Berbagi Berita Merangkai Cerita

Selly: 90 Persen Bawang Putih Dipasok China

0 30

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani mengakui wabah virus corona di negara pemasoknya, China telah berdampak pada naiknya harga komoditas tersebut di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram akhir-akhir ini.

Selly menuturkan, saat ini sebesar 70-90 persen lebih kebutuhan bawang putih nasional masih dipasok impor, utamanya dari China. Sedangkan, di NTB bawang putih asal China dipasok para distributor dari Surabaya sejak tahun 2012 lalu.

“Bawang putih yang beredar di NTB itu bukan langsung impor dari China ke Lombok melainkan pengiriman antar pulau. Karena NTB tidak memiliki pelabuhan impor. Jadi rasio pasokannya antara 30-40 persen kebutuhan pasar dipenuhi dari import melalui Surabaya,” ujar Selly menjawab wartawan, Rabu (5/2), seraya menambahkan terdapat dua distributor pemasok bawang putih asal China yang berada di Pasar Mandalika Bertais, Kota Mataram.

Menurut dia, adanya bawang putih impor asal China itu sudah sesuai ketentuan dari Kementerian Perdagangan yang telah memberikan kuota impor bagi sejumlah pengusaha. Selain itu, bawang putih yang beredar di pasaran tidak langsung diimpor melalui Lombok melainkan merupakan perdagangan antar pulau antara pedagang asal Surabaya dan saudagar di Lombok.

Oleh karena itu, adanya fenomena virus corona  berdampak pada harga yang  meningkat di pasaran.  “Karantina Pertanian Lembar sudah memastikan bahwa bawang asal China dan cabai kering itu perdagangan antar pulau dari Surabaya – Lombok,” kata Selly.

Ia menyebut dalam sehari pengusaha asal Lombok memasok bawang putih eks impor asal China itu dari pengusaha Surabaya rata-rata sebanyak 8 ton, yang kemudian dipasok ke sejumlah pedagang di Pasar Mandalika Bertais, Pasar Tradisional Kebon Roek serta beberapa pasar tradisional lainnya di Pulau Lombok.

Selly mengakui jika harga jual dari bawang putih impor asal China tersebut lebih murah jika dibandingkan dengan harga jual bawang putih lokal. Hanya saja, Dinas Perdagangan NTB tidak dapat berbuat apa-apa karena kebijakan impor tersebut berasal dari Kementerian Perdagangan RI. Dinas Perdagangan NTB hanya bisa memastikan barang-barang kebutuhan pokok dan pangan lainnya tersedia, termasuk distribusinya yang lancar.

“Kalau sekarang harga bawang putih import naik itu pengaruh fluktuasi dan menyesuaikan harga pasarnya karene efek Virus Corona. Saya sudah melaporkan kondisi ini ke pusat agar segera ditindak lanjuti secepatnya,” tandas Putu Selly Andayani. RUL

Leave A Reply