Berbagi Berita Merangkai Cerita

Serahkan SK ke Selly-Manan, PKS : Rakyat Mataram Butuh Pemimpin Pekerja dan Bersih

259

MATARAM, DS – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada Paket Selly-Manan (Salam), sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020. Penyerahan SK ini berlangsung di kediaman Ketua DPD PDIP NTB H. Rachmat Hidayat di Panji Tilar, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Sabtu petang (27/6).

Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua DPW PKS NTB H. Abdul Hadi MM. SK DPP PKS Nomor: 029/SKEP/DPP-PKS/2020 tentang calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota di Pilkada Mataram 2020 dari PKS diterima oleh Calon Wali Kota Mataram, Hj. Putu Selly Andayani didampingi Calon Wakil Wali Kota TGH Abdul Manan.

Hadir pada kesempatan ini, Ketua Tim Pemenangan Wilayah PKS NTB Zulkieflimansyah yang juga Gubernur NTB dan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW) TGH. Muharrar Mahfudz dan sekretarisnya, TGH Maliki Sami’un, Lc.

Selanjutnya, Wakil Ketua DPW PKS TGH. Patompo Adnan, Lc dan Sekretaris DPW Uhibussaadi, ST, serta fungsionaris DPW dan DPD PKS Kota Mataram.

Sementara dari PDIP NTB, hadir mendapingi H. Rachmat Hidayat selaku Ketua DPD PDI. Yakni, Sektetaris DPD PDIP NTB Lalu Budi Suryata, fungsionaris DPD dan DPC PDIP Kota Mataram.

Dalam sambutannya, Ketua Tim Pemenangan Wilayah PKS NTB Zulkieflimansyah mengaku, penentuan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mataram 2020 sedari awal tidak mudah. Mengingat, para kandidat yang maju dalam bursa Pilwali kali ini, semuanya adalah teman akrab.

“Saya sangat kenal dengan Pak Ahyar juga anaknya. Begitupun pak Mohan serta Bu Diah. Tapi, pilihan pada paket Selly-Manan karena melihat lebih pada sosok Ibu Selly yang memang dia sosok pekerja yang punya sisi seorang pemimpin yang sangat dibutuhkan oleh warga Kota Mataram,” ujar Zul.

Menurut Gubernur NTB itu, persoalan di Kota Mataram sangat komplek sebagai ibukota Provinsi NTB khususnya dibidang kebersihan dan keindahan lingkungannya.

“Dengan PKS memilih Selly-Manan kita harapkan persoalan kebersihan itu bisa tertangani dengan baik. Harapannya, antara program Pemkot dan Pemprov NTB bisa sinergi dan selaras dalam mengatasi persampahan,” kata Zul.

Ia mengaku, hubungannya dengan H. Rachmat Hidayat selaku suami Selly sudah terjalin lama. Yakni, keduanya sempat satu komisi di DPR RI. Bahkan, duduknya pun bersebelahan.

“Jadi kenapa pasangan ini menarik, bukan saja buat Mataram, tapi Indonesia, kita katakan sama Bu Mega, PKS tidak anti pada pemimpin perempuan, kita inginkan dari NTB PKS bersahabat dengan PDIP,” tegas Gubernur.

“Sekali lagi, partai boleh beda, tapi keutuhan bangsa harus diatas segala-galanya,” sambung Zul.

Dalam kesempatan itu. Gubernur bercerita saat pengalaman menjadi Cawagub di Provinsi Banten beberapa waktu lalu. Yakni, masyarakat terkoptasi jika ada uang bensin maka mereka akan sedikit jalannya.

Oleh karena itu, di Pilkada Mataram, PKS ingin merubah pola berpolitik seperti itu. Mengingat, Kota Mataram bukan merupakan kota yang besar.

“Mari, kita ciptakan demokrasi yang baik dengan calon boleh berbeda, tapi persahabatan dan perkawanan kita kedepankan. Toh, calon-calon yang maju kita kenal baik dan bersahabat dengan kita juga selama ini,” jelas Gubernur.

Terkait figur TGH Abdul Manan. Diakui Zul, dirinya sejak lama sudah mengamati sosok Ketua MUI Kota Mataram tersebut.

“Pak TGH Manan itu adalah seorang penghafal Alquran. Dia sosok anak muda yang relegius, sehingga topcer jika mendampingi Bu Selly yang berpengalaman di birokrasi pemerintahan. Makanya, kita harus berdoa bersama-sama supaya keduanya jadi pemimpin untuk kita semua,” tandas Zulkieflimansyah.

Berjuang Disisa Umur

Sementara itu, calon Wali Kota Mataram Hj. Putu Selly Andayani merasa terharu dan bangga bisa didukung oleh dua parpol yakni, PKS-PDIP dalam Pilkada kali ini.

Kebanggan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) NTB, lantaran dua parpol ini merupakan parpol kader. 

“Dengan PDIP dan PKS, maka gerakan kita untuk berjuang demi kemaslahatan masyarakat Mataram bisa lebih nyata. Jadi, Pilkada Mataram adalah ajang dua parpol untuk menunjukkan kesolidan dan idiologinya masing-masing,” ungkap Hajjah Selly.

Mantan Kadis Perdagangan NTB itu menegaskan,  jika majunya pada perhelatan Pilkada kali ini lebih untuk benar-benar serius menjemput takdir di sisa umurnya bekerja untuk masyarakat Mataram.

“Saya tidak mencari apapun saat menjabat karena jika materi, maka insya allah saya sudah berkecukupan. Tapi, niat untuk bekerja memajukan masyarakat di sisa umur sesuai janji pada diri dan Allah, wajib kita perjuangan. Minimal, adanya saya, maka masyarakat yang membutuhkan bisa kami bantu jika duduk di pemerintahan bersama pak TGH Abdul Manan,” tandas Hajjah Selly. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.