Berbagi Berita Merangkai Cerita

Selly Ajak Generasi Muda Mataram Teladani Perjuangan Maulana Syekh

26

FOTO. Paslon Hj. Putu Selly Andayani dan TGH Abdul Manan (Salam) menyampaikan atensi dan syukur atas perjuangan Pahlawan Nasional, (almarhum) Maulana Syekh yang menginspirasi bagi warga NTB. (FOTO. RUL/DS)

MATARAM, DS – Kontribusi Pahlawan Nasional dari NTB, yaknk Maulana Syekh, Tuan Guru Kyai Haji (TGKH) Zainuddin Abdul Madjid semasa hidupnya terhadap masyatakat, khususnya Pulau Lombok memang tidak diragukan lagi. Selain kontribusi, dalam perjuangan fisik mempertahankan kemerdekaan.

Kontribusi kakek Mantan Gubernur NTB Dr. TGH Muhamad Zainul Majid alias TGB juga Wagub NTB Sitti Rohmi Djalilah sangat luar biasa, khususnya dalam bidang pendidikan.

Belajar dari kontribusi Maulana Syekh ini, Calon Wali Kota Mataram nomor urut 2, Hj. Putu Selly Andayani pada momentum Hari Pahlawan yang diperingati serentak pada 10 November,  mengatakan, hal itu bisa dijadikan inspirasi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di NTB.

“Perjuangan dan kontribusi beliau (Maulana Syekh) jelas bisa menjadi pengingat bagi kita ke depan dan seterusnya, khususnya kita di NTB ini untuk terus menerus meningkatkan kualitas pendidikan kita. Anak-anak NTB, khususnya di Kota Mataram harus semakin terdidik, makin cerdas dan makin mampu untuk menghadapi tantangan apapun di masa depan. Apalagi dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini,” ujar Hajjah Selly, Minggu (8/11).

Mantan Kadis Perdagangan NTB itu, mengaku, dirinya sering mendapat banyak wejangan dari sang suami H Rachmat Hidayat. Betapa Almagfurullah telah begitu banyak memberi pada keluarga besar mereka. Mendiang mertuanya, Guru Ramiah dan Ratnasih di Rumbuk, Sakra, Lombok Timur, begitu dekat dengan Almagfurullah.

“Sebagai ulama, doa beliau diijabah oleh Allah. Apa yang kami capai sebagai keluarga hari ini, adalah karena doa dan karomah Almagfurullah,” kata Hajjah Selly.

Semasa hidupnya, dalam setiap perjumpaan dan silaturahmi keluarga, Almagfurullah selalu memanjatkan doa untuk pencapaian terbaik suaiminya dan keluarga. Hajjah Selly diberitahu, bagaimana Almagfurullah memegang kepala suaminya yang masih muda kala itu dan meniup ubun-bunnya di setiap penghujung doa. Publik Bumi Gora kini mencatat, betapa Rachmat Hidayat memiliki karir politik yang gemilang. Saat ini adalah periode ketiga politisi berambut perak tersebut duduk sebagai Anggota DPR RI setelah sebelumnya berkarir panjang di DPRD kabupaten dan provinsi.

Hajjah Selly mengungkapkan, Almagfurullah adalah qudwah hasanah. Teladan kebaikan bagi dirinya, sang suami, dan seluruh keluarga besar. “Almagfurullah adalah panutan kami,” katanya.

Penjabat Wali Kota Mataram tahun 2015 ini tahu Almagfurullah menjadi mercusuar pengembangan pendidikan Islam dan pendidikan umat di NTB. Tiada hendak menafikan peran serta para aulia dan ulama kharismatik Bumi Gora yang lain, Selly menekankan betapa kecemerlangan dan kegemilangan dunia pendidikan Islam di NTB saat ini, atas sumbangsih besar Almagfurullah.

Sejarah mencatat, ulama kharismatik yang lahir pada 5 Agustus 1898 di Bermi, Pancor tersebut, selain sebagai ulama dan pejuang, juga pelopor pendidikan di Pulau Lombok. Almagfurullah adalah orang pertama di NTB yang memperkenalkan penggunaan kursi dan meja dalam belajar agama. Sistem ini diterapkan pada lembaga pendidikan Madrasah Nahdlatul Wathan Diniah Islamiyah dan Madrasah Nadhlatul Banat Diniah Islamiyah yang didirikannya selepas kembali dari menimba ilmu di Makkah pada 1937 silam.

“Dan itu dilakukan beliau dalam intimidasi penjajah kolonial Belanda,” tegas Hajjah Selly.

Karena itu, bagi Hajjah Selly, Almagfurullah adalah pejuang agama dan juga pejuang negara. Sebab, lembaga pendidikan yang didirikan Almagfurullah pada akhirnya lebih dari sekadar tempat belajar ilmu keagamaan. Madrasah NWDI dan Madrasah NBDI yang didirikannya digunakan sebagai basis perlawanan terhadap penjajahan. Bahkan saat perang revolusi kemerdekaan, Almagfurullah bersama para guru menginisiasi pembentukan “Gerakan Al-Mujahidin”.

Sejarah mencatat, bersama gerakan-gerakan rakyat lain di Pulau Lombok, Al-Mujahidin berjuang mempertahankan kemerdekaan yang telah diproklamirkan Soekarno-Hatta di Jakarta. Almagfurullah memimpin penyerbuan tanksi militer milik NICA, Tentara Sekutu, di Selong pada 7 Juli 1946. Dalam peristiwa tersebut, TGH Muhammad Faisal Abdul Majid, adik kandung Almagfurullah gugur. 

Oleh karena itu, Hajjah Selly tak lupa mengajak pemuda NTB, khususnya di Kota Mataram menjadikan Maulana Syekh sebagai inspirasi dalam berjuang meraih mimpi dan cita-cita. 

“Bisa jadi inspirasi bagi anak muda dan generasi sekarang, karena beliau berjuang dalam suasana yang penuh keterbatasan dan intimidasi penjajah yang luar biasa ketika melakukan perjuangan,” tandasnya. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.