Membangun Masyarakat Cerdas dan Berwawasan Luas

Selly : Stok Bawang Putih 11 Ton

0 0

MATARAM, DS- Kendati tidak akan ada kelangkaan bawang putih di NTB mengingat stoknya mencapai 11 ton, Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani, mengakui ada kepanikan di masyarakat.

Ia mengatakan besarnya pengaruh pemberitaan di media-media nasional terutama media televisi berkenaan penyetopan komoditas impor dari China. “Kalau sudah begini, pasti ada spekulan yang bermain. Tidak ada stok bawang putih yang berkurang karena semuanya masih normal kok,” ujar Selly saat bersilaturahmi dengan ratusan warga Tohpati, Kelurahan Cakranegara Utara, Kecamatan Cakranegara, Kota Mataram, Selasa (11/2) malam.

Lonjakan harga bawang putih yang terjadi saat ini di pasaran bukan lantaran penyetopan masuknya bawang impor asal China akibat virus corona melainkan akibat para pedagang termakan isu menyusul adanya pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan.

“Makanya, saya akan turunkan Satgas Pangan karena memang stok di distributor masih ada. Jadi, enggak ada alasan untuk menaikkan harga bawang putih. Jika isu ini dibiarkan, kasihan rakyat kecil,” tegasnya.
Diketahui, komoditi bawang putih dalam beberapa pekan terakhir mengalami kenaikan harga cukup drastis. Bawang putih impor mencapai harga di atas Rp 60.000/Kg. Informasi yang beredar, terjadi keterbatasan stok bawang putih yang mengakibatkan pedagang menaikkan harga.

Selly mengaku sudah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Perdagangan RI, khususnya Dirjen Perdagangan Dalam Negeri bahwa tidak ada kaitannya pembatasan impor bawang putih karena virus corona.

Kata dia, stok bawang putih secara nasional masih cukup banyak. Sehingga masuknya bawang putih luar negeri sementara ini dihentikan. Yang distop masuk adalah bahan makanan hewani di luar ikan. “Bawang putih tidak. Karena stoknya masih banyak saja. Ini cuma efek psikologis saja. Panic buying masyarakat,” ucapnya.

Selly menjelaskan, bawang putih impor yang masih tersedia di stok nasional memungkinkan digelontorkan pada pertengahan Februari. Namun, tidak dimungkiri ketergantungan Indonesia pada komoditas impor sangat tinggi, mencapai 90 persen termasuk bawang putih.

Ia menuturkan, cadangan stok inilah yang diminta digelontorkan untuk mengamankan pasar. Setelah terdistribusi sampai ke pembeli, barulah pemerintah akan menerbitkan kembali izin impor. Minimal stok cadangan telah berkurang. “Sekali lagi, tidak ada kaitan dengan virus corona,” ungkapnya.
RUL.

Leave A Reply