Berbagi Berita Merangkai Cerita

Semeton Hindu Lupakan Budaya Gotong Royong, Made Prihatin

219

FOTO. Anggota DPRD NTB dapil Kota Mataram, Ir. Made Slamet (kanan) saat bersama
Pedande Gede Nyoman Puja Manuaba di sela-sela upacara Yadnya Ngelungah Bersama di Pantai Loang Baloq, Tanjung Karang. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Anggota DPRD NTB daerah pemilihan (Dapil) Kota Mataram, Ir. Made Slamet prihatin melihat budaya gotong royong mulai ditinggalkan masyarakat, khususnya di kalangan umat Hindu.

Menurut dia, banyaknya pura dan banjar yang kini mulai kotor di semua wilayah di Kota Mataram, dipicu pudarnya semangat gotong royong. Padahal, gotong royong merupakan warisan leluhur bangsa Indonesia.

“Ingat, orang tua kita dulu itu, jika ada rumah tetangganya yang bocor, cepat bisa diselesaikan hanya karena dengan semangat gotong royong. Maka dari itu, saya bersyukur adanya upacara Yadnya Ngelungah Bersama di Pantai Loang Baloq ini membuat kita bisa kumpul untuk dan agar bagaimana semangat gotong royong bisa kita tumbuhkan kembali,” ujar Made dalam sambutannya saat upacara Yadnya Ngelungah Bersama di Pantai Loang Baloq, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Senin (28/6).

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Mataram itu menegaskan, pudarnya sikap gotong royong di kalangan umat Hindu di karenakan sejumlah faktor. Di antaranya, sikap iri hati karena perbedaan pandangan politik.

Selanjutnya, lanjut Made, tidak adanya penggerak yang berfungsi sebagai dirigen yang mengatur irama keumatan. Mengingat, kebiasaan umat Hindu di hampir wilayah di Kota Mataram adalah terletak pada siapa yang akan menjadi pemimpinnya.

“Maka dari itu, semangat semeton kita yang jarang mau tampil di depan harus mulai di kurangi. Kedepan, dari acara ini, penggerak yang sudah ada dan rela mengatur irama kita semuanya wajib kita dukung secara kompak dan bersama-sama. Sehingga, sikap iri hati itu, perlahan-lahan bisa mulai kita kurangi,”tegasnya menjelaskan.

Made mengatakan, toleransi antar umat beragama juga sangat diperlukan Indonesia saat ini. Pembina Kumpulan Pedagang Canang Kota Mataram ini menambahkan, jangan sampai hanya karena berbeda keyakinan terjadi perpecahan.

“Jangan sampai perbedaaan ini menjadi sandungan buat kita untuk memajukan Indonesia yang makmur dan sejahtera. Khususnya, menjaga keutuhan dan persaudaraan umat Hindu di Kota Mataram,” kata dia.

“Ayo kita terus kompak, bersatu padu dan mendukung siapapun dari semeton kita yang rela meluangkan waktunya untuk pengorbanan mempersatukan masalah keumatan ini,” sambung Made Slamet. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.