Sabtu , 7 Desember 2019
Home / Seni Budaya / “Festival Memangkek” Disarankan Jadi Event Tahunan
Bupati Najmul pada penutupan Festival Memangkek di Bayan

“Festival Memangkek” Disarankan Jadi Event Tahunan

Bayan, DS – Bupati Lombok Utara Dr. H. Najmul Akhyar, SH, MH menutup festival Memangkek yang dilaksanakan di Dusun Terbis Desa Akar-akar Bayan, Sabtu (14/9). Hadir pada acara penutupan festival Memangkek ini diantaranya Pjs Kades Desa Andalan Raden Srigede, Sekdes Akar Akar Amirudin dan tamu undangan lainnya.

Bupati Najmul mengawali sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang telah turun-temurun melestarikan olah raga tradisional Memangkek (Lomba Gasing). Menurut Najmul, memangkek termasuk tradisi budaya olahraga di kalangan masyarakat bumi Tioq Tata Tunaq dari dahulu hingga saat ini. Warisan olahraga tradisional secara turun-temurun yang dipersemaikan dan dilestarikan dalam lintas generasi, lintas ruang dan waktu.

Warisan budaya tersebut, lanjut bupati, perlu dilestarikan sebagai artefak budaya Lombok Utara, bisa dijadikan ornanen dan aksesoris wisata. Atraksi memangkek perlu dipromosikan di area-area destinasi wisata Lombok Utara agar dikenal masyarakat luas terutama wisatawan domistik dan mancanegara.

“Malam hari ini kita tutup festival ini, yang menurut saya, ini aset luar biasa karena kita telah melestarikan budaya kita. Saya ingin acara ini kita jadikan event tahunan kita” pesan Najmul. Sekjen Apkasi ini menyampaikan selamat kepada para pemenang seraya berharap kegiatan tersebut bisa menjadikan warga setempat dan warga Lombok Utara pada umumnya tetap semangat menjalani kehidupan sehari-hari serta dapat menguatkan tali silahturahmi di antara seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Lombok Utara.

Ketua Panitia Pelaksana Festival yang juga Kepala Dusun Terbis, Riwanem, di hadapan bupati dan seluruh tamu undangan mengungkapkan, pada sore hari itu merupakan moment penutupan dari rangkaian festival memangkek yang diselenggarakan selama sebulan penuh di Dusun Terbis Desa Akar Akar mulai sejak tanggal 5 Agustus sampai 14 September 2019. Kegiatan olahraga tradisional itu berjalan lancar dan terlaksana sesuai harapan.

“Sesuai dengan tujuan Dusun Terbis yaitu mewujudkan masyarakat adil, makmur dan merata. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan festival memangkek ini, maka kami perlu dukungan dari Pemda,” imbuhnya.

Festival pertandingan memangkek itu diikuti oleh perwakilan Desa Selengen Kecamatan Kayangan, Desa Mumbul Sari, Sukadana dan Akar Akar, dengan peserta sebanyak 20 club. Uang pendaftaran olahraga tradisional ini sebesar 100 ribu rupiah.

Rangkaian penutupan Festival Budaya Mamengkek yang dihadiri para peserta dan tamu undangan yang notabene mengenakan pakaian adat ini diakhiri dengan pembagian hadiah oleh bupati disaksikan tamu undangan dan hadirin. (sta/humaspro),

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

MUSIK TRADISIONAL KEBANGRU’AN dan Kesurupan

Musik Tradisional Kebangru’an mulai dikenalkan oleh para budayawan wilayah Benyer sejak tahun 1900 an. Pada …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: