Berbagi Berita Merangkai Cerita

Selama WSBK, Pedagang Lapak Sirkuit Mandalika Untung Berlimpah

81

FOTO. Inilah lapak warga di sekitar Mandalika, yang memperoleh keberkahan selama ajang WSBK. (FOTO.Rul)

LOTENG, DS – Ajang World Superbike (WSBK) yang berlangsung di Sirkuit Mandalika Kabupaten Lombok Tengah, membawa berkah bagi warga lokal yang berjualan makanan dan minuman.

Bayangkan saja, selama tiga hari, sejak Jumat (19/11) hingga Minggu (21/11), warga yang biasanya hanya bisa meraup pendapatan sebesar Rp 200 ribu per harinya.

Namun adanya ajang balap bergensi dunia tersebut keuntungan mereka mampu menembus kisaran Rp 1-1,5 juta per harinya.

“Alhamdulillah, adanya ajang balap WSBK ini, omzet kami meningkat signifikan,” ujar Sumarni, warga Dusun Ebunut, Desa Kuta yang berjualan di sekitar Panggung Utama Sirkuit Mandalika, Minggu (21/11).

Menurut ibu dua anak ini, adanya ajang balap dunia ini melupakan kedukaannya yang hingga kini tanahnya belum dibayarkan oleh pihak ITDC.

Sebab, adanya WSBK, warga yang biasanya hanya berternak sapi. Kini, bisa berjualan makanan dan minuman. Akibatnya, ada sedikit pertumbuhan ekonomi masyarakat yang berada di dalam sirkuit Mandalika.

“Kami harap jangan ada penggusuran saat kami berjualan. Ini balap dunia, kalau kami sebut ini adalah pesta rakyat, boleh kan warga lokal menikmati sesaat perputaran ekonomi di tanah kelahiran,” kata Marni.

“Tentu ini rezeki dan peluang bagi kami untuk berusaha, meskipun hanya menjual kopi dan nasi bungkus,” sambung dia

Warga lainnya, Rumaisah mengatakan, jika sebelum ada Sirkuit ini pendapatan warungnya dalam sehari itu Rp 200 ribu. Namun sejak mulai ramai atau WSBK ini digelar pendapatannya bisa mencapai lebih dari antara Rp 1-1,5 juta.

“Sehari saat ini dapat berjualan Rp 1,5 juta. Kebanyakan nasi bungkus dan kopi yang banyak laku, dan makanan ringan lain. Yakni, pop mie” ucap ibu tiga anak ini.

Menurut Rumaisah, omzet penjualannya pada hari biasa sebelum ada ajang balapan ini antara Rp 150-200 ribu. Selanjutnya, setelah mulai ada balapan omzetnya semakin naik, bahkan per hari bisa mendapatkan Rp 1,5, juta.

“Semoga, Pak Gubernur, Pak Presiden dan Pak Bupati, bisa terus melaksanakan berbagai kegiatan di KEK Mandalika, khususnya di Sikuit Mandalika. Ini agar ekonomi masyarakat bisa meningkat,” tandas dia. RUL

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.