Berbagi Berita Merangkai Cerita

Selly Kunjungi Rumah Korban Kebakaran Warga Nasrani Ampenan

573

FOTO. Calon Wali Kota Mataram Hj. Putu Selly Andayani didampingi Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Mataram, Made Slamet dan  Roni Nelwan, berserta beberapa relawan Salam saat mengunjungi rumah korban kebakaran rumah di kawasan Taman Kapitan, Ampenan. (FOTO. RUL/DS).

MATARAM, DS – Calon Wali Kota Mataram, Hj Putu Selly Andayani mengunjungi warga nasrani korban kebakaran rumah di Kawasan Taman Kapitan, Ampenan, Kota Mataram.

Kepada keluarga Gregorius Goleng, Selly menyampaikan empati atas musibah yang menimpa keluarga tersebut, Jumat Petang (13/11). Kunjungannya didampingi Ketua DPC PDI-Perjuangan Kota Mataram, Made Slamet dan  Roni Nelwan, berserta beberapa relawan Salam.

Gregorius yang akrab disapa Oni nampak senang sekaligus terharu dengan kehadiran Selly Andayani dan rombongan. Dalam pertemuan ia pun menceritakan kronologi musibah kebakaran rumah yang menimpanya.

Rumah Gregorius dilalap api pada Rabu  (11/11) lalu. Diduga kebakaran akibat konsleting listrik dari stop kontak.

“Sehari sebelumnya memang sempat tercium bau  seperti kabel terbakar,” imbuhnya.

Saat kebakaran terjadi, Gregorius sedang berada di luar rumah. Ia tahu rumahnya kebakaran setelah ada tetangga yang menghubungi. Upaya pemadaman dilakukan warga sekitar dengan peralatan seadanya. Pihak Pemadam Kebakaran yang dihubungi terlambat datang.

Bantuan pertama datang dari Satuan Brimob Polda NTB. Namun api sudah terlanjur melalap seluruh rumah Gregorius.

“Semua habis, ludes terbakar, termasuk uang hasil usaha. Yang tersisa hanya Baju yang ada di badan,”  tuturnya.

Beberapa barang yang tersisa dari jangkauan api hanya perabotan dapur dan satu unit kompor gas berserta tabung elpiji 3Kg.

Sayangnya, barang-baranng itu juga ludes.Hilang diambil oknum yang tidak bertanggung jawab malam hari usai kejadian kebakaran.

“Ini yang kita sayangkan, di saat ada musibah justru ada yang memanfaatkan keadaan. Kompor dan tabung gas juga diambil bersama perabotan lainnya,” jelasnya.  

Gregorius Goleng yang sehari-hari merupakan guru di salah satu SMP swasta di Kota Mataram, bersama istri dan anaknya kini harus mengungsi dan tinggal di tempat orang tuanya akibat kebakaran tersebut.

Selly Andayani mendengar dengan sabar. Usai itu, ia menyampaikan rasa empatinya dan meminta Gregorius dan keluarga bisa sabar dan tabah menghadapi musibah tersebut.

“Bapak Gregorius Boleng dan Keluarga hendaknya tabah dan sabar atas cobaan dari Tuhan Yang Maha Esa ya,” ujar Selly. Gregorius yang didampingi ibunya  menyampaikan terimakasih dan rasa haru mereka dikunjungi Selly Andayani.

*Kesiapsiagaan Bencana

Dijumpai usai mengunjungi korban kebakaran, Calon Wali Kota Mataram itu mengatakan, kejadian kebakaran di Taman Kapitan itu harus menjadi perhatian bersama agar masyarakat lebih waspada.

“Tiap kejadian pasti ada hikmah. Ya kita ambil hikmahnya bahwa masyarakat harus lebih waspada dengan musibah yang bisa saja terjadi. Kebakaran termasuk salah satu potensi musibah di perkotaan,” katanya seraya menambahkan, kedepan Salam akan mendorong Kota Mataram lebih tanggap bencana baik banjir mapun kebakaran.

“Tentu fasilitas seperti pemadam kebakaran, dan juga ketersediaan hydran di pemukiman yang padat penduduk harus ditingkatkan. Ini untuk mengantisipasi bencana termasuk kebakaran,” katanya.

Selain pemukiman, kawasan lain yang rawan kebakaran seperti pasar dan pertokoan juga harus diantisipasi dengan penyiapan fasiitas pemadam yang memadai.”Sehingga jika terjadi musbah kebakaran bisa cepat teratasi,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.