Berbagi Berita Merangkai Cerita

Seorang Gadis Lombok Menghilang Berhari-hari, PKSAI Bongkar Perdagangan Anak

0 25

Lobar, DS-Seorang gadis berinisial SR sempat bikin heboh karena menghilang dari kediamannya di Kuripan Barat, Desa Kediri, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Lombok Barat, ketika sang ibu sedang sakit. Ternyata, siswi madrasah itu hendak diperdagangkan dan sudah berada di Jakarta sejak akhir Januari 2020. Terbongkarnya kasus ini juga mampu menggagalkan rencana pedagangan dua anak lainnya.

Terbujuknya SR bermula ketika ia memposting dirinya di media sosial dan bertemu dengan seseorang pria berinisial AS (35 tahun). Oleh AS, SR diiming-imingi bekerja di Timur Tengah dengan gaji Rp 7 juta. Selain bekerja, iming-iming umrah juga membuat SR senang.

Untuk memenuhi rencana itu, SR sempat ingin membuat KTP namun ditolak pihak desa karena usianya belum genap 17 tahun. Walaupun demikian, oleh pihak PJTKI, dokumen SR dinilai lengkap. Dia pun ditampung di sebuah penampungan di Lombok Tengah. Di sana SR bertemu dengan dua orang anak lainnya yang ternyata juga dipersiapkan untuk diperdagangkan. Ketiganya ternyata berasal dari desa yang sama.

SR diberangkatkan tanggal 21 Januari 2020 lewat darat. Hal itu diketahui dari postingannya di facebook dengan tulisan, “Alhamdulillah sampai juga di Jakarta”. Ibu SR, Ratnisah, justru baru mengetahui jika anaknya yang hilang sudah berada di Jakarta pada awal Februari 2020 setelah sekian lama mencari. Ia sangat terkejut. Karenanya Ratnisah bermaksud mencari bantuan dengan menghubungi pihak Kadus hingga akhirnya bertemu dengan pihak aktifis KPAD Kediri dan LPA NTB untuk membantu pelaporan ke Polda NTB.

Setelah ditelusuri, diketahui bahwa yang membujuk SR adalah AS, seorang tekong. Pihak PKSAI Lombok Barat yang terdiri dari Sakti Peksos, Dinas Sosial, P2KBP4A, BRSAMPK, Paramitha da Gagas, kemudian menghubungi AS dan meminta agar SR segera dipulangkan dalam 3 hari. Jika tidak, KPSAI akan melaporkannya ke polisi.

Tim Supporting Pusat Kesejahteraan Anak Integratif (PKSAI) Lombok Barat, Yan Mangandar SH, mengemukakan, kasus itu terbongkar berkat kerjasama terintegrasi antara KPAD Kediri, PPA Polda NTB bersama PKSAI Lombok Barat. Kasus yang menimpa SR akhirnya membongkar pula rencana keberangatan dua gadis lainnya yang sedang ditampung di Lombok Tengah masing-masing anak SMA dan SMP berinisial Lh dan AMd. Pelaku berinisial AS akhirnya diamankan pihak kepolisian.

Terkait keberadaan SR ketika berada di Jakarta, ternyata ia juga sempat menelepon pihak keluarganya dan mengatakan ingin pulang karena sering dibully dan dikatakan pelacur oleh rekan-rekan lainnya di penampungan PJTKI. Selain itu, di sana dia tidak disediakan makan dan sempat ingin kabur.

Menurut Yan Mangandar, kasus perdagangan anak ini menjadi perhatian PKSAI. Pasalnya, kasus perdagangan anak ini biasanya menimpa keluarga rentan. Disisi lain korban rata rata tidak mengetahui dampak dari masalah ini kecuali hanya tergiur janji upah yang besar.

Yan mengatakan diperlukan koordinasi yang baik antar berbagai pihak untuk menyelematkan generasi yang rentan ini dari kemungkinan mereka menjadi incaran pihak yang tidak bertanggung jawab. Ia berharap kehadiran PKSAI bisa menjadi jalan keluar bagi kemungkinan terjadinya kasus kasus serupa.ian

Leave A Reply