Berbagi Berita Merangkai Cerita

Selama Ramadhan Masjid Boleh Dibuka dengan Prokes Ketat

21

JK saat berada di Mataram

MATARAM, DS – Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla atau JK mengatakan tempat ibadah, khususnya masjid harus mengikuti protokol kesehatan saat pelaksanaan ibadah shalat tarawih selama puasa bulan Ramadhan 1442 H.

“Kita persilahkan masjid di semua daerah dibuka tapi tetap dengan menjaga jarak,” kata Jusuf Kalla pada wartawan usai bersilaturahmi dengan Gubernur dan jajaran Forkopimda Provinsi NTB di Pendopo Gubernur NTB di Mataram, Selasa (23/3).

Mantan Wakil Presiden RI itu mengatakam pelaksanaan ibadah ramadhan kali ini tetap dilakukan umat Islam dalam situasi Pandemi Covid-19. Hanya saja, situasi agak berbeda. Jika sebelumnya umat Islam dianjurkan beribadah di rumah saja, tahun ini pelaksanaanya bisa dilakukan di masjid.

“Tapi ketentuannya, harus menggunakan masker. Ini bedanya dengan situasi sebelumnya. Karena, mall-mall juga sudah dibuka, masak masjid juga enggak dibuka,” tegas JK.

Dia pun mengingatkan kembali soal protokol kesehatan ekstra ketat yang harus diterapkan. Diantaranya, menjaga jarak minimal 1 meter antar jamaah, memakai masker, membawa alas salat masing-masing dan masjid wajib menyediakan fasilitas cuci tangan.

Untuk itu, JK meminta para pengurus masjid untuk bertindak tegas apabila ada jamaah yang tidak mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak memakai masker pengurus masjid berhak melarang orang tersebut untuk mengikuti sholat berjamaah hingga akhirnya mau menggunakan masker.

“Pakai masker kalau ada jemaah tak pakai masker suruh dulu pakai masker baru boleh masuk kemudian cuci tangan di setiap pintu ada disinfektan, atau sabun atau tempat wudhu meski ada sabun,” jelas JK.

Selain itu, menurut JK, di setiap pintu masuk bisa ditaruh pengurus masjid untuk mengawasi. “Di semua pintu-pintu ada pengurus jaga. Ukur suhu,” tukasnya.

JK mengaskan, bahwa protokol kesehatan sebenarnya tak terlalu rumit. “Protokol kesehatan sederhana. Tidak ada yang rumit-rumit amat,” ucapnya.

Selain itu, JK juga menganjurkan, agar pelaksanaan ibadah ramadhan dapat berjalan aman dan lancar. Maka, para pengurus masjid harus mulai melakukan pembersihan seluruh areal masjid dengan disinfektan.

“Kan sudah jelas, bahwa tempat-tempat umum dan mall-mall itu dapat dibuka dengan syarat laksanakan protokol kesehatan yang ketat. Nah, kalau masjid baiknya jika tidak bisa dengan semprotan, maka perlu dengan pembersih lantai (dipel),” tandas Jusuf Kalla. RUL.

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.