Serahkan Kepesertaan kepada Wartawan, BPJamsostek Beberkan Keuntungan

Penyerahan kartu kepesertaan kepada wartawan

SELONG, DS – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) menyerahkan kartu kepesertaan kepada wartawan Lombok Timur, Selasa (08/12). Penyerahan secara simbolis diterima langsung oleh Ketua Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT), yang menjadi wadah berkumpulnya insan pers di Kabupaten Lombok Timur.

Ketua FJLT, Rusliadi mengatakan penyertaan jurnalis Lombok Timur ke dalam keanggotaan BPJamsostek sebagai upaya menghadirkan jaminan kecelakaan kerja bagi wartawan. FJLT bahkan telah menanggung empat bulan premi seluruh wartawan yang tergabung dalam forum tersebut.

“Satu langkah sejarah kecil yang kami lakukan untuk mengikutkan peserta BPJamsostek. Ini komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan wartawan, salah satunya melalui BPJamsotek,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BPJamsostek Selong, Akbar Ismail menyebutkan adanya kemungkinan wartawan yang telah tergabung sebagai peserta BPJamsostek mendapat Bantuan Subsidi Upah (BSU). Bantuan bagi tenaga kerja terdampak pandemi Covid-19 ini diperkirakan akan diperpanjang penyalurannya pada kuartal I 2021.

“Mudah-mudahan temen-temen bisa mendapatkan BSU di kuartal pertama perpanjangan ini. BSU itu bonus. Intinya begitu melaksanakan tugas ada jaminan kecelakaan kerja,” kata dia.

Selain jaminan pembiayaan kecelakaan kerja, bagi pekerja yang menjadi peserta BPJamsostek juga akan mendapat santunan kematian sebesar Rp.42 juta. Santunan ini tidak terpaku pada meninggal akibat kecelakaan kerja semata. Serta adanya santunan bulanan bagi ahli waris yang ditinggalkan. Dengan syarat keanggotaannya telah genap tiga tahun.

“Kita sepakat tidak ada yang mau cepat meninggal. Kalaupun itu terjadi, kita sudah punya jaminan untuk ahli waris kita,” ucapnya.

Selain itu, peserta BPJamsostek juga bisa mendapat tunjangan kehilangan pekerjaan (JKP) bagi yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal ini diatur dalam UU Cipta Kerja (Omnibus Law) pasal 46 C.

Namun penerapannya masih menunggu aturan tekhnis berupa Peraturan Pemerintah (PP) yang belum keluar hingga saat ini. “Manfaatnya berupa tunjangan. Besarannya dia atur lewat peraturan pemerintah. Selain uang juga akan diberikan pelatihan dan akses pasar,” terangnya.

Dengan adanya JKP kedepannya, diharapkannya masyarakat akan semakin antusias menjadi anggota BPJamsostek. Dd

Facebook Comments Box

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.