Menu

Mode Gelap

Politik · 21 Jan 2019 16:05 WITA ·

Sekjen PBNU Usulkan KPU Buat Debat Kedua di Tempat Terbuka  


					Helmy Faishal Zaini, Sekjen PBNU (kanan) saat memberikan keterangan pers usai membuka Konferwil PWNU NTB Perbesar

Helmy Faishal Zaini, Sekjen PBNU (kanan) saat memberikan keterangan pers usai membuka Konferwil PWNU NTB

LOTENG, DS – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Helmy Faishal Zaini menilai kedua pasangan capres dan cawapres yang mengikuti pelaksanaan debat Pilpres perdana dinilai masih grogi alias demam panggung. Oleh karena itu, Helmy mengusulkan debat selanjutnya bisa dilaksanakan di tempat terbuka berkonsep outdor, sehingga bisa berlangsung lebih santai.

“Penilaian saya kedua capres dan cawapres saat debat pertama masih grogi. Bisa jadi, karena memang debat pertama. Jadi, kalau saya boleh usul, alangkah baiknya KPU melakuan debat berikutnya lebih rileks. Misalnya, dengan konsep outdoor, seperti di tengah sawah sambil minum kopi,” ujar Helmy menjawab wartawan ketika dimintai pendapatnya terkait pelaksanaan debat pertama usai menghadiri Konferwil NU NTB di Ponpes Qomarul Huda, Bagu, Kabupaten Lombok Tengah, Sabtu (19/1) petang.

Menurut dia, usulannya agar debat kedua dilakukan outdoor tidak lain bertujuan mengenalkan keindahan alam Indonesia. Sebab, pelaksanaan debat Pilpres kali ini, dipantau langsung oleh dunia internasional. Tidak seperti pada debat pertama yang terkesan sangat monoton.

Helmy menghendaki, debat selanjutnya dilakukan sambil minum kopi ditengah ditengah sawah. Teknisnya, masyarakat berada di bawah, sementara calon presiden dan calon wapresnya duduk di berugak.

Selain itu, lanjut dia, sangat dimungkinkan, bilamana pelaksanaan debat berikutnya bisa digelar di luar Jakarta. “Kalau dengan konsep rileks ditengah sawah, itu bisa dilakukan di luar Jakarta. Saya pikir enggak masalah, karena esensi debat dengan konsep di tempat terbuka juga bisa memudahkan masyarakat melihat langsung sosok calon pemimpinnya,”jelas Helmy.

Terkait sosok capres mana yang dirasa unggul pada debat pertama itu. Helmy menilai pasangan capres 01 unggul dari pasangan capres 02.  “Kalau saya lihat pak Jokowi lebih unggul karena lebih berpengalaman di pemerintahan. Pernah jadi walikota, jadi gubernur, dan presiden. Penguasaan lapangan jauh lebih matang,” ungkapnya.

Helmy menegaskan, membawa tulisan saat debat adalah hal yang biasa. Terutama agar tak salah menyampaikan data.”Kalau capres ‘nyontek’ itu sah-sah saja, boleh. ‘Nyontek’ itu hanya menyampaikan data supaya tidak salah. Manusia ada keterbatasan, misalnya terkait angka kemiskinan, ya syukur-syukur kalau hafal,” ujarnya.

“Begitu juga dengan capres Prabowo jika ingin melihat data dari tulisan, silakan saja,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Helmy, dalam penguasaan materi Jokowi lagi-lagi lebih unggul dari Prabowo. Hal ini bisa dilihat dari materi yang disampaikan oleh Jokowi. “Orang bisa lihat siapa yang unggul. Cukup dengan bahasa isyarat saja orang sudah paham,” tandasnya. RUL.

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Soal Pelayanan Mudik 2022, Puan Maharani Apresiasi Kerja Pemerintah dan TNI-Polri

17 Mei 2022 - 17:11 WITA

Isu Caleg Impor, Mik Sudi : Masyarakat Sudah Cerdas Pilih Wakil Terbukti Kerjanya

17 Mei 2022 - 07:03 WITA

Puan: Waisak Momentum Refleksikan Pentingnya Saling Membantu dan Menjaga Kerukunan

16 Mei 2022 - 17:47 WITA

Penuhi Kriteria Pemimpin, Masinton : Mbak Puan Ditempa Sejarah dan Waktu Sejak Remaja

16 Mei 2022 - 17:44 WITA

PDIP NTB ubah mindset Memakmurkan Masjid dengan Menanam Pohon Buah Produktif

12 Mei 2022 - 16:14 WITA

Masuk Lima Gubernur Berpotensi Maju Pilpres 2024, Miliki Kendaraan PKS, Pangi : Peluang Zulkiefimansyah Terbuka Lebar

10 Mei 2022 - 16:55 WITA

Trending di Politik