dilakukan,” kata Efi.

Menurutnya, orang berintegritas selain jujur juga harus bisa dipercaya. Dalam soal membangun integritas ini, bukan hanya tugas aparat karena dukungan masyarakat juga ditunggu.

“Jangan masyarakat mendorong penegak hukum berbuat jahat,” cetusnya seraya menambahkan bahwa kampus harus punya 3 circle utama yaitu pengembang ilmu, pemangku kepentingan politik ekonomi dan aparat penegak hukum. Selama ini, penegakan hukum banyak dibantu orang orang kampus.

Sebelumnya, Rektor UGR, DR.H. Moch. Ali Dachlan, memaparkan bahwa tidak setiap masalah hukum harus dibawa ke pengadilan. Jika bisa diselesaikan di tataran masyarakat maka kasus itu bisa juga diselesaikan di masyarakat.

“Jadi kalau bisa diselesaikan di masyarakat tak perlu dibawa ke pengadilan,” ujarnya. “Jangan sampai orang mencuri singkong diadili. Adili yang besar besar. Ini bisa membantu tugas-tugas penegak hukum,” katanya.ian

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 29 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Ikatan Alumni SMAN 1 Pinggabaya Dikukuhkan

20 November 2022 - 09:21 WITA

STP Mataram Sertifiksi Kompetensi Mahasiswa

15 November 2022 - 20:10 WITA

ITS Berikan Beasiswa kepada Siswa NTB, Begini Respon Gubernur

22 Oktober 2022 - 14:04 WITA

Sebanyak 813 Siswa SMA/SMK Ikuti Tryout ITS

21 Oktober 2022 - 07:09 WITA

Pemprov NTB Kirim 1000 Pemuda Studi ke Luar Negeri, Gubernur Kenalkan Program Beasiswa kepada Mahasiswa STKIP YAPIS Dompu

19 Oktober 2022 - 18:52 WITA

LPPM UGR Ruh Para Dosen, Hibah Dikti Perlu Ide Kreatif

17 Oktober 2022 - 18:28 WITA

Trending di Pendidikan