Berbagi Berita Merangkai Cerita

Serius Maju Pilkada Loteng, Istri Sekda NTB “Bidik” PKS

373

MATARAM, DS – Partai Keadilan Sejahtera atau PKS NTB mulai menjajaki mencari lawan sepadan Wakil Bupati Lombok Tengah (Loteng) HL. Pathul Bahri  yang naik kelas menjadi Calon Bupati yang sudah diusung Partai Gerindra maju di Pilkada Loteng 2020.

Langkah PKS dipicu adanya hasil survei yang menunjukan elektabilitas sejumlah figur bakal calon bupati yang kini bermunculan, justru masih dibawah angka 20 persen. Termasuk, calon petahana HL. Pathul Bahri.

Oleh karena itu, kejutan demi kejutan politik masih terus muncul di Loteng hingga kini. Salah satunya, kemunculan Lale Prayatni yang tidak lain adalah istri Sekda NTB HL. Gita Aryadi.

Bahkan, kabarnya sudah ada pertemuan informal antaran jajaran pengurus DPD PKS Loteng dengan Asisten II Sekda Lobar yang viral di media sosial (Medsos) beberapa hari ini.

Terkait hal itu. Ketua DPW PKS NTB H Abdul Hadi tak menampik manakala Lale Prayatni masuk menjadi salah satu figur yang terbuka peluang disurvei oleh partainya.

“Semua punya peluang. Termasuk Bu Lale juga,” ujarnya menjawab wartawn, Selasa (28/7).

Menurut Hadi, pihaknya terus mencermati dinamika politik yang berkembang di Loteng akhir-akhir ini. Apalagi, Yayasan Attohiriyah Al Fadiliyah (Yatofa) Bodak yang merupakan Ponpes Bupati Loteng HM. Suhaili FT, justru memutuskan abstain dan tidak akan mengusung figur pengganti Suhaili di Pilkada kali ini.

Oleh karena itu, rencana survei itu masih tergantung dari upaya gigih Lale merebut partai lain sebagai kendaran politik. Bila istri Sekda Loteng itu tidak mendapat partai koalisi maka PKS kemungkinan tidak akan survei lagi. “Bisa tidak (survei). Cukup dengan yang sudah ada itu,” kata dia.

Hadi mengaku, tahapan di PKS saat ini masih dalam proses usulkan Bapaslon yang sudah berproses. Antara lain HL Suryade-Habib Ziadi, H Dwi Sugianto-HL Normal Suzana, dan H Masrun-HL Aksar Ansori.

Para Bapaslon itu tengah bersaing ketat meyakinkan PKS. Terutama untuk gambaran koalisi partai yang dibangun.

Mengingat, PKS tidak bisa mengusung Calon Kepala Daerah (Cakada) tanpa koalisi. “Ya (Suryade-Habib) dengan PBB itu bisa. Tetapi calon lain (Dwi-Normal dan Masrun-Aksar) juga bisa dengan partai lain (dan telah bangun koalisi),” ungkap Hadi.

Dengan persaingan itu, PKS masih harus melakukan kajian lebih dalam lagi. Sebelum memutuskan arah dukungan politik. “Ya untuk saat ini mengerucut ke nama yang sudah diusulkan,” terangnya.

Usulan itu masih berpeluang berubah. Kuncinya ada di DPD PKS Loteng.

Bila ada nama yang kembali masuk — termasuk nama Lale — maka usulan itu akan diakomodir. “Selama SK DPP belum terbit, masih mungkin. Tergantung dari DPD apakah ada usulan lagi,” tegas Hadi.

Apakah nama Lale sudah daftar? “Nggak tahu (belum dapat info dari DPD). Tetapi bisa saja beliau datang ke DPD mendaftarkan diri. Bisa jadi,” ucap Hadi.

Ia mengakui, kesempatan mendaftar masih terbuka. Selama DPP belum memfinalkan arah dukungan di Loteng

Terpisah, Asisten II Setda Lombok Barat (Lobar) Lale Prayatni, kabarnya gencar melobi elite parpol untuk mendapatkan dukungan. Dan baru-baru ini, Lale sudah menemui sejumlah petinggi parpol di DPP, yakni Gerindra, PKS, Hanura, dan lainnya. “Kita kian aktif komunikasi dengan elite DPP parpol,” kata Lale.

Menurut dia, dari komunikasi dengan DPP itu, diketahui bahwa dukungan parpol masih teka-teki. Dan belum ada satupun SK dukungan yang diterbitkan. Mengingat begitu dinamisnya politik di Loteng.

“Dan dengan kondisi itu, sangat memungkinkan terjadi kocok ulang pasangan. Maka wajarlah, saya optimis akan bisa meraih tiket dukungan parpol. Salah satunya PKS yang juga tengah terus saya jajaki komunikasinya hingga kini,” tandas Lale Prayatni.

“Alhamdulillah, jajaran PKS termasuk Pak Gubernur selaku Ketua Tim Pemenangan Wilayah PKS NTB juga mempersilahkan saya ilit berkompetisi di Pilkada Loteng kali ini,” sambung Lale. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.