Berbagi Berita Merangkai Cerita

Sekitar 578 Ribu Hutan di NTB Kritis

0 5

LOTIM,DS-Sekitar 578 ribu hektar hutan setara dengan 28,7 persen dari luas daratan di NTB dalam kondisi kritis. Hal itu disebabkan maraknya perambahan hutan secara ilegal. Sedangkan untuk melakukan reboisasi terhadap 1000 hektar lahan kritis tidaklah mudah, karena butuh waktu 58 tahun.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat H. Moh. Amin, Sh., M.Si saat menghadiri acara launching program Gerakan membangun pengelolaan hutan dan lingkungan hidup secara kolaboratif dan partisipatif (Gempita Kreatif) sekaligus melakukan penanaman 1000 pohon secara simbolik dalam rangka Hari Rimbawan ke 34 tahun 2017 di Sambalia Kabupaten Lombok Timur, Sabtu (1/4/2017).

Menurut Wagub, pada tahun 2017 ditargetkan reboisasi sebanyak 4.575 hektar dengan penganggaran bersumber dari APBN dan APBD.. Untuk mewujudkan hal itu, pemerintah membutuhkan dukungan semua komponen masyarakat untuk sama-sama memiliki kesadaran dalam menjaga kelestarian hutan.

Pemerintah bersama masyarakat dan pelaku usaha harus kompak serta berperan aktif untuk mencegah pihka-pihak lain yang melakukan perusakan hutan. Dengan demikian maka program promosi gerakan menanam 25 pohon minimal seumur yang dicanangkan oleh pemerintah dapat terlaksana dengan baik.

Wagub mengingatkan kepada seluruh elemen, baik jajaran pemerintah maupun masyarakat bahwa pada Hari Rimbawan tahun 2017 merupakan momentum untuk introspeksi diri. Hal tersebut dikarenakan banyaknya bencana alam yang terjadi disebabkan kurasakan hutan.

Wagub Amin pun mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk terus menerus memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka memupuk kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian hutan. Masyarakat harus memperlakukan hutan secara seimbang antara ekplorasi dan pemeliharaan. humas/r.rabbah

Leave A Reply