Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sepakat Berdamai, TGB Majdi dan TGB Atsani Siap Lanjutkan Perjuangan NW

5.761

FOTO. TGB. KH. Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dan RTGB. KH. M. Zainuddin Atsani (kiri) saat sepakat membuat kedamaian guna melanjutkan perjuangan Maulana Syekh. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS, Dualisme organisasi Nahdlatul Wathan (NW) yang telah terjadi puluhan tahun menemukan babak baru. Dua orang simbol ulama panutan di antara kedua kubu yang merupakan cucu Maulana Syekh TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid yang mendirikan NW, NWDI dan NBDI, masing- masing TGB. KH. Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) dan RTGB. KH. M. Zainuddin Atsani bertemu untuk membuat kesepakatan antara kedua pihak.

Dari pihak TGB menyepakati nama organsasi yakni Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) berpusat di Pancor. Sementara RTGB tetap menggunakan Nahdlatul Wathan (NW) berpusat di Anjani. Kedua nama itu merupakan karya Pahlawan Nasional, TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid atau yang dikenal dengan Maulana Syekh.

“Alhamdulillah suasananya baik penuh persaudaraan, saling memaafkan, saling menghargai, saling mengakui. Keduanya memiliki kesetaraan dalam meneruskan perjuangan Maulana Syaikh. Kemarin ada satu organisasi dengan dua kepengurusan. Sekarang ada NW dan NWDI,” kata Tuan Guru Bajang (TGB) dalam pesan whatsapnnya yang diterima wartawan, Selasa (23/3).

Pada kesempatan itu, keduanya membuat akta kesepakatan untuk tetap meneruskan perjuangan pahlawan nasional yang populer dengan panggilan Tuan Guru Pancor. “Itu semua ada dalam akta kesepakatan perdamaian,”sambung TGB.

Menurut TGB, antar kedua belah pihak telah menyepakati akan keabsahan dan legalitas satu sama lain. Saling menghormati, menghindarkan silang sengketa dan perselisihan. “Insya Allah bergandengan tangan untuk kemajuan dan kemaslahatan umat dan bangsa,” tegas TGB.

Ditegaskan pula, saat ini semua Nahdliyin bebas memilih afiliasi dari semua lembaga yang dimiliki kader di seluruh panjuru Nusantara tanpa ada pemaksaan atau intimidasi dari organsasi.

“Sekolah, madrasah, majelis taklim, panti asuhan, dan seluruh amal usaha Nahdlatul Wathan memiliki kebebasan untuk memilih menginduk kemana, apakah ke NW atau NWDI,”jelasnya.

“Tidak boleh ada intimidasi, persekusi, bullying, pengaduan ataupun laporan apapun terkait satu dengan yang lain. Ini jalan terbaik saat ini. Semoga Allah memberi ridhoNya,”sambung TGB.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Hamzanwadi Dr. HM. Djamaluddin mengaku, pertemuan dua kubu ini kubu ini bukanlah islah organisasi. Namun hal ini, lebih pada upaya saling menghindari mudarat yang lebih besar.

“Sekali lagi, posisi keduanya setara di mata hukum dan tidak ada tuntut menuntut, membully dan lainnya,” tegas adik kandung TGB itu.

Sebelum kesepakatan hari ini, organisasi NW ada yang memegang SK Menkumham dan sekarang tetap dipegang oleh RTGB. Zainuddin Atsani yang bertempat di Anjani. Sementara kekarang Pancor memilih nama organisasi NWDI. “Jadi ini bukan islah tapi perdamaian,” pungkas zurriyat Pahlawan Nasional itu.

Sementara dari pihak NW di Anjani belum memberikan komentar terkait perdamaian yang berlangsung di Kota Mataram itu. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.