Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sembilan Distributor Alkes Disidak, DPRD NTB Minta Penimbun Masker Ditindak Tegas

0 33

MATARAM, DS – Kasus positif corona membuat aksi borong masker tak terhindarkan. Kelangkaan pun mulai terjadi. Diduga, ada pihak-pihak yang sengaja menimbun masker untuk mempermainkan harga.

Menanggapi fenomena tersebut, anggota Komisi V DPRD NTB, Akhdiansyah meminta kepada pihak kepolisian untuk menindak para penimbun masker.

“Jangan memanfaatkan momen seperti ini untuk kepentingan ekonomi pribadi. Tidak boleh mengambil keuntungan dalam situasi merebaknya virus korona dengan berbuat kriminal,” tegasnya menjawab wartawan, Selasa (10/3).

Sekretaris DPW PKB ini juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang. Masyarakat harus tetap waspada, tetapi tetap beraktivitas seperti biasa. Penularan virus korona bisa dicegah dengan cara sederhana.

“Sering mencuci tangan menjadi cara awal untuk pencegahan. Selain itu, jangan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan. Intinya, cara terbaik adalah menjaga kebersihan dan kebugaran sehingga imunitas tubuh lebih baik,” kata Akhdiansyah.

Sementara itu, Polda NTB mengawasi distributor masker di sekitar Mataram. Ada sembilan pemasok yang dilakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Selasa (3/3) lalu. Polisi mengincar para penimbun yang tujuannya mengambil untung di tengah kepanikan masyarakat akibat virus corona dan tingginya pembelian masker.

‘’Jika ditemukan ada yang menimbun, kami akan melakukan penindakan,’’ tegas Direktur Reskrimsus Polda NTB, Kombes Pol. I Gusti Putu Gede Ekawana Putra kepada wartawan, kemarin.

Ancaman pidana itu berpeluang dilakukan dengan dasar peraturan perindustrian dan perdagangan melalui fungsi Subdit 1 Industri Perdagangan (Indag) yang dibawahinya.

Kelangkaan masker dan mahalnya harga ini membuka peluang dimanfaatkan oleh oknum tertentu. Tergiur dengan harga masker pat gulipat, bisa saja menurutnya memunculkan ide pembuatan masker palsu. Oknum yang melakukan praktik ini juga diincarnya untuk ditindak. ‘’Kalau sampai ada pelaku yang menjual masker palsu, kita tindak,’’ jelasnya.

Sementara Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto menambahkan, operasi sidak itu sebelumnya dilakukan tim dari Ditreskrimsus gabungan dengan Dinas Perdagangan Provinsi NTB dan Dinas Kesehatan Kota Mataram. Sidak sebagai bagian dari penyelidikan ini, terkait kelangkaan dan tingginya masker sejak beberapa hari terakhir.

‘’Ada sembilan distributor Alkes dan suplier masker yang ada di Kota Mataram dilakukan sidak oleh tim,’’ kata Kabid Humas.

Berdasarkan hasil koordinasi dan cek lapangan itu, diperoleh informasi para suplier masker dan distributor Alkes, produk sudah dipesan dan didatangkan dari Pulau Jawa. Namun pasokan terhenti sejak Februari lalu karena stok dari Pulau Jawa semakin menipis, sehingga suplai ke NTB macet. RUL.

Leave A Reply